Menikah Remaja

Menikah Remaja
TIGA PULUH DUA


__ADS_3

Kesedihan yang dirasakan oleh Ardan kini bertambah dengan diamnya Sera, hanya sesekali kata-kata keluar dari mulutnya, bahkan ketika makan malam bersama keluarga besarnya, Sera lebih memilih fokus menyuapi Saina dan menikmati makanannya tanpa ikut nimbrung ngobrol dengan yang lainnya.


" Tambah nak,makan kamu dikit banget" ucap Mama.


"Ini udah kenyang ma..."jawabnya.


"Daddy ambilin ya....buat mommy?" tawar Ardan.


" Nggak usah Dan, aku udah kenyang" sambil berdiri, " Semuanya...permisi duluan ya mau beresin Saina" terang Sera sambil berlalu meninggalkan meja makan.


Semua hanya bisa terdiam menatap kepergian Sera dan Saina.


Ardan menghela nafas kemudian ikut pamit menyusul istri dan anaknya.


Ketika membuka pintu kamarnya, dia disuguhi pemandangan yang sudah lama dia rindukan, senyum merekah dibibirnya kemudian dia segera bergabung bersama kedua orang yang dicintainya.


Ardan segera memeluk Sera dari belakang, menciumi pipi Sera sambil berkata, "Ser...aku kangen banget kamu yang ceria kaya gini, aku sayang banget sama kamu, cintaaa banget Ser" sambil kembali menciumi istrinya karena kerinduannya.


"Apaan sih kamu, nggak malu apa ada anaknya main nyosor aja kaya soang?" sungut Sera dengan wajah memerah karena malu.


Jujur Sera juga sangat merindukan suaminya, dirinya beberapa waktu memang kecewa tetapi kini dia sudah berdamai dengan kenyataan.


Dan mendapat perlakuan romantis dari suaminya tentu membuatnya merona tetapi dia juga malu karena ada Saina putri semata wayangnya.


" Enak aja dikatain soang, biar gini-gini suami kamu lho" sambil terus menggoda istrinya.


"Ardan udh doong nggak tahu tempat kamu ini".


" Makanya dedek diboboin cepet ya....kangen aku sama istriku yang imut kaya marmut".


"Ardaan..." pekik Sera.

__ADS_1


" No...no...no Aldan mommy tapi daddy" celetuk Saina.


Lantas keduanya tertawa sambil memeluk putrinya.


" Tahu tuh mommy panggil daddy Ardan...Arda mulu bukannya daddy ya dek " Ardan minta pembelaan anaknya.


" No...no mommy " ucap Saina sambil menggoyangkan telunjuknya.


" Iya sayang...mommy minta maaf, sekarang mommy panggilnya daddy deh bukan Ardan lagi " jawab Sera sambil bersandar di dada suaminya.


" Oke sekarang anak daddy udah wangi waktunya bobo ya....daddy bakal bacainbuku cerita, yuk ke kamar dedek?" ajak Ardan sambil membawa putrinya ke kamar yang bersebelahan dengan kamar miliknya.


Sera menatap keduanya sambil tersenyum manis, kemudian dia membereskan perabotan serta mainan Saina yang ada dikamarnya lalu bergegas mandi.


Waktu menunjukkan pukul 21.00


Ardan kembali kekamarnya, dilihat istrinya masih memainkan ponselnya senyum pun mengembang dibibirnya.


Sera segera berbalik lalu meletakkan ponselnya.


" Iya....aku kangen kamu Dan ".


" Kok Dan lagi manggilnya? ".


" Kan nggak ada Saina, lagian kalo cuma berdua kita lebih enak panggil nama biar tetap romantis " ucap Sera sambil memainkan dada suaminya.


" Kalau mau romantis itu panggilnya sayang gitu bukan nama " protes Ardan.


" Kamu mau ngajak debat apa gimana sih? " sungut Sera.


Ardan yang ketakutan gagal bermesraan dengan istrinya pun memilih mengalah lalu segera menindih istrinya.

__ADS_1


" Apapun yang keluar dari mulut kamu adalah sebuah keindahan, aku mencintaimu sayang ".


Sebuah kecupan mendarat di kening istrinya, Sera memejamkan matanya, ada desiran hangat menyentuh sanubarinya.


Ternyata perasaanya masih tetap sama tidak berubah, justru dengan adanya masalah malah membuat cinta mereka semakin dalam.


Esoknya Ardan dan Sera bangun kesiangan, Saina berkali- kali mengetuk pintu kamar mereka tetapi tidak ada sahutan, berakhir sang mama pun berteriak sambil menggedor pintu dengan keras.


Mereka langsung terbangun,Sera berlari kedalam kamar mandi sedangkan Ardan memakai baju dengan cepat lalu segera membuka pintu kamarnya.


Mamanya seketika melongo menatap penampilan anaknya.


Berbeda dengan Saina yang langsung berkomentar, " Daddy kok pakai baju mommy, baju daddy kemana?".


Ardan lalu melihat kedirinya, ternyata karena buru-buru dia justru memakai piyama milik istrinya.


" Eh princess daddy udah cantik, pasti yang kuncirin oma ya? princess tunggu dibawah ya daddy mandi dulu lalu siap mengantar kesekolah oke? " Ardan mengalihkan pembicaraan.


" Nggak usah biar mama yang antar Saina, kamu perbaiki dulu dandanan kamu itu Dan, bikin malu! " ucap mama sambil berlali membawa sang cucu.


Ardan menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian kembali masuk ke kamarnya untuk gantian mandi.


" Lho kamu udah rapi mau kemana Ser " tanya Ardan.


" Mau anter Saina sekolah dong, mau kemana lagi coba? ".


" Nggak usah, tadi mama bilang mama yang mau anter Saina sekalian mau jalan sama papa " ucap Ardan sambil berjalan ke kamar mandi.


" Yaaah terus aku kemana dong?".


" Ikut aku ke kantor aja ya....aku lagi mau ditemenin kamu" jawab Ardan sambil menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2