
Dua bulan kemudian......
" Aduh kepalaku pusing banget " lirih Sera pagi itu.
Ardan yang baru masuk setelah menyiapkan anaknya untuk sekolah tampak memperhatikan istrinya yang terlihat pucat.
" Kamu kenapa sayang kok pucet?" tanya Ardan.
" Nggak tahu nih dari semalem pusingnya nggak hilang " jawab Sera sambil memijit kepalanya.
" Ke dokter ya, biar diperiksa aja" ajak Ardan sambil menggantikan Sera memijit kepalanya.
" Males ah, maunya dipeluk kamu aja " tukas Sera.
Ardan dengan senang hati memeluk istrinya sambil terus memijit kepala Sera.
" Dad.." suara lirih Sera.
Ardan yang mendengar Sera memanggilnya Dad langsung tersenyum kecil, bingar bahagia memancar dari wajahnya.
" Iya sayang, kamu mau apa?" tanya Ardan lembut.
" Pengen jalan-jalan " jawab Sera.
" Kemana sayang".
Sera menarik nafasnya lalu menjawab dengan pasti, " Ke pantai".
" Oke nanti ya weekend kita jadwalin ".
" Nggak usah deh kalau nanti-nanti, aku maunya sekarang " jawab Sera sambil cemberut.
" Hari ini ada meeting sama klien jepang sayang, kalau besok bagaimana ?" tawar Ardan.
Sera melepas pelukan Ardan, lalu berjalan kearah ranjang, kemudian masuk kedalam selimut dan bergelung menutup sampai kepalanya.
Ardan kebingungan kemudian mendekati Sera, dengan pelan membuka selimut istrinya dan betapa kagetnya Ardan mendapati Sera sedang menangis, air matanya bahkan sudah membasahi wajahnya.
__ADS_1
" Sayaaaaang kamu nangis? Maafin aku sayang, aku sudah bikin kamu nangis lagi, aku salah banget ya sayang, maafin aku sayang maafin aku " ucap Ardan ketakutan sambil menangis.
Sera kebingungan ternyata tangis Ardan lebih pilu dari dirinya.
Tetapi bukannya iba, Sera justru tertawa melihaat suaminya menangis.
" Hahahahahahahaaaaaa..... Kamu lucu dad, lucu banget malah " ucap Sera sambil terus memegangi perutnya sambil tertawa.
Ardan semakin dibuat bingung oleh kelakuan istrinya.
Hari ini Sera sangat kesal karena suaminya tetap berangkat kekantor meski dirinya sudah berulang kali merengek tetapi suaminya tidak bisa membatalkan janji pada kliennya, alhasil Sera cemberut seharian.
Mama mertuanya mendapat tugas menjemput cucunya karena Sera enggan menjemput Saina.
Opanya yang baru pulang dari yayasan mendapati rumah tampak sepi, tidak lama terdengar suara mobil istrinya masuk garasi.
" Mama tumben pulang cepet?".
" Nih dapat jatah jemput Saina " jawab mama Ardan.
" Iya opa soalnya mommy katanya sakit " tutur Saina.
" Nggak tahu pa, seharian cemberut dan mengurung diri semenjak Ardan berangkat kerja, mama sampai bingung di telepon yayasan kalau Saina belum dijemput " cerita mama.
Pak Mahendra tersenyum.
" Ma...ini pertanda bagus kayaknya ".
" Pertanda buruk yang ada, pasti nanti ribut kalau Ardan pulang " sungut mama Ardan.
" Mungkin kita akan mendapat cucu lagi ma " ucap papa Ardan.
Mama Ardan tampak berfikir sejenak kemudian senyum merekah dibibirnya.
" Apa mama suruh Sera tes aja ya pa?".
" Boleh...".
__ADS_1
Mama Ardan memilih membersihkan diri kemudian menuju kamar anak dan menantunya itu.
Tok...tok...tok....
Hening tidak ada jawaban.
Tok...tok....tok....gedoran lebih kencang.
" Ser ini mama " teriaknya karena Sera tidak segera membukakan pintu.
Sera kaget dan segera bangun ketika mendengar mamanya teriak.
Pintu terbuka tampak Sera dengan muka bangun tidurnya.
" Mama ada apa teriak-teriak ".
" Ini " menyerahkan kantong plastik.
" Ini apa ma ?" Sera bingung.
" Buka terus pakai, sana buruan mama tunggu " perintah sang mama sambil mendorong Sera kedalam kamar mandi.
Sera kebingungan dengan sikap mamanya, apalagi ketika kantong plastik itu dibuka tampak beberapa alat tes kehamilan, pasalnya selama ini dirinya tidak pernah merasakan tanda kehamilan kecuali hanya pusing.
Ditengah kebingungannya, suara sang mama kembali terdengar.
" Sudah belum Ser".
Sera segera melakukan tes dan keluar dari kamar mandi untuk sama-sama melihat hasilnya bareng dengan sang mama.
Setelah menunggu sekitar lima menitan munculah hasil yang membuat keduanya kaget.
Garis dua, yang artinya Sera hamil.
Sera menggigit bibirnya, berbeda dengan sang mama yang tampak berbinar dan bersorak sambil memeluk menantunya.
" Makasih sayang sudah memberikan kami cucu lagi, mama mau hubungi orang tua kamu nak biar kebahagiaan ini mereka juga ikut merasakannya " ucap sang mama.
__ADS_1
Sera hanya mengangguk menyetujui semua perkataan mama mertuanya.