
" Saya terima nikah dan kawinnya Seraphina Wijaya binti Wijaya dengan mas kawin uang sebesar tiga puluh satu juta rupiah dibayar tunai"
SAH.....teriak para saksi.
Akhirnya ijab kabul pun terlaksana meski diundur satu jam denga pergantian mempelai pria dari Greyhans menjadi Ardan.
Pernikahan penuh air mata, drama serta menguras tenaga, dan diujung acara Sera kembali pingsan.
Setelah acara usai, Sera dengan ditemani Ardan menuju rumah duka dan ke makam, dimana jenazah Hans dan ibunya telah dimakamkan, hanya tinggal para kerabat dan saudara yang dikenal oleh Sera.
Sera merasa kehilangan yang teramat, bagaimana tidak, harusnya saat ini yang menjadi suaminya adalah Hans, tetapi takdir berkata lain, dia dua kali menikah dengan orang yang sama.
Air mata Sera terus menetes mendengan detail musibah yang dialami oleh calon suaminya hingga ajal menjemputnya, Ardan terus memeluknya menenangkan wanita yang kini sangat rapuh disampingnya.
Bukannya Ardan mau berbahagia diatas penderitaan orang lain, hatinya pun bagai teriris melihat Sera menangis pilu, ada rasa kehilangan juga dihatinya.
Kini keduanya berada dipemakaman umum tempat Hans dan ibunya dimakamkan.
" Hay bro.....loe kenapa pergi secepat ini ?" ucap Ardan.
Sementara Sera menundukkan kepalanya di pusara dengan nisan bertuliskan Greyhans Anggara, lelaki yang seharusnya mengucap ijab kabul pagi ini, buliran air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya, Ardan membiarkan Sera terus menangis karena biar bagaimanapun Sera pasti merasa kehilangan kekasihnya.
" Kak.....kak Hans...hikshikshik...." tangisnya terdengar pilu menyayat hati.
Sera terpukul dengan kejadian yang menimpanya, mentalnya down.
Sore hari, Ardan mengajak Sera pulang,kini keduanya menuju rumah orang tua Sera, Ardan tidak berani menuntut Sera untuk ikut dengannya kerumah orang tuanya, dia memilih mengikuti maunya Sera.
Dalam perjalanan Sera tertidur karena lelah, Ardan membenarkan posisinya agar tidak sakit ketika bangun nanti.
__ADS_1
" Segitu cintanya kamu sama Hans sampai pingsan berkali-kali, kuharap masih ada sedikit celah untukku dihatimu " gumam Ardan.
Sampai dirumah Sera terbangun, " Sudah sampai ternyata " gumamnya.
" Hmm....nyenyak sekali kamu tidurnya, capek banget ya " tanya Ardan.
" Iya....aku duluan, kangen Saina " Sera turun meninggalkan Ardan.
Ardan memarkirkan mobilnya, lalu menyusul Sera kedalam rumah.
" Bagaimana Dan " tanya Ayah Sera yang sengaja menunggu Ardan diruang tamu.
Ardan menganggukkan kepalanya, " Benar yah, kami sudah kemakam nya juga ".
Ayah Sera pun menghembuskan nafas pelan, " Sepertinya kamu memang ditakdirkan menjadi menantu dikeluarga ini lagi, semoga kamu bisa menjadi imam yang baik untuk anak dan cucu saya, tolong jangan sakiti Sera lagi, kalau kamu tidak mencintainya lagi, kembalikan pada saya, tangan renta ini siap memeluknya kembali " pesan Ayah Sera.
"Ayah berharap besar padamu kali ini" pesan Ayah Sera penuh arti.
Ardan menyusul Sera kekamarnya, terapi kerika sampai depan pintu, Aran urung membukanya dia mengetuknya.
Tok...tok....tokk....
" Masuk " terdengar suara anak kecil, sudah pasti Saina.
Ardan membuka pintu, tampak putrinya sedang bermain dengan bonekanya, terapi dia tidak melihat Sera.
" Mommy dimana sayang ?" tanya Ardan.
" Mommy mandi dad, katanya bau " jawab Saina sambil menutup hidungnya.
__ADS_1
Ardan mengelus kepala putrinya, kemudian menemaninya bermain boneka.
Sera kaget keluar kamar mandi ada Ardan, dia menghela nafas, dia menyadarkan dirinya bahwa saat ini pria itu telah resmi menjadi suaminya kembali meski tanpa kesengajaan.
" Sudah selesai mandinya? ".
Sera mengangguk.
" Sudah segeran ?".
Sera mengangguk lagi.
" Heh...kalau begitu aku pamit pulang ya " ucap Ardan.
" Daddy jangan pulang " protes Saina manja.
" Besok daddy kesini lagi sayang ".
" Nggak mau, pokoknya Saina mau bobok sama daddy, mom bilangin daddy dong mom " rengek Saina.
" Sayang...."
" Tidurlah disini, temani Saina, dia butuh kamu Dan " potong Sera.
Kemudian Sera mencari kaos yang agak longgar dan celana training untuk dipakai Ardan tidur.
Akhirnya malam itu keluarga kecil yang sudah lama terpisah kembali tidur dalam satu kamar bahkan satu ranjang.
#maaf kalau banyak yang kecewa
__ADS_1