Menikah Remaja

Menikah Remaja
ENSM PULUH LIMA


__ADS_3

Ardan yang mendapatkan telepon dari mamanya perihal istrinya langsung bergegas pulang, selama dalam perjalanan senyum terus mengembang dibibirnya,tanpa tahu apa yang akan dia hadapi dirumah nanti.


Orang tua Sera juga sudah sampai dirumah besannya setelah mendapat kabar putri tercintanya kembali hamil dari pernikahan keduanya bersama Ardan.


" Ayah, bunda kapan datang " tanya Ardan ketika masuk rumah.


" Tadi begitu mama kamu telepon bunda dan ayah langsung berangkat kesini " jawab sang bunda.


Sera keluar dengan baju rumahan, wajahnya sangat pucat tetapu dia tidak merasakan apapun kecuali hanya pusing ringan.


" Ini semua, dinikmatin ya puding bikinan Sera " ucapnya sumringah.


Semua memperhatikan puding yang dibawa Sera, tampilannya tampak mengerikan, warnanya hitam dan terlihat tidak layak makan.


Sera memotong puding dan segera menyajikannya kesemua yang ada disana.


" Hueekkk....mommy ini rasanya pahit " pekik Saina.


Ardan ikut mencicipi, * Astaga puding apa ini rasanya aneh banget, pahit, asin, dan baunya bikin eneg * batinnya berkecamuk tetapi Ardan tidak berani pfotes, pasalnya dari dirinya sampai rumah hingga satu jam berlalu, posisinya seperti tidak terlihat dimata Sera alias diabaikan.


" Saina ih tega bilang gitu, ini puding alpukat pakai dark coklat buatan mommy " ucap Sera tidak terima dikomplain sama anaknya.


" Tapi nggak enak mom " Saina kekeh.


Sedangkan yang lainnya hanya terdiam melihat perdebatan ibu dan anak itu.


Padahal kalau boleh komentar, mereka juga merasakan rasa yang sama seperti Saina.


Sera mencicipi puding buatannya, " Enak kok, hanya kebanyakan gula " tuturnya.


Bunda dengan halus bertanya pada putrinya, " Sera tadi bikin sendiri nak?", Sera mengangguk, " Masih ingat tidak resepnya gimana?" tanya bunda lagi.


Sera tampak berfikir, kemudian menceritakan proses memasaknya.

__ADS_1


" Pertama Sera kupas alpukat, trus diblender, masukan dark coklat, diblender lagi,masukan gula dan bahan puding, diblender semua baru dimasak " cerita Sera dengan semangat.


" Biji alpukat?" tanya mama.


" Memang alpukat ada bijinya?" tanya Sera polos.


Semua kini paham, rasa pahit bukan hanya dari dark coklat tetapi juga dari biji alpukat, karena rasanya juga ada rasa getir.


" Ada sayang sini mama kasih tunjuk " ajak mama Ardan sedikit menahan kalimatnya.


Mama ardan membelah buah alpukat, tampaklah biji bulat sebesar bola tenis.


" Lho ternyata ada bijinya ya didalam " ucap Sera santai.


Mama mertuanya hanya menghela nafas.


Sera nyengir tanpa rasa bersalahnya, tetapi tidak ada yang berani berkomentar kecuali Saina.


" Rasa? Nggak ada rasa bun, hanya pusing sedikit " jawab Sera.


" Saina sudah tahu belum kalau dia mau punya adik?" tanya bunda lagi.


" Belum bun, takutnya Saina nggak mau" jawab Sera lirih.


" Biar bunda yang bilang ".


Kini semua berkumpul diruang santai sambil mengobrol dan menikmati cemilan.


" Sayang, apa yang kamu rasain " tanya Ardan.


" Rasanya pengen nendang kamu keluar dari rumah ini " jawab Sera sarkas.


" Kok gitu sih, emang udah nggak sayang lagi ya sama aku ?" tanya Ardan lagi.

__ADS_1


" Pikir aja sendiri, dasar suami pelit, nggak peka " hardik Sera.


Para orang tua hanya mengelus dada melihat kedua anaknya saling debat, tetapi ada kelegaan karena kini Ardan terlihat lebih sabar dan bijak menghadapi istrinya yang semakin ajaib efek dari kehamilannya.


" Saina....gimana kalau punya adik, Saina mau nggak?" tanya omanya.


Saina menggelengkan kepalanya, " Nggak mau oma, nanti Saina nggak disayang lagi sama semua" tutur Saina polos.


" Tapi mommy lagi hamil, ini karena daddy kamu Saina" ucap Sera.


Semua melongo.


" Saina punya adik mom?" tanya Saina.


Sera mengangguk.


" Saina mau mom, Saina suka " seru Saina.


" Tenang sayang, mommy akan tetap sayang sama Saina, cinta mommy nggak akan berkurang buat kamu nak " ucap Sera sambil merentangkang tangan kemudian memeluk putri kecilnya.


Semuanya akhirnya merasa lega.


Hanya tinggal Ardan yang mempunyai pekerjaan meluluhkan hati istrinya yang ngambek karena ditinggal kerja.


Ardan memegangi keningnya uang terasa pening.


" Daddy ikut peluk ya ".


" NO....." pekik kedua wanita yang dicintai oleh Ardan itu.


Semua yang ada mentertawakan Ardan yang dicuekin oleh anak dan istrinya.


.......................

__ADS_1


__ADS_2