
Sementara Sera berada dirumah sakit, Saina diajak berlibur oleh kedua orang tua Sera ke bali, jadi Sera bisa fokus untuk menjaga mama mertuanya tanpa khawatir tentang Saina, apalagi bocah kecil itu sudah tidak minum ASI, makanan dan susu formula sudah mencukupi kebutuhan gizinya.
Sudah hampir 1 minggu setelah kepulangan mama mertuanya Sera bolak balik antara rumah orang tuanya dan rumah mertuanya, padahal mertuanya sudah membujuknya untuk tinggal dirumah itu seperti dulu tetapi dengan tegas Sera menolak, " Ada harga yang harus dibayar oleh seorang penghianat ", itu adalah kalimat yang Sera ucapkan ketika terakhir menolak ajakan mertuanya.
Semua menghargai apa yang menjadi keputusan Sera, karena mereka tahu seperti apa luka yang digoreskan oleh putra semata wayangnya, hingga kini perang dingin antara Sera dan Ardan masih berlangsung.
Ardan awalnya selalu mecoba untuk berbicara pada Sera, tetapi dengan tegas Sera menolaknya dan selalu mengatakan, " Anda tidak berhak berbicara dengan saya!".
Kalimat menohok selalu Sera lontarkan sehingga Ardan memilih diam, asal masih bisa menatap istrinya meski tak mampu menggapainya seperti dulu lagi.
Ardan harus memulai dari awal hubungan yang sudah dirusaknya, tetapi dirinya juga bingung mau memulai dari mana sedangkan pintu hati Sera seperti sudah tertutup rapat baginya, meski berkali- kali Ardan mengatakan bahwa hubungannya dengan Ramona sudah berakhir, Sera tetap pada pendiriannya, acuh dan tak tersentuh.
__ADS_1
" Ma...kondisi mama sudah baikan, ijinkan Sera pamit ya ma" ucapnya sore itu ketika menemani sang mama ditaman belakang rumahnya.
" Apa kamu akan meninggalkan mama lagi nak?" tanya mama mertuanya dengan mata berembun.
Sera tak kuasa menatap orang yang sudah mensuportnya selama ini, " Maafin Sera ma...." ucapnya tercekat menahan tangisnya.
" Apa tidak ada maaf lagi untuk Ardan?, mama mohon Ser maafkan kesalahan Ardan, perbaiki hubungan kalian seperti dulu, mama tahu yang dilakukan Ardan sudah keterlaluan tetapi mama mohon jangan tinggalkan Ardan....jangan tinggalkan kami nak" ucap mama mertuanya diiringi tangisan sambil memohom kepada Sera.
Ardan yang tanpa sengaja menguping pembicaraan keduanya merosot kelantai, ternyata sebegitu menyakitkan luka yang dia torehkan kehati wanita yang suda merelakan masa mudanya demi keluarganya.
Semakin jauh bagi Ardan untuk mendapatkan maaf dan kembali bersama dua wanita yang sudah mengisi hidupnya.
__ADS_1
" Sera pamit ma, Sera punya kehidupan yang harus Sera jalani, Sera harus bekerja mencari uang demi masa depan Saina cucu mama " ucap Sera sambil menggenggam telapak tangan mama mertuanya.
Tangis keduanya pecah ketika mereka saling berpelukan, sungguh berat bagi keduanya untuk berpisah tetapi apa daya keadaan yang membuat hal ini terjadi.
Bruuukkkk.....
Ardan berlutut sambil memegang kaki Sera, tangisnya pecah memohon ampun pada wanita yang berstatus masih istrinya itu.
Sera kaget bukan main, apalagi melihat Ardan menangis sambil meraung meminta maaf darinya.
Awalnya Sera hampir iba tetapi bayangan penghianatan suaminya kembali muncul dikedua matanya, dia pun memejamkan matanya agar kekuatannya kembali muncul, ini adalah resiko yang dia tahu bakal terjadi apabila dirinya bertemu dengan Ardan.
__ADS_1
Setelah menguatkan diri, melihat Ardan menangis justru membuatnya muak, apalagi mengingat belum lama kejadian dimana dirinya memergoki suaminya sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita, dan parahnya ketika mengetahui Sera marah, Ardan bukan mengejarnya dan malah memilih diam, itulah yang membuat Sera semakin terperosok dalam lubang kesakitan.