Menikah Remaja

Menikah Remaja
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai dirumah orang tua Ardan, Sera meregangkan ototnya kemudian segera turun karena sudah rindu dengan putri kecilnya.


" Assalamu alaikum....Saina ....mommy datang" ucapny.


" Waalaikum salam....Se..Ra...." jawab mama mertuanya yang langsung disambut dengan pelukan dan isak tangis.


Sera ikut nenangis dalam pelukan mama mertuanya, " Maafin Sera Ma....maaf Sera udah bikin mama sedih".


" Enggak Sera...justru mama yang harus minta maaf, mama sudah gagal jadi orang tua, sampai anak mama berlaku kurang ajar seperti itu".


Ardan hanya diam tertunduk merutuki kebodohannya yang sudah menyakiti banyak wanita dirumah ini, terutama istri dan mamanya, sedangkan anaknya masih yang belum mengerti apa-apa ikut menjadi korbannya.


Seminggu kemudian......


Sera sedang menyuapi Saina ditaman belakang dekat kolam renang ditemani oleh kedua mertuanya, Saina yang lincah dan aktif membuat semua yang melihatnya ikut tertawa.


Sedangkan Ardan masih belum berani ikut gabung, selama Sera kembali mereka belum pernah satu kamar atas permintaan Sera dan semua memakluminya.


Sera memilih tidur dengan putrinya, rasanya masih terlalu mudah memaafkan semua kesalahan Ardan, luka yang ditorehkan oleh Ardan terlalu dalam hingga Sera masih enggan memaafkan suaminya itu.


" Ser....aku mau ngomong boleh?" tanya Ardan.


" Ngomong aja....mau ngomong apa?" jawab Sera tanpa menatap kearah suaminya.

__ADS_1


" Maafin aku Ser.....aku tahu aku salah dan nggak berhak mendapatkan maaf dari kamu, aku udah jahatin kamu....." Ardan terisak.


Sera menatap kearah suaminya, ada ketulusan dimata Ardan, kemudian Sera mendekat lalu mengusap air mata suaminya.


" Aku udah maafin kamu, tapi kamu harus janji jangan ulangi lagi, aku mohon, sekali lagi kamu ulangi maka kita akan benar- benar berpisah secara hukum dan agama!".


Ardan menggenggam tangan Sera lalu menciuminya, " Aku janji Ser....aku janji nggak bakal mengulangi kebodohan aku lagi,...aku nggak mau kehilangan kamu dan dedek, aku sayang kalian".


Hati Sera menghangat kemudian memeluk suaminya, rasa rindu dan cinta membuatnya memaafkan suaminya, rasanya sudah cukup memberikan hukuman pada suaminya selama hampir empat tahun lamanya.


Ardan membalas memeluk istrinya dengan penuh haru sambil menciumi kepala istrinya, " Sayang banget sama kamu Ser.....".


" Sayang kok diselingkuhin" cibir Sera.


" Khilaf sayang......".


" Auuuuuuhhh sakit Ser......" ucap Ardan sambil mengelus perutnya.


" Masih sakitan aku kamu selingkuhin!".


" Iya.....iya .....aku minta maaf sayang".


" Heuuummmm...." ucap Sera sambil menenggelamkan kepalanya dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Rasanya sangat nyaman dalam pelukan Ardan hingga dirinya msrasa ngantuk.


" Kamu ngantuk?...aku kelonin dikamar aja ya?".


" Dedek lagi bobok....jangan ganggu Dan".


" Dikamar aku aja".


Sera membuka matanya yang dari tafo terpejam, mengerjab kaget lalu melepaskan diri dari suaminya.


" Jangan cari kesempatan kamu!".


" Apaan sih Ser....aku nggak bakal ngapa-ngapain kamu kecuali kamu yang minta"


Sera mencibir Ardan lalu menarik tangan suaminya ke kamar tempat dirinya tidur dengan anaknya.


Ketika membuka pintu pemandangan yang disajikan adalah putri kecilnya yang montok sedang tertidur sambil memeluk giling kecilnya, bibirnya sedikit menganga dengan mata tertutup sungguh membuatnya gemas.


" Dedek cantik banget ya Ser....kaya kamu cantik".


Bluussshhhh......


Pipi Sera merona kala Ardan menyebutnya cantik, kemudian dia mencium pipi putrinya.

__ADS_1


" Saina kekuatanku Dan......tanpa Saina aku nggak tahu gimana aku, dan mungkin tanpa Saina kita juga nggak bakal balikan lagi......kamu harus makasih sama dedek"


Ardan mendekat kemudian mencium pipi putrinya, " Daddy sayang dedek, daddy janji bakal bikin dedek dan mommy bahagia, daddy bakal menebus semua waktu yang hilang dan terlewat, pokonya Daddy bakal bahagiain kalian" ucap Ardan sambil memeluk istri fan anaknya.


__ADS_2