
Sebulan berlalu, Sera sudah aktif bekerja lagi, rumah tangganya berjalan lancar meski dari awal pernikahan hingga saat ini Ardan belum pernah menyentuhnya.
Ardan sudah banyak berubah,dari dirinya yang suka melihat cewek sexy kini lebih memarahi karyawan yang memakai baju kurang bahan, dia membuat peraturan dalam berpakaian standar perusahaan.
Setiap siang hari Ardan selalu menyempatkan diri untuk menjemput Saina pulang sekolah, karena dia mau menebus waktu yang hilang selama dirinya berpisah dengan Sera dulu.
" Daddy....Saina mau punya adik " celetuk Saina siang itu ketika sudah berada dalam mobil daddynya.
Ardan terdiam, dia bingung harus menjawab apa mendengar permintaan putrinya.
" Sabar ya sayang, Saina harus rajin berdoa dan minta sama Allah agar segera dikasih adik, Saina juga bilang sama mommy, oke " jawab Ardan.
" Saina sudah bilang mommy, tapi mommy cuma diam dad, mommy masih kangen uncle Hans ya dad ?" tanya Saina lagi.
" Nanti daddy coba bicara sama mommy ya, sekarang Saina bantu berdoa saja " Ardan menenangkan putrinya.
Sampai dirumah, keduanya menikmati makan siang hanya berempat karena Sera masih di butik nya.
Ayah melihat interaksi antara Ardan dan Saina, keakraban dan keharmonisan ayah dan anak itu membuatnya tersenyum bahagia.
" Saina, makan yang banyak ya, Ayah sudah kenyang" ucapnya berpamitan.
" Yah....kok makannya cuma sedikit, ayah tidak ada masalah kan?" tanya Ardan.
" Ayah tidak ada masalah apapun, hanya saja ayah sudah kenyang Dan " jawabnya sambil menepuk bahu Ardan kemudian berlalu meninggalkan meja makan.
" Bun, apa ayah ada masalah, ayah sehat-sehat saja kan bun?" tanya Ardan khawatir dengan kondisi mertuanya.
__ADS_1
" Bunda juga tidak tahu Dan, akhir-akhir ini ayahmu lebih banyak diam, dia tidak peernah menceritakan keluh kesahnya lagi pada bunda " cerita sang bunda.
Ardan semakin yakin bahwa ayahnya sedang tidak beres, terapi dia berusaha tenang dihadapan semua orang, Ardan akan mencari tahu sendiri.
" Dad, Saina sudah kenyang " ucap putrinya.
" Ya sudah sekarang Saina sama bunda ya, daddy kembali kerja lagi, nanti sore atau magrib daddy pulang kita main lagi " jawab Ardan sambil berpamitan.
Sedan volvo melaju kencang menuju lokasi meeting siang ini, bagaimana tidak, demi menuruti keinginan putrinya Ardan harus rela berkejaran dengan waktu.
Sementara Sera kini sudah lebih bisa menerima kenyataan, dia menjalani hidup seperti biasa, malah kini lebih ringan karena ada Ardan yang membantu merawat putrinya.
" Hay cantiknya mama sudah makan siang kah" sapa mama mertuanya.
" Eh mama, sudah ma tadi makan ketoprak minta tolong dibeliin ob " jawab Sera.
" Ih mama sini Sera temani " ajak Sera duduk di sofa ruangannnya.
Keduanya asik berbincang sambil menikmati makanan yang dibawa oleh mama Ardan.
" Ini kue bikinan mama apa beli " tanya Sera.
" Hah....mana pernah mama bikin kue, ini bi Marni yang bikin " jawab mama mertuanya.
" Kirain sudah pintar bikin kue " ledek Sera.
" Dasar kamu, tapi boleh juga nanti kita sama-sama bikin kue, minta diajarin bi Marni ".
__ADS_1
" Nanti deh ma, Sera lagi ada orderan gaun pesta " tolak Sera halus.
" Iya mama tahu kok, orang mana lagi Ser yang pesan? " tanya mama Ardan.
" Orang Cempaka Putih, nikah yang kesekian hihihi...." Sera tertawa membayangkan pelanggannya ini sudah kesekian kalinya memesan gaun pengantin dengan pasangan yang berbeda setiap pesanannya.
" Hah....jangan-jangan si bandot tua itu " tebak mama.
Sera mengangguk, " Tepat ma, si Pak Rudy kang nikah yang pesan, tapi kali ini seragamnya lebih variatif makanya kita sering lembur " cerita Sera.
" Jangan terlalu cape nak, nanti mama lama lho dapat cucu lagi " seloroh mamanya.
Sera terdiam, dia tiba-tiba mengingat hubungannya dengan suaminya yang masih dingin, apakah mungkin keduanya memprogram anak kedua?, rasanya Sera masih ragu kalau membicarakan hal itu kepada Ardan.
Melihat raut wajah Sera yang berubah, sang mama pun mencoba mengalihkannya.
" Sudah tidak usah dipikirkan, kita nikmati saja hidup ini, sepertinya kita butuh refreshing, bagaimana kalau kita adakan liburan keluarga, kita belum pernah lho liburan bareng " ucap mama Ardan memberikan ide.
" Hm...liburan ya, kayaknya boleh juga ma, nanti kita diskusikan lagi ma, kalau kumpul sama keluarga minggu depan pas arisan dirumah mama " timpal Sera.
" Hah memang di rumah mama ya?, waduh kok mama lupa, mana ini sudah hari kamis, mama pulang dulu deh buat ngomong sama bibi, kamu sih ngajak mama ngobrol jadi kelupaan deh " mama mertuanya mengoceh menyalahkan Sera.
Sera hanya menghela nafas, " Mama yang ngajak ngobrol, yang disalahin Sera, sama persis dengan anaknya " gumam Sera.
Akhirnya mamanya pamit pulang, Sera pun segera membereskan pekerjaanya kemudiian bersiap untuk pulang juga, dia sudah sangat lelah seharian ini hanya berbaur dengan pola dan payet yang dia gunakan untuk msndesain baju pesanan dari customer VIP nya.
Dikit-dikit ya
__ADS_1