Menikah Remaja

Menikah Remaja
TIGA PULUH TIGA


__ADS_3

Setelah drama penuh rayuan akhirnya diputuskan Sera ikut ke kantor suaminya, padahal dia malas kalau harus ikut suaminya tetapi dari pada dirinya hanya sendiri di rumah mungkin lebih baik ikut suamainya.


Selama menikah dengan Ardan, dirinya jarang sekali datang ke kantor kecuali ada acara, Sera memang tidak banyak tahu tentang dunia bisnis keluarga suaminya, dia lebih suka terjun di yayasan sosial milik mertuanya.


" Wah pak Ardan bawa securitynya tuh " celetuk salah satu karyawan ketika mdliha kedatangan Ardan dan Sera.


" Widiiiih go publik juga tuh pak bos, selama gue kerja disini baru kali ini lihat istri pak bos " sahut karyawan lainnya.


Stela salah satu karyawan yang sudah lama naksir pada atasannya itu langsung ikut nimbrung menatap kearah Ardan dan Sera berjalan.


" Ya ampyun seleranya pak Ardan rendah banget, kaya nggak ada cewe yang pantas dinikahin aja " cibir Stela.


" Loe masih terobsesi sama pak bos ya Stel? " tanya Roni asisten Ardan.


" Kalau iya kenapa? Apa urusannya sama loe kanebo kering? " jawab Stela.


" Asal loe tahu, selera pak Ardan bukan cewek ulet bulu kaya loe, paham!" hardik Roni, sambil berlalu meninggalkan kerumunan yang masih bergunjing tentang bos mereka.


" Heran deh, si kanebo suka ikut campur urusan orang, kan siapa tahu aja bininya pak Ardan mati terus gue yang jadi bini selanjutnya ya gak?"oceh Stela.


" Terserah loe Stel....mau ngarang kaya apa juga" sahut Mira.


" Intinya saat ini yang jadi nyonya Ardan ya itu bu Sera" timpal David.


" Apaan sih kalian nggak jelas nggak seru males gue" sungut Stela sambil kembali ke mejanya.

__ADS_1


Sedangkan yang mereka gunjingkan malah asik memilih tempat untuk berlibur, dari hasil rengekan Sera akhirnya diputuskan liburan nanti mereka akan ke bali.


" Biasanya hotel kalau liburan mahal Dan, apa kita cari waktu yang bukan moment aja ya biar murah ".


" Memangnya kenapa kalau mahal? " tanya Ardan sambil membelai rambut istrinya.


" Sayang uangnya " jawab Sera polos sambil nyengir kuda.


Ardan yang gemas langsung memeluk sambil mencium pipi istrinya.


" Kamu tuh ya kaya nikah sama siapa aja, aku masih mampu kalau buat nyenengin kamu sama Saina ".


" Iih nggak boleh gitu Dan, kita harus memikirkan jangka panjang, memangnya kamu nggak mau apa nambah anak, nah kalau nambah anak itu artinya pengeluaran bertambah kan? sekarang kita umur berapa? Kamu mikir nggak kalau kita tua terus kita udah nggak mampu cari uang nasib anak- anak kita bagaimana? Setidaknya kan kita harus menabung buat masa depan " oceh Sera.


Ardan hanya menggelengkan kepalanya mendengan ocehan istrinya, dia suka cara berfikir istrinya tetapi dia juga merasa bersalah karena membatasi keuangan Sera sehingga istrinya berfikir bahwa dengan gaji suaminya yang kecil membuatnya harus berhemat.


" Memangnya uang yang aku kasih kamu pake buat apa?" pancing Ardan ingin tahu.


" Ya aku tabung sebagian buat kebutuhan aku, kan kebutuhan lainnya kamu yang urus bukan aku " jawab Sera santai.


"Oohh....".


" Apaan sih kok O doang?".


" Bukan apa, kamu mau duduk sini nggak? " tanya Ardan sambil menepuk pahanya.

__ADS_1


" Ardan ini dikantor, kamu jangan macem- macem ya! ".


" Kan sama istri sendiri ".


" Nggak, kalau tiba-tiba ada karyawan masuk terus lihat, namanya kamu ngasih contoh nggak baik tahu " cerocos Sera.


" Susah banget sih mau berduaan sama kamu, di rumah ada dedek, dikantor ada karyawan, harusnya memang kita pacaran dulu ya Ser, bukan langsung nikah " omel Ardan.


Sera membelalakkan matanya,kemudian berjalan kearah suaminya, " Pak Ardan lupa kalau dulu nanam saham dulu ya? Apa mau diingetin gimana cara nanam sahamnya? " cibir Sera sambil menggoda suaminya.


" Ser...jangan kaya gini aku makin nggak kuat ".


" Daddy mau pangku mommy nggak? " suara Sera dibuat sesensual mungkin.


Secepat kilat bibir mungil Sera sudah disambar oleh suaminya.


Tidak lama karena masih dikantor akhirnya mereka menyudahi keromantisan mereka.


" Mama bilang mau ajak Saina kerumah bunda nih ".


" Coba tanyain Ser mereka nginep nggak disana ".


Sera mengetik...


" Kayaknya nggak deh soalnya papa besok ada kunjungan ke yayasan ".

__ADS_1


*Yaaaah gagal dech mau nyoba gaya baru.....*


__ADS_2