
Yuhu gak terasa udah sampai di lima puluh episode.... semoga para pembaca tidak bosan ya...thank's
Sarapan pagi ini diwarnai sedikit kegaduhan karena Ayah Sera dari kemarin malam terus menanyakan tentang sosok Hans.
" Ayah sudah dong, lagi sarapan juga, nanti tersedak lho " nasehat sang bunda.
" Habisnya anakmu ini hobbynya PHP bun " ayah meminta dukungan.
" Ayah kata bu guru kalau sedang makan tidak boleh bicara " protes Saina.
Seketika semua terdiam, Sera merasa aman karena sang ayah tidak jadi mencecarnya.
Pagi ini Sera dijemput oleh Hans, rencananya mereka akan mengantar Saina dulu baru kemudian menuju ke rapat dengan klien baru.
Sera berpamitan kepada kedua orang tuanya ketika Hans sudah sampai depan rumahnya, Saina mengikutinya.
Keduanya tampak riang pagi ini, " Yah....apa tidak masalah kalau Sera berpacaran lagi " tanya bunda.
" Sera berhak bahagia " jawab sang ayah.
" Benar yah, tapi ayah bisa lihat bagaimana Ardan sudah banyak berubah " ucap bunda.
" Apa bunda masih berharap hubungan keduanya bisa kembali seperti dulu?, bunda tentu ingat kan bagaimana ayah dulu menolak Ardan menjadi suami Sera, felling ayah kuat bunda, dan ternyata apa? anak kita disakiti, ayah tidak mau hal itu terulang kembali " tegas Ayah Sera, kemudian berlalu meninggalkan bunda yang masih mematung di ruang tamu.
Patah hati seorang ayah adalah apabila putrinya menyukai lawan jenis, dan sakit hati putrinya adalah sakitnya juga.
__ADS_1
Ayah Sera mengetahui betapa rapuhnya seorang Sera tetapi masih menutupinya dengan tawa, padahal kepedihannya sangatlah dalam.
Terkadang ayahnya mendengar Sera menangis ditengah malam, berfikir kalau anggota keluarganya sudah tidur semua, tetapi Sera tidak tahu kalau ayahnya suka terbangun dini hari.
Pernah ketika ayah Sera keluar kamar, menatap sosok gadis kecilnya yang kini sudah menjadi seorang ibu sedang memukuli dadanya, tangisnya terdengar pilu, Sera bertumpu pada meja makan diruang tengah.
Ayah Sera akhirnya ikut menangis, betapa sakit hatinya melihat putri yang dia besarkan penuh kasih sayang malah disakiti dan dikhianati oleh lelaki yang hanya bertemu beberapa tahun saja.
Wajar kalau ayah Sera mendukung Sera bersama Hans, dari pada harus kembali bersama dengan mantan menantunya yang punya sifat buruk yaitu tukang selingkuh.
Di butik ARSENA
" Hay cantik " sapa seorang wanita yang sedang duduk sambil memangku bayinya.
" Stela " ucap Sera.
Yang disebut namanya tampak melambaikan tangan, " Iya ini gue Stela, ini anak gue sama.....calon suami gue " Stela tampak menjeda perkataannya.
" Ini calon suami kamu " tanya Sera.
" Iya sekaligus ayah biologis anak gue, gue pikir awalnya pak Ardanlah ayahnya ternyata bukan, dan terbukti man Haryo ini lah ayahnya" ungkap Stela santai.
Sera pun terdiam bungkam seribu bahasa sambil mendengarkan cerita Stela.
" Sebelum pak Ardan pacaran sama gue, gue udah pacaran sama mas Haryo, tetapi ketahuan oleh istri mas Haryo bakhan gue sampe dilabrak didepan umum, akhirnya putus dan tanpa kita ketahui ternyata gue putus dalam keadaan mengandung anak mas Haryo, karena gue bingung makanya gue godain suami loe, nggak tahunya suami loe mau sama gue, sampe beberapa kali menginap di apartmen gue, sampe gue beraniin bilang kalau gue hamil anak pak Ardan, dia sempet percaya sampai menjanjikan pernikahan sama gue, tetapi keburu ketahuan sama pak Mahendra jadilah seperti ini, gue kembali ke mas Haryo, dan mas Haryo pun menceraikan istrinya demi gue " cerita Stela panjang kali lebar.
__ADS_1
Sera menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak menyangka wanita dihadapannya ini bisa dengan santai menceritakan bagaimana dia merebut suami orang dengan bangganya.
Entah mengapa ada sedikit kelegaan mengetahui bahwa anak Stela bukanlah darah daging Ardan.
" Selamat atas keberhasilanmu, lalu apa tujuanmu kesini untuk memesan gaun pengantin?" kalimat yang keluar dari bibir Sera mengandung unsur ejekan.
" Tentu saja, wanita secantik gue pasti akan mengadakan pesta mewah dihari istimewanya, tidak seperti loe yang nikah aja sembunyi-sembunyi kan? Bay the way....loe juga sudah cerai kan sama suami loe? Selamat ya atas status baru loe " Sindir Stela tidak kalah pedas.
" Meski Sera sudah berpisah dengan putraku tetapi Sera tetap anak perempuanku sampai kapanpun, apa urusanmu nona" skakmat dari wanita paruh baya yang baru saja masuk kedalam butik .
Beliau adalah mama dari Ardan, beliau sangat mengena Stela, tujuan Stela datang ke butiknyaa salah satunya adalah untuk menunjukkan bahwa tanpa Mahendra group dirinya masih bisa tampil dan hidup glamour berkat pak Haryo lelaki paruh baya yang direbutnya dari istri pertamannya.
Tetapi itu tidak berpengaruh bagi Sera maupun mama Ardan, karena mereka kini hanya menganggap wanita dihadapannya adalah customer.
" Silahkan pilih gaun mana yang anda sukai, selanjutnya asisten saya yang akan melayani anda, terima kasih " Sera berbicara dengan bahasa formal.
" Sudah sayang kamu pilih manapun yang kamu mau, mas akan bayar berapapun " lelaki paruh baya itu berkata sambil meraih pinggang Stela.
Itu semua tidak luput dari lirikan Sera yang menatap jijik dari pantulan kaca dihadapannya.
Biar bagaimanapun Stela lah yang membuat dirinya harus mengakhiri hubungan dengan ayah dari anaknya.
Meski kini Sera telah membuka hati untuk lelaki lain tetapi jauh didasar lubuk hatinya masih ada nama mantan suaminya, seandainya suaminya tidak berselingkuh tentu dia akan menjalani rumah tangga yang utuh sampai sekarang.
# Biar begini dulu ya....jangan buru-buru
__ADS_1