
" Aku..."
" Mau nolak lagi kan? udah deh Ser cape ngomong sama kamu kalau ujung-ujungnya ditolak lagi, heran punya istri kaya ngga punya istri " sungut Ardan.
" Dengerin dulu ngapa?...kamu sukanya marah-marah, aku belum selesai ngomong, aku sama mama dan bunda udah sepakat buat bikin surprize diacara ultah kamu dengan ngumumin ke semua orang kalau aku istri kamu dan dedek adalah anak kita, tapi kamu malah kaya gini bikin aku bocorin rencana surprize buat kamu " cerocos Sera sambil manyun.
Ardan berbinar lalu memeluk Sera, seakan tidak percaya bahwa mama dan mertuanya punya rencana jenius tetapi secara tidak langsung dialah yang membuat gagal.
" Beneran Ser.....beneran kalian mau bikin surprize buat aku? " oceh Ardan.
" Ngga jadi karena kamu udah tahu" sungut Sera kesal.
" Sorry Ser....jadiin ya...ya...pliiiiiiiiisssss entar aku pura-pura ngga tahu deh "pinta Ardan.
" Mana ada begitu? ngga lucu !".
" Udah dong jangan ngambek kan aku udah minta maaf ".
" Kamu enak tinggal minta maaf, aku gimana? bisa diceramahin mama sama bunda yang ada mah".
" Makanya kamu jangan bilang kalau aku udah tahu...ya sayang" saran Ardan sambil memainkan alisnya.
__ADS_1
Sera kesal melihat tingkah suaminya yang menyebalkan, tetapi dalam hati Sera ada rasa senang melihat senyum suaminya yang ganteng tapi tengil itu.
" Jadi?.." tanya Ardan.
" Apa? ".
" Kamu udah terima cinta aku kan? " tanya Ardan lagi memastikan.
Wajah Sera memerah kemudian memukul lengan Ardan, tetapi segera ditangkap oleh Ardan, lalu sengaja dia mendekatkan wajahnya kearah istrinya, Sera menjadi gugup pasalnya mereka sama-sama belum pernah saling berdekatan setelah kejadian malam dimana Saina dibikin dalam keadaan tidak sadar.
" Sera...boleh ya? " suara Ardan parau menahan hasratnya.
Sera semakin gugup dan takut tetapi dirinya adalah milik suaminya yang saat ini sedang meminta ijin untuk menyentuhnya.
Akhirnya malam itu terjadilah hubungan halal keduanya setelah menahan hampir dua tahun lamanya.
Dengan cinta ternyata mereka mampu menumpahkan segala rasa tanpa paksaan dan penolakan.
Pagi hari Sera terbangun dengan keadaan polos, dia menatap kesamping tampak suaminya sedang tertidur pulas dengan keadaan yang sama seperti dirinya, ketika sedang menikmati pemandangan wajah tampan suaminya tiba-tiba dia teringat akan Saina, bayi gembul yang dititipkan ke mertuanya semalam.
" Astagfirullah...dedek.." ucap Sera yang kencang sampai membangunkan Ardan.
__ADS_1
" Dedek kenapa? dedek mana Seraa..." cerocos Ardan ikut panik, apalagi melihat Sera berlari ke kamar mandi.
Sera segera membersihkan diri lalu keluar mencari anaknya, Ardan pun segera mandi dan ikut keluar mencari.
Ternyata baby Saina sedang asik mengunyah makanannya sambil dipangku oleh opanya dan disuapin oleh omanya.
" Dedek....maafin mommy ya ?" ucap Sera merasa tidak enak dengan mertuanya.
" Uluh...uluh...yang abis program adeknya Saina, sampai dipanggilin ngga denger semalem" goda mama mertuanya.
Sera memerah karena malu,sedangkan Ardan tampak biasa saja malah cengengesan sambil menggoda anaknya yang sedang menggerakkan tangannya kearah Daddynya seraya meminta gendong.
" Anak daddy kangen ya sini ikut daddy" ucap Ardan seraya mengangkat tubuh gembul anaknya.
" Ngga tuh...dedek lebih suka sama oma opanya" jawab sang mama seraya menirukan suara anak kecil.
" Yeee apaan sih ma orang dedek suka kok sama Ardan" sangkal Ardan sambil menciumi anaknya.
" Makanya sama anak itu perhatian jangan cuma Sera aja yang peduli sama dedek, kamu juga harus luangin waktu Dan" nasehat papanya.
" Iya pa....Ardan mulai sekarang bakal banyakin waktu buat keluarga Ardan terutama buat Saina" jawab Ardan.
__ADS_1
Sera merasa senang karena Ardan mau meluangkan waktu untuk Saina setidaknya Ardan sudah ada sedikit perubahan dari pada dulu yang hanya memberikan uang dan jarang ikut membantu merawat anaknya.
.............