Menikah Remaja

Menikah Remaja
TUJUH


__ADS_3

Kini Sera dan baby Saina sudah kembali kerumah keluarga Mahendra,setelah acara aqiqah kedua orang tua Sera sudah kembali pulang kerumah mereka, Sera mulai merawat baby Saina dengan diajari dan dibantu oleh Mama mertuanya.


" Ma...Saina pipis, Sera lagi makan " teriak Ardan sambil menepuk pantat anaknya yang masih menangis.


Sera yang mendengar anaknya menangis langsung menyudahi acara makannya dan berlari ke kamar.


" Diapain sih? " tuduhnya dengan tatapan mengintimidasi.


" Popoknya basah Ser...ngga gue apa-apain kok" jawab Ardan.


Sera segera mengganti popok Saina, lalu segera memberikan asi kepada anaknya.


Ardan yang masih dikamar kaget ketika Sera mengeluarkan sumber kehidupan anaknya tanpa basa basi dihadapan Ardan.


Ardan menelan salivanya melihat sesuatu yang bisa membangkitkan jiwa kelakiannya terampang dihadapannya.


Sera yang menyadari kelakuan Ardan langsung melempar bantal Saina kearah suaminya itu.


" Jangan mesum kenapa?" sungutnya.


" Siapa yang mesum sih Ser....kamu suka nuduh suami dosa tahu, lagian selama menikah aku belum pernah lihat kan?" .


" Tuh kan mesum!".

__ADS_1


" Itu normal bukan mesum, apalagi sama istri sendiri itu ibadah Ser " kilahnya.


" Kenapa ngomong nya aku-akuan? geli gue".


" Ser.....bisa ngga mulai sekarang jangan gue elo apalagi ada Saina,kamu mau Saina nanti ikutan ngomong gue elo kalau lagi ngomong sama kita?".


Sera tercengang lalu menatap bayi mungil yang masih menyedot ******nya.


" Maaf....maafin Mommy ya dek " lalu Sera mencium pipi putrinya.


Ardan pun mendekat mencium pipi putrinya sambil sedikit menekan kepalanya hingga tanpa sengaja menyentuh payudara Sera.


"Ardaaaaaan..." pekik Sera, sedangkan Ardan memilih berlari keluar dibanding diamuk oleh Sera, Dia kembali menenangkan anaknya yang kaget karena teriakannya.


Kini Sera sudah kembali ke sekolah, oleh karena itu setiap pagi dia menyiapkan asi hasil pompaannya dan menitipkan baby Saina ke mertuanya.


Sedangkan Ardan hanya terima beres karena sudah lelah bekerja mengurus cafenya.


Di Sekolah.


Sera berjalan menuju kelasnya seperti biasa, dia sudah mendapatkan sahabat baru yaitu sofi, karena Sera mengulang kelas 11 berbeda dengan Ardan yang kini sudah duduk dikelas 12, tetapi Sera tetap biasa saja dirinya tidak ambil pusing omongan orang yang menjadi tujuannya adalah menimba ilmu setinggi mungkin demi masa depannya.


" Heh Sera...Loe ngga malu apa masih sekolah disini secara loe udah ngga naik setahun, kalau gue jadi loe, gue pasti milih pindah sekolah " cibir Vena mantan teman seangkatan Sera.

__ADS_1


Sera memilih diam enggan berkomentar dan melewati Vena begitu saja.


Vena geram lalu menabrak Sera sehingga makanan yang dibawa Sera berhamburan dilantai.


Sera menutup matanya menahan emosi, sedangkan Vena dan teman-temannya tertawa mengejek.


Tiba-tiba Sera merasa tangannya digenggam oleh seseorang, ketika membuka matanya ternyata Ardan lah yang menggenggam tangannya.


" Ikut aku" sambil membawa Sera kearah mejanya.


Semua mata menatap bingung, bagaimana tidak Ardan terkenal badboy banyak cewek yang berharap menjadi kekasihnya tetapi justru Sera yang dipilih oleh Ardan bahkan diperlakukan secara lembut.


Sera pun duduk dimeja tempat dimana Ardan,Dito dan Muel duduk sambil menikmati makanan mereka.


" Kamu ngga apa-apa kan? jangan hiraukan dia" ucap Ardan.


Sera menggelengkan kepalanya.


" Ardan Mahendra....Loe ngga bisa seenaknya giniin gue, gue ini pacar loe!" pekik Vena.


Sera melirik Ardan, yang dilirik gelagapan.


" Selesaiin urusan loe, tenang aja gue ngga bakal ngadu ke dedek Saina" bisik Sera pelan sambil berlalu meninggalkan Ardan yang masih bengong.

__ADS_1


Sera meninggalkan kantin segera menuju taman belakang, hatinya sakit disaat dia mencoba membuka hati untuk Ardan tetapi justru menerima kenyataan bahwa selama ini dibelakangnya Ardan bermain hati dengan Vena.


__ADS_2