Menikah Remaja

Menikah Remaja
DUA PULUH LIMA


__ADS_3

Pulang dengan tangan kosong, Ardan tidak berhasil membawa Sera dan Saina kembali ke rumah.


Hampa itulah hidupnya kini tanpa istri dan anaknya.


Rasa bersalah dan penyesalan berkecamuk dihatinya,tetapi semua sudah terjadi dan maafpun belum didapatkannya.


2 tahun kemudian.....


Selama ini Ardan hanya bisa bolak balik jakarta bandung demi bertemu dengan anak dan istrinya yang masih belum mau ikut dengannya ke jakarta, setiap jumat Ardan meminta ijin pada orang tuanya untuk menemui dua wanita yang telah membuatnya kalang kabut.


" Assalamu alaikum....Saina daddy datang" ucap Ardan.


Saina berlari kearah daddynya sambil tertawa riang, hari libur adalah waktunya untuk bermain bersama daddynya, dan Sera tidak pernah membatasi kapanpun Ardan datang pintu rumah selalu terbuka kecuali pintu hatinya yang masih tertutup rapat.


Ketika Saina bersama dengan Ardan maka Sera memilih pergi memberikan waktu untuk kedua ayah dan anak itu, Sera memilih fokus pada pekerjaanya ,kuliahnya hanya tinggal menyusun skripsi jadi banyak waktu Sera untuk bersantai menyelesaikan pekerjaanya.

__ADS_1


Opa dan omanya juga tidak mau ikut campur urusan rumah tangga cucu semata wayangnya itu, bagi mereka asal Sera bahagia sudah lebih dari cukup, mereka hanya tinggal mengawasi serta mendampinginya saja.


" Sera....itu Ardan ketiduran di ruang tamu sama Saina, sana kami suruh pindah dulu nak" ucap oma menghampiri Sera diruang kerjanya.


" Baik oma ".


Sera tidak pernah membantah ucapan orang tua serta oma opanya, jadi mereka tidak pernah ada yang berani memarahi Sera.


Apapun yang Sera lakukan pasti sudah diperhitungkan olehnya bukan yang asal-asalan.


Sera menghampiri Ardan dan Saina diruang tamu,posisi Ardan tidur terduduk sambil memeluk putrinya yg tertidur dengan mulut saling menganga.


Tanpa Sera tahu sebenarnya Ardan tidak sepenuhnya tertidur sejak Sera menghampirinya, hanya saja Ardan ingin tahu apa yg dilakukan Sera, dan ternyata dia harus mendengar ungkapan kesakitan Sera atas perlakuannya dimasa lalu.


Ingin rasamya Ardan langsung merengkuh bahu istrinya tetapi apa daya,Sera masih enggan berdamai dengannya bahkan sering memilih diam tanpa suara ketika Ardan datang untuk menemuinya dan Saina.

__ADS_1


" Dan bangun, aku mau pindahin dedek dulu" panggil Sera pelan.


Ardan pura-pura terbangun lalu menatap kearah Sera.


" Biar begini aja Ser".


" Posisinya nggak nyaman kasian dedek, atau ksmu bawa dedek pindah tidur dikamar sana".


" Kamar yang mana?".


" Kamar aku aja, soalnya dedek biasa nangis kalau bangun ditempat yang berbeda".


" Baik aku pindah" ucap Ardan kemudian bangkit sambil menggendong Saina untuk pindah kekamar Sera.


Ada debaran aneh ketika Ardan masuk kekamar istrinya, selama ini dirinya tidak diijinkan masuk kekamar itu tetapi hari ini sang empunya malah menyuruhnya untuk masuk dan tidur dikamar tersebut.

__ADS_1


Harum bau khas dari parfum Sera bercampur minyak telon Saina tercium oleh Ardan, dengan hati-hati doa meletakkan Saina dikasur empuk milik Sera, kemudian dirinya berbaring sambil memeluk putrinya tetapi matanya sulit terpejam kembali dan memilik melihat sekeliling kamar istri yang dirindukannya itu.


" Rapi....wangi dan tetap sama seperti dulu , berwarna nude, banyak foto dedek dan masih ada foto Sera ketika SMA dulu. Maafin aku Ser...luka yang aku buat udah bikin kamu sesakit ini hingga hampir 3 tahun kamu masih mengabaikanku, andai aku bisa mengulang waktu, aku akan memilih untuk nggak nyamperin Mona dihari itu, aaah..... tapi nasi sudah menjadi bubur rasanya percuma menyesalinya ,yang harus aku lakukan adalah menaklukanmu dan kembali bersama seperti dulu, berkumpul di jakarta tanpa harus bolak balik seperti ini, jujur aku lelah Ser....tapi ini semua aku lakukan demi kalian".


__ADS_2