Menikah Remaja

Menikah Remaja
EMPAT PULUH SATU


__ADS_3

Hari ini Ardan datang menjemput Saina untuk pergi ketaman hiburan, sedangkan Sera tetap pada pendiriannya untuk tidak ikut serta, melihat kondisi demikian,maka Ayah dan bunda Sera memutuskan untuk ikut kemana cucunya pergi demi menggantikan Sera.


" Kamu benar tidak ikut nak?" tanya sang bunda.


" Heem iya bun, Sera ada janji dengan klien " jawwb Sera.


Ardan menghela nafas, gagal rencananya untuk pedekatan dengan mantan istrinya itu, mungkin bagi Ardan masih ada kesempatan lagi selama dirinya mau berubah, tetapi bagi Sera terlalu sakit untuk memaafkan Ardan begitu saja.


Setelah Ardan, Saina dan kedua orang tuanya pergi, Sera segera bergegas menuju cafe tempatnya membuat janji dengan klien, ada klien yang mau memesan gaun pengantin, tetapi karena keduanya pekerja makanya hanya bisa dihari libur mereka membuat janji dengan designer.


"Selamat Siang, maaf sudah menunggu lama " Sera menyapa kliennya.


" Tidak apa nona Sera, kami juga baru saja sampai" jawab salah satu kliennya.


Pembahasan tentang design baju pengantin cukup lama, karena calon pengantinnya berbeda pendapat, sampai agak bersitegang, bagi Sera itu hal yang wajar karena dia sudah sering menghadapi kasus demikian.


Sera memilihkan salah satu hasil karyanya yang ternyata cocok bagi keduanya, akhirnya diputuskan karya terbaru Sera lah yang menjadi pilihan mereka.


Klien Sera sudah pamit, tetapi Sera belum beranjak dari kursinya, dia masih menikmati minuman yang menyegarkan kepalanya.


" Sera, ini aku Amanda, kamu beneran Sera Wijaya kan?" suara seorang wanita.


Sera menoleh, " Amanda, ini beneran kamu?" Sera tidak percaya, sahabatnya yang dulu suka bolos bersamanya kini sudah menjadi ukhti-ukhti berhijab.


Wajah Amanda terlihat lebih teduh dan menawan dengan mengenakan gamis syar'i.

__ADS_1


" Iya Ser, Masyha Allah, kamu masih awet kaya dulu Ser, cantik ".


" Apaan sih Manda, kamu juga makin cantik, sholekhah ".


" Iya, Alhamdulillah semenjak menikah aku mengenakan hijab ".


" Menikah? Kok aku nggak diundang sih?" prptes Sera.


" Bagaimana mau ngundang, kamu dimana saja aku nggak tahu kok".


" Aku masih dirumah orang tuaku, kapan mau main?".


" Lho...bukannya kamu sudah menjadi seorang istri dari Ardan Mahendra sang casanova?".


" Maaf Ser, aku nggak tahu" Amanda jadi tidak enak.


" It's oke Manda, santai saja" ucap Sera sambil tersenyum ramah.


" Terus anak kamu ikut kamu kan?" tanya Manda lagi.


" Iya....aku yang menang di sidang hehehe, makanya kapan-kapan mampir ke rumah, biar ketemu anak aku " timpal Sera.


" Iya nanti kalau dapat ijin dari Wisnu ya Ser, aku juga pengennya bisa kumpul kaya dulu tapi semenjak nikah sama Wisnu, aku jadi harus ijin kalau keluar rumah " cerita Amanda.


" Wajar dong kan namanya istri harus nurut sama suami, apalagi kakau dalam hal kebaikan, ya nggak?" sahut Sera.

__ADS_1


" Iya betul Ser, aku masih nggak nyangka bisa nikah sama Wisnu, kakak kelas kita waktu SMA dulu" cerita Amanda.


" Wait....wait....wait....maksud kamu? Suami kamu kakak kelas kita, Wisnu yang sati genk sama kak Leo bukan?" tanya Sera penasaran.


Amanda tersenyum, " Iya bener Ser, kamu masih inget kak Leo ya ternyata, mantan kamu itu, dia sekarang udah nikah lho anaknya 2 kembar " lanjut Amanda.


Sera teringat bagaimana Leo dulu menjaganya, menyayanginya, tetapi karena kelalaiannya berakibat dirinya terjebak menikah diusia remaja .


" Aku senang kalau pada akhirnya kak Leo bahagia, semoga kamu juga bahagia dengan rumah tangga kamu Manda, aku akan selalu mendoakan kalian ".


Keduanya hanyut dalam obrolan serta candaan, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan saatnya makan siang, terlihat seorang lelaki berjalan kearah mereka setelah menemukan sosok wanita yang kini tengah mengandung buah hatinya.


" Sayang, maaf lama, tadi ban mobilnya kempes" ucqp lelaki itu kemudian mencium punggung tangan istrinya.


" Tidak masalah mas, aku kebetulan ketemu sahabatku waktu SMA, kamu inget nggak dia siapa?" tanya Amanda pada suaminya.


Sera tampak tersenyum menatap ke arah suami sahabatnya, terlihat lelaki itu bingung tetapi kemudian dia ingat siapa wanita yang sedang bersama istrinya itu.


" Sera Wijaya bukan?" tanya Wisnu.


" Iya mas, ini Sera sahabatku waktu SMA, aku seneng mas bisa ketemu sama dia lagi" ucap Amanda.


Lalu Sera bersalaman dengan Wisnu, saling bertanya kabar, kemudian Wisnu membawa Amanda pulang, setelah istrinya bertukar nomor ponsel dengan sahabatnya.


Sera juga segera pulang karena sudah lama keluar rumah dihari liburnya.

__ADS_1


__ADS_2