Menikah Remaja

Menikah Remaja
ENAM BELAS


__ADS_3

" Saina....pelan-pelan nak, jangan lari nanti jatuh " teriak oma Farah ( mamanya Ardan).


" Opa....oma,opa puyang " jawab Saina sambil berlari kearah Opanya.


Begitulah Saina ketika opanya datang berbeda ketika Ardan pulang, maka Saina akan cuek saja tanpa menyambut daddynya, terkadang Ardan sampai kesal karena anaknya begitu dekat dengan oma opanya sedangkan dengan orang tuanya lebih cuek.


" Cucu opa....cantik banget, harum lagi pasti udah mandi ya sama oma? " ucap opanya.


" Iya opa, dedek andi cama oma " sambil memeluk leher opanya.


Sera yang baru pulang dari kampus tampak lelah, meskipun pulang pergi suaminya setia mengantar dan menjemputnya tetapi kegiatan dikampusnya ditambah perdebatannya dengan Ardan.


" Begitu aja terus ngga ada ujungnya !" omel Sera ketus sambil masuk rumah mendahului Ardan.


Setelah salim ke kedua mertuanya dia pun berpamitan untuk membersihkan diri, sedangkan Ardan yang baru masuk main nyelonong aja tanpa salam dulu apalagi salim.


" Ardan...yang sopan kamu ada orang tua main nyelonong aja kaya gedebong hanyut " tegur sang mama.


" Ntar dulu ma ini masalah serius " jawab Ardan.

__ADS_1


" Masalah apa Dan..." tanya Papanya.


" Ardan titip dedek dulu ya pa, ma....nanti Ardan ambil kalau udah selesai" ucap Ardan sambil berlalu.


Orang tua Ardan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya yang absurd itu, ada saja tiap hari masalah mereka setiap pulang, entah masalah serius atau masalah sepele.


Di kamar Ardan....


"Ser...kita perlu bicara " ucap Ardan ketika masuk.


Sera yang sedang menyisir rambut menatap jengah suaminya melalui cermin didepannya.


" Hadeeeeh udah dibilang itu anak baru trus nanya ruang dosen abis itu dia ngucapin makasih trus salaman kenalan, dia junior aku Dan ngerti ngga sih ".


" Tapi ngga usah pake senyum-senyum segala dong ".


" Masa aku harus manyun yang benar aja ".


" Kamu sadar ngga kalau kamu udah punya suami bahkan anak? bilang dong kalau kamu udah bersuami, kamu udah punya Saina, kita lagi progran anak kedu.....".

__ADS_1


" Stop!!! lama- lama omongan kamu ngaco ya? aku udah jaga diri aku buat keluarga terserah kamu mau mikir gimana, aku kuliah demi masa depan biar bisa kerja enak buat dedek, kalau kamu mau tetap dengan pemikiran-pemikiran negatif kamu silahkan aku ngga perduli itu urusan kamu!" tegas Sera.


Ardan terdiam, Sera bangkit dari kursi meninggalkan Ardan yang masih termangu.


" Satu lagi yang harus kamu ingat, aku udah serahin hidup aku sama kamu tapi kalau kamu terus kaya gini cemburu ngga jelas aku mending bawa Saina pergi " ancam Sera.


Ardan berjenggit kaget lalu menarik tangan Sera, " Apaan sih Dan lepasin" pekik Sera.


"Kamu pikir kamu bisa pergi dari aku? apalag membawa Saina?....Dengar ya sampai kapanpun aku nggak akan biarin kalian pergi dari aku, bahkan kalau bisa kamu aku pindahin ke kampus yang deket sama cafe biar aku bisa awasin kamu 24 jam " ancaman Ardan yang sebetulnya hanya menutupi kecemburuan dia.


Sera menatap suaminya tanpa berkedip, kemudian tertawa sampai terpingkal- pingkal, Ardan yang tadinya serius pun jadi bingung dengan tingkah istrinya tersebut.


Setelah puas tertawa, Sera segera melepas tangan suaminya yang masih mencekalnya.


" Ardan Mahendra suamiku yang nyebelin dan cemburuan dengerin aku ya,..."Sera menjeda ucapanya.


" Aku itu selalu bisa menjaga diri aku,mengatur waktu aku,bahkan kuliah sambil membawa Saina pun pernah, apa kamu bisa kerja bawa Saina? justru yang harusnya was-was itu aku karena kamu kerja dilingkungan yang bisa memudahkan untuk melakukan hal-hal yang diluar nalar lho Dan....coba kamu pikir, apa kamu sudah berlaku adil?, jangan hanya karena cemburu kamu sampai nuduh aku yang nggak-nggak sedangkan kamu sendiri apa udah bener jadi suami?"


" Udah sekarang nggak perlu diributin yang ngga penting, aku mau ambil Saina kasihan dari tadi sama oma opanya" lanjut Sera sambil berlalu keluar kamar meninggalkan Ardan yang masih terdiam mencerna omongan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2