Menikah Remaja

Menikah Remaja
SEMBILAN


__ADS_3

Ardan menatap dalam Sera yang kini berada diatasnya, sungguh baru kali ini dirinya menyadari bahwa cewek yang sudah dinikahinnya hampir satu setengah tahun lalu ternyata memiliki paras yang cantik ,bibirnya merona warna pink alami, mata bulat dengan bola mata berwarna coklat, rambut sedikit bergelombang dengan warna hitam, hidung mancung dan nafasnya sangat harum, jujur jiwa kelakiannya terasa tertantang.


Tetapi sejurus kemudian Sera justru bangkit dari atasnya.


" Jangan keterlaluan Ardan, aku ngga mau ngerusak hubungan orang " ucap Sera.


Ardan mendengus kesal, " Udah aku bilang aku sama Vena ngga ada hubungan, aku harus gimana sih biar kamu percaya? "ucap Ardan kesal.


Sera mencari kebohongan dari pancaran mata Ardan, tetapi tidak ada kebohongan, lalu Sera menghela nafas berat.


" Kasih aku waktu Ardan...semuanya terlalu cepat, bahkan aku masih tidak percaya dengan semua ini, aku tiba-tiba hamil, lalu menikah dan kini aku sudah memiliki Saina, tanggung jawab ini terlalu besar buat aku " Sera menunduk menahan air matanya.


" Apa kamu menyesal Ser? " tanya Ardan.


Sera menggelengkan kepalanya, " Bukan...Aku ngga menyesal tapi....ini masih baru buat aku, aku...aku takut aku ngga bisa jadi istri dan ibu yang baik buat Saina ".

__ADS_1


Ardan menggenggan jemari Sera, " kita sama-sama belajar ya Ser, aku janji buat selalu jagain kamu dan Saina, maaf udah bikin kamu terjebak nikah diusia remaja sama aku ".


" Jangan merasa bersalah, disini aku yang salah....kita mulai dari awal ya Ser, misalnya dari pacaran gimana? " kelakar Ardan.


Plakkk....


Sera memukul lengan Ardan, yang dipukul pun meringis kesakitan.


" Ngaco...gimana mau pacaran, orang udah ada dedek Saina ".


" Ya elah Ser kan bisa titip ke Mama atau ke Bunda, jadi kita bisa pacaran tanpa gangguan monster ***** itu ".


Ardan tergelak diatas kasurnya lalu menatap Sera yang kini duduk disampingnya, Sera tampak tersenyum dan seketika membuatnya ingin segera meraup bibir pink tersebut.


" Ser....boleh itu ngga?" tanya Ardan hati-hati.

__ADS_1


" Itu apa? " menatap Ardan dengan tatapan bingung.


" Itu Ser....aaah udah aku mau mandi dulu aja, takut khilaf " ucap Ardan seraya berjalan kearah kamar mandi.


" Dasar aneh.." gumam Sera.


Hubungannya dengan Ardan kini sudah mulai membaik, tetapi untuk menerima Ardan sepenuhnya jujur Sera belum siap, apalagi hubungan mereka berawal dari sebuah kesalahan, meski sudah hidup bersama dalam sebuah pernikahan tidak pernah sekalipun Ardan menuntut haknya terhadap Sera, dia tidak mau memaksakan kehendaknya karena takut Sera akan pergi meninggalkannya.


Ardan memilih menahan apalagi Sera statusnya masih pelajar kelas 11 dan dirinya kelas 12, masih ada waktu untuk melakukan pendekatan dengan istrinya setidaknya sampai keduanya sama-sama lulus SMA , maka Ardan bersumpah tidak akan membiarkan Sera tidur dengan nyenyak lagi.


Padahal selama ini Sera tidak pernah tidur nyenyak karena setiap mendengar rengekan Saina maka naluri keibuannya akan segera muncul, dengan melupakan rasa kantuknya Sera akan segera menimang putri cantiknya itu.


Baby Saina memiliki wajah yang hampir sembilan puluh persen menuruni dari Ardan sisanya baru mengikuti Sera, terkadang Sera hanya mendengus kesal ketika banyak dari orang yang datang menengok Saina maka mereka akan mengatakan bahwa Saina mirip Ardan, tidak ada yang mengatakan mirip dirinya.


Dan hanya dibalas ejekan oleh Ardan dengan celetukan menyebalkannya.

__ADS_1


" Makanya pas bikin jangan cemberut biar mirip kamu Ser..".


Kalau Ardan sudah bicara seperti itu otomatis yang lain akan tertawa menanggapi ocehan badboy tengil yang kini sudah berstatus Daddy anak satu.


__ADS_2