
" Dasar anak nakal, disuruh anteng dirumah malah kabur" cerocos mama Ardan setelah membaca secarik kertas yang ditinggalkan oleh anaknya.
" Sudahlah ma...".
" Papa ini gimana sih, kalau sampai terjadi sesuatu sama Sera dan kandungannya gimana?".
" Sera pergi sama suaminya ma, papa yakin Ardan akan menjaga Sera dengan baik " papa berusaha menenangkan istrinya.
" Awas saja kalau sampai Sera kenapa-kenapa, mama ulek si Ardan " ancam mama Ardan.
" Ya Allah ma, sama anak sendiri gitu amat, itu anak semata wayang kita lho ma ".
" Dulu papa kan yang nggak mau nambah anak, papa takut punya anak perempuan, karena papa mudanya nakal, takut anaknya kena karma, buktinya si Ardan plek ketiplek papa kelakuannya, ampuuuuun bikin sakit kepala " cerocos mama Ardan.
" Kok jadi papa yang dibawa-bawa, udah ah ma, mending buruan masaknya papa lapar ini habis nganter cucu " papa Ardan berusaha menyudahi perdebatan mereka.
Tepat pukul sembilan pagi, mobil Ardan memasuki kawasan rumah mereka.
Sera tertidur selama perjalanan pulang, mungkin karena bawaan hamil, apalagi mereka keluar pagi sekali demi memenuhi keinginan Sera.
Berangkat merengek, pulang pun juga merengek dengan alasan panas lah, lapar lah, kangen Saina lah, ada saja alasan Sera, padahal Ardan masih mau berduaan dengan istrinya tanpa ada yang mengganggu.
" Yank bangun, udah sampai rumah yank " Ardan membangunkan istrinya.
Sera mengerjap kemudian membenarkan posisinya, " Masih ngantuk Dan ".
Ardan hanya menggelengkan kepalanya, kemudian mengambil posisi untuk menggendong istrinya yang masih enggan untuk membuka mata itu.
Namun ketika memasuki pintu utama, Sera yang tadinya masih terlelap mendadak bangun mendengan suara mama mertuanya yang nyaring ditelinga.
" Ardaan......kamu apain Sera Hah? Kenapa Sera sampai nggak bisa jalan? Kamu apain buruan jawab!" pekik mama Ardan.
__ADS_1
Ardan yang sedang menggendong Serra sambil diberondong pertanyaan pun hanya bisa melongo.
Sedangkan Sera langsung terbangun dan meminta turun dari gendongan suaminya.
" Mama ngapain sih teriak-teriak?" tanya Sera polos.
" Kalian ini...." sang mama tidak melanjutkan kalimatnya karena kesal dan memilih meninggalkan pasangan absurd itu.
" Mama belum sarapan kali ya jadi marah-marah " tanya Sera.
Ardan menghela nafas sambil mengedikkan bahunya.
" Kamu mau makan apa yank, mumpung aku dirumah " tanya Ardan.
" Eeeem.....pasta deh " jawab Sera.
" Oke sekalian aku bikinin buat dedek ".
" Oh iya lupa, kakak " ralat Ardan.
" Tapi aku nungguin kamu masak ya, aku malas kalau sendirian dikamar ".
Ardan menyetujui bumil muda itu menemaninya.
Keterampilan memasak Ardan memang lebih bagus dari Sera, meskipun Ardan anak satu-satunya tetapi dia untuk urusan memasak lumayan jago karena sewaktu kecil Ardan sering melihat bibi memasak dirumahnya.
Sera yang katanya mau menemani Ardan ternyata malah melanjutkan merajut mimpi dimeja makan, tidur dalam posisi duduk tetapi kepalanya diatas meja makan.
Ardan yang fokus memasak tidak menyadari kalau istrinya sudah kembali terlelap.
Empat puluh lima menit berlalu, pasta permintaan Sera pun sudah siap dinikmati, Ardan yang dari tadi tidak meperhatikan istrinya kini hanya tersenyum memandang wajah sang istri.
__ADS_1
" Lelah banget ya sayang?, maaf sudah membuatmu kerepotan mengandung anakku " ucap Ardan lirih sambil mengelus pipi serta perut Sera.
Kecupan mendarat diperut istrinya, Sera terbangun.
" Maaf sayang, aku bikin kamu bangun " ucap Ardan gelagapan.
" Mau gendong Dan " rengek Sera manja.
Ardan dengan siap sedia menggendong istrinya dan membawanya ke kamar, karena Sera meminta tidur dikasur sambil dikelonin Ardan.
" Manja banget, istri siapa sih ?".
" Istri orang " jawab Sera asal.
" Kok gitu sih yank " Ardan cemberut.
" Lha emang kamu bukan orang?".
Ardan menurunkan istrinya dikasur kemudian mengambil posisi untuk siap memeluk istrinya.
" Ih bau banget sih kamu, bau karbonara " tutur Sera.
Ardan bingung, " Tadi digendong nggak masalah kenapa sekarang nggak mau sih yank ".
" Mandi sana ih " ucap Sera sambil mendorong tubuh suaminya.
^Dasar nggak jelas, untung cinta, udah gue hamilin juga hihihi....^ batin Ardan sambil berlalu menuju kamar mandi.
Sedangkan Sera kembali tidur hanya dengan hitungan detik, entah kenapa kini dirinya mudah sekali tertidur dikehamilan yang kedua, sangat berbeda ketika hamil Saina dulu, dirinya sangat lincah kesana kemari, tetapi kali ini dia sangat manja apalagi suaminya selalu berusaha menuruti semua kemauannya.
....................................
__ADS_1
...maaf kalau terlambat update,, Author masih treaning ditempat kerja baru...