
3 bulan sebelumnya...
* Hay Ardan, ini aku Mona*
Isi pesan singkat masuk ke ponsel Ardan, itulah awal dari hubungan terlarang itu.
^ Terkadang keteguhan seseorang akan runtuh hanya dengan kata HAY dari masa lalu ^
Berawal dari pesan tersebut hati Ardan pun goyah, apalagi dibumbui dengan cerita tentang kehidupan Ramona yang dimanipulasi oleh Ramona sendiri untuk membuat Ardan terjerat kembali, dan akhirnya merekapun menjalin hubungan terlarang dibelakang pasangan masing-masing.
Awalnya hanya makan berdua lama-lama Ramona mulai berani menawarkan keindahan tubuhnya seperti dimasa lalu.
Ardan yang sudah sukses membuat Ramona ingin memiliki Ardan lagi mengingat suaminya yang hanya pegawai di sebuah perusahaan swasta dirinya jadi membandingkan dengan posisi Ardan saat ini.
3 bulan kemudian di cafe ( ketika Sera memergoki suaminya karena mulai curiga)
" Hon....kamu nggak rindu gitu sama aku " ucap Ramona sambil menggelendot manja dilengan Ardan.
" Iya....sorry seminggu kemarin aku nginep dirumah bunda soalnya Sera kangen sama orang tuanya " jawab Ardan sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
" Iya deh aku ngerti kok, aku kan cuma yang kedua dihati kamu " sungut Ramona.
Ardan menghentikan jemarinya kemudian menatap kearah Ramona.
" Hey....kok gitu ngomongnya? ada apa hmmm?"
" Bryan nggak ngasih aku uang Hon....malah nyuruh aku hemat, aku bingung mana uang sekolah Rayan belum dibayar, belum aku kangen banget sama kamu, aku strezz Hon" ungkap Ramona sambil menangis sesenggukan.
Ardan kemudian merengkuh bahu Ramona bermaksud menenangkan kekasih nya tetapi nahas justru Sera datang dan mengetahui kebohongan suaminya yang akhir-akhir ini mulai aneh.
Kini semua tinggal penyesalan, Ardan harus menerima akibat dari perbuatannya, yaitu ditinggslkan oleh anak dan istrinya, Papanya semakin dingin terhadapnya, sedangkan sang mama setiap hari menangisi kepergian cucu dan menantunya.
Meskipun dirinya sudah memiliki kesibukan tidak serta merta mampu mengobati rasa sakit dihatinya atas penghianatan suaminya,lelaki yang sudah berhasil menguasai hati dan pikiranya kini sudah berhasil memporak porandakan bangunan cinta dihatinya.
Bahkan ketika malam tiba, Sera sering menangis pilu sendirian meratapi nasib dirinya,rumah tangganya serta nasib putri kecilnya yang harus terpisah dengan ayahnya.
" Kamu tega Dan....kamu bukan hanya menyakiti aku tapi juga dedek" gumamnya sambil membelai pipi bulat Saina yang sedang terlelap.
Ayah dan bundanya tahu kalau anak dan cucunya berada dibandung tetapi mereka merahasiakan semuanya dari keluarga Ardan.
__ADS_1
Mereka menghargai semua keputusan yang diambil oleh putrinya.
Genap 1 bulan sudah Sera dan Saina pergi dari kediaman Mahendra, dan ternyata sukses membuat mama mertuanya masuk rumah sakit karena tidak mau makan sebelum cucu dan menantunya kembali kerumahnya.
Ardan berlari dilorong rumah sakit begitu mendengar sang mana dilarikan ke rumah sakit dari asisten rumah tangganya, pekerjaanya kini hanya karyawan biasa di yayasan milik papanya dikarenskan cafe yang dibangunnya sudah dijual oleh papanya sendiri.
Papanya memandang miris ke putranya yang kini berpenampilan seadanya, rambut diwajahnya dibiarkan tumbuh tanpa dicukur,badan semakin kurus tak terurus.
" Pah....mama gimana?" tanya Ardan.
" Yaaaah kita hanya bisa berdoa semoga keajaiban datang" jawab papanya tanpa melihat kearah Ardan.
Kabar besannya masuk rumah sakit terdengar oleh kedua orang tua Sera, merekapun mengabarkan pada putrinya setidaknya orang tua Ardan sangat menyayangi Sera jadi Sera berhak tahu.
Siangnya Sera dan Saina sudah sampai dikediaman Wijaya,ayahnya.
Sera menitipkan Saina pada ayah dan bundanya,kemudian dirinya berangkat ke rumah sakit tempat mama mertuanya dirawat.
#dibikin damai langsung gak nih?
__ADS_1