
Hari ini Ardan menuruti keinginan istrinya melakukan periksa kandungan demi bisa terbang ke Tanah suci dan ke Turki.
" Semuanya aman, kondisi ibu dan janin juga tidak bermasalah jadi untuk melakukan penerbangan diijinkan, ini suratnya dan ini resepnya, nanti jaga kondisi juga ya bu jangan terlalu cape dan jangan telat makan, usahakan kondisi relaks agar tidak ada resiko pada kandungan ibu " pesan dokter.
" Baik dok, terima kasih " ucap Sera sumringah.
Ardan dan Sera pamit kemudian menuju agen umroh yang ditunjukkan oleh mamanya.
Bersyukur semuanya lancar dan kini mereka sedang menuju kantor Ardan karena ada meeting dadakan yang mengharuskan Ardan datang, karena tidak ada waktu untuk mengantar istrinya pulang akhirnya Ardan membawanya ikut serta ke kantor.
" Asiiik aku udah lama nggak ke kantor kamu, kangen juga " celetuk Sera.
" Aku juga, udah lama dikurung kamu jadi kangen kantor " tambah Ardan.
Seketika Sera langsung menatap tajam kearah suaminya.
" Kamu, bisa-bisanya ngomong kaya gitu? Kamu bosen sama aku?" ketus Sera.
Ardan yang baaru tersadar kalau istrinyabmarah langsung kalang kabut.
" Bukan sayang, maksud aku..."
" Halaaaaah ngaku aja kamu nggak usah ngeles, sekretaris kamu cewek ya, cantik, seksi nggak gendut kaya aku ?" cerocos Sera.
__ADS_1
" Sayang kamu lupa kalau sekretarisku pak Rudi, sejak kapan pak Rudi seksi?" canda Ardan berusaha meredam emosi istrinya.
" Harusnya kamu tahu, aku gendut juga karena hamil anak kamu tapi kamu malah kaya gitu, udah ah males sama kamu " Sera cemberut.
Sampai dikantor pun Sera ogah dibukakan pintu oleh suaminya, dia memilih jalan mendahului Ardan.
Meskipun melewati karyawan yang menunduk memberi hormat Ardan tampak cuek karena memilih mengejar istrinya.
" Yank, jangan cepet-cepet jalannya ingat kamu lagi hamil ".
" Bodo ".
Sera terus berjalan meninggalkan suaminya, dan langsung masuk ke ruangan dimana Ardan biasanya bekerja.
" Sayang udah dong iya aku salah, aku minta maaf ya, aku janji nggak bakal ngomong ngasal lagi " Ardan mengiba.
" Udah sana berisik, katanya mau meeting, buruan biar bisa cepet pulang " ucap Sera.
Ardan menium kening istrinya, " Tunggu sebentar ya sayang, I love you " ucapnya.
Ardan segera keluar menuju ruang meeting.
Sera tersenyum, biar bagaimanapun dia sudah mencintai suaminya dengan sepenuh jiwanya jadi kemarahannya kini tidak bisa lama, paling hanya sesaat saja.
__ADS_1
Menjelang sore meeting baru selesai, Ardan sudah khawatir dengan istrinya yang ditinggalkan dalam keadaan masih ngambek itu.
Ardan langsung bergegas menuju ruangannya, namun ketika pintu dibuka tampak wanita cantik yang sudah memiliki seorang putri tetapi masih seperti anak remaja itu tertidur pulas disofa dengan berselimutkan jaket suaminya.
Paras cantik Sera wijaya sungguh tidak pudar, justru semakin terpancar apalagi dikehamilan kedua ini membuatnya semakin cantik.
* Hmmm udah khawatir setengah mati ternyata malah tidur, tapi nggak masalah sih hehehe * gumam Ardan sambil membelai halus pipi Sera.
Sera yang merasa tidurnya terusik pun akhirnya membuka mata, demi melihat suaminya dia langsung memeluk leher suaminya.
" Daddy...aku kangen " manja Sera.
Ardan pun mencium bibir mungil istrinya.
" Ini aku udah selesai, mau lanjut tidur atau mau pulang sekarang?" tanya Ardan.
Sera membalas mencium suaminya, " Mau peluk dulu baru pulang".
Ardan segera merengkuh tubuh istrinya, membuatnya bernafas lega karena ternyata istrinya sudah tidak ngambek lagi.
Setelah menuruti keinginan Sera, kini keduanya bersiap untuk pulang, karena mereka sudah terlalu lama meninggalkan putri mereka, baru dalam hitungan jam saja mereka sudah rindu, bagaimana jika nantinya berangkat umroh?, mungkin mereka akan semakin rindu.
............................
__ADS_1