Menikah Remaja

Menikah Remaja
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

Sudah hampir 1 tahun perpisahan antara Sera dan Ardan terjadi, hingga kini keduanya belum menemukan titik temu kelanjutan hubungannya.


Sera yang sibuk membuatnya seakan lupa akan masalahnya, apalagi kini perhatian kecil dari dosen Randy membuatnya seakan mendapatkan kasih sayang dari orang lain selain Ardan.


Baginya mendapatkan banyak teman itu bagus untuk menjalin sosialisasinya ditempat baru, sedangkan bagi orang yang hanya melihatnya sekilas akan mengatakan bahwa Sera tidak sopan melupakan suaminya.


Rasa sakit akan penghianatan suaminya membuat Sera rapuh tetapi kidi dengan banyaknya teman dirinya sedikit bisa melupakan luka yang dialaminya.


Seperti sore itu ketika dosen Randy berkunjung, Saina langsung ceria mengajak dosen Randy bermain dengan boneka barbienya, dengan telaten Randy menemani Saina bermain sedangkan Sera menyiapkan cemilan untuk tamunya itu.


Gelak tawa terjadi diantara keduanya ketika melihat Saina berjoget ala toktok, bahkan oma nya juga ikut tertawa.


Tiba-tiba terdengar suara mobil masuk halaman rumah oma opa Sera, tampak sosok yang selama ini menjadi tombak dimana luka Sera berasal.


Dia adalah Ardan, berbekal info dari mertuanya Ardan mengetahui dimana Sera dan Saina kini berada, tanpa babibu dia langsung tancap gas menuju rumah oma opa Sera.


Tetapi kenyataan ketika sampai dilokasi ternyata istri dan anaknya sedang tertawa riang bersama dengan lelaki asing membuat amarahnya memuncak dan langsung meninju lelaki tersebut.


Rasa cemburunya membuatnya lupa kalau tujuan kedatangannya adalah untuk mendapatkan kembali hati istrinya, entah apa yang akan terjadi ketika Sera melihat secara langsung Ardan membabi buta menghajar dosennya yang sedang berkunjung.


"ARDAN STOOOPPP!!!" pekik Sera sambil mendorong suaminya.


Ardan langsung terdiam sadar akan perbuatannya, Sera membantu dosen Randy mengobati lukanya, sementara Ardan dibiarkannya begitu saja.


Saina dibawa omanya kekamar agar tidak melihat adengan tidak baik diusia dininya.

__ADS_1


" Aaauuu..."


" Maaf pak sakit ya?"


" Iya pasti sakit namanya ditonjok '' ucapnya sambil melirik kearah Ardan.


Ardan menatapnya jengah, ada rasa sesal main tonjok tanpa memikirkan sebab akibatnya.


Bisa jadi Sera semakin membencinya atau bahkan mengusirnya,tetapi lebih parahnya keberadaanya tidak dianggap oleh Sera.


Setelah diobati,dosen Randy pun pamit karena merasa tidak nyaman.


Sera mengantar sampai ke teras,kemudian dia masuk menatap sengit kearah Ardan.


" Gimana? puas udah ngehajar orang yang ngga bersalah? '' pertanyaan menohok dari Sera.


" Masih belum puas? masih mau adu jotos? masih mau pakai kekerasan? kamu pikir kekerasan menyelesaikan semuanya? kalau dengan kekerasan sakit hati bisa hilang mungkin aku akan membunuh kamu dan selingkuhanmu waktu itu! tapi aku nggak lakuin karena apa? aku punya Saina, anakku yang harus aku lindungi bukan aku sakiti"


Sera menghela nafas, " Tadi orang yang kamu pukuli adalah dosenku dikampus, kamu bisa bayangkan bagaimana selanjutnya aku dikampus nanti, bisa jadi aku dicemooh karena dosenku dipukuli oleh ayah dari anakku tanpa tahu masalahnya...".


" Aku cemburu Ser.."


" Bagaimana rasanya cemburu? tidak enak kan,sakit kan? aku hanya meminta bantuan membuat laporan kerja,disini ada oma dan Saina, aku juga bisa menjaga kehormatanku beda sama kamu yang berduaan dikamar hotel, kamu pikir aku nggak tahu?!"


" Aku khilaf Ser, aku minta maaf, aku janji aku nggak bakal sakitin kamu lagi Sera....aku kangen sama kamu sama dedek" air mata Ardan mengalir mengiringi ucapan permintaan maafnya.

__ADS_1


Sera enggan menatap kearah Ardan, dia takut tidak kuasa menahan emosinya.


Ardan terus meminta maaf pada istrinya,ketika bersamaan Saina keluar dari kamar langsung berlari memeluk daddynya.


" Dadad dedek angen dadad" ucapnya terbata.


Ardan pun menangis menyambut pelukan putrinya, rasa rindu yang meluap, rasa bersalahnya seolah berhambur menjadi satu.


Sera yang melihat pemandangan didepannya tak kuasa menahan air matanya, ada rasa bersalah telah memisahkan ayah dan anak tetapi dirinya tidak sanggup kalau terus bersama Ardan yang sudah menghianatinya.


" Daddy juga kangen sama dedek, daddy sayang sama dedek, daddy juva sayang sama mommy, dedek sama momny ikut daddy pulang ya ke jakarta"


" Ma..uk dadad ,dedek mauk itut dadad uyang".


" Bilang mommy dulu ya sayang" ucap Ardan sambil mencium gemas pipi anaknya.


Sera tetap diam, Saina meghampiri mommynya, " Momom itut dadad yuk " ucap Saina sampai memonyongkan bibirnya.


Sera mencium bibir putrinya,membelai lembut kepalanya, '' Mommy kerja sayang, nanti kalau mommy nggak kerja dedek mau beli susu gimana? ''.


Saina tampak berpikir lalu berjalan menghampiri daddynya.


" Dadad dedek ndak itut dedek mau susu" ucapnya.


Ardan pun merasa sedih dan tertusuk hatinya ternyata anaknya sebegitu memikirkan jika mommynya tidak bekerja maka dia tidak bisa minum susu.

__ADS_1


__ADS_2