Menikah Remaja

Menikah Remaja
DUA PULUH ENAM


__ADS_3

Hari ini Sera akan melaksanakan ujian skripsi, tetapi bertepatan dengan oma dan opanya mau ada acara di jakarta, Sera tampak kebingungan bagaimana dengan anaknya, kemudian oma memberikan ide untuk membawa Saina lalu dititipkan pada Ardan.


Awalnya Sera tidak menyetujui ide tersebut tetapi melihat kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya Sera setuju, dia segera mempersiapkan semua kebutuhan anaknya yang dia tata dalam sebuah tas sedang, kemudian untuk susu dan cemilan dia letakkan pada tas kecil agar mudah diambil.


Setelah semuanya siap kini oma,opa dan anaknya berangkat ke jakarta memakai sebuah mobil lengkap dengan supirnya, sedangkan Sera memilih mengendarai motor agar lebih cepat sampai ke kampus.


Sore hari Sera pulang rumah masih sepi, Sera memilih membersihkan diri kemudian menghubungi omanya melalui panggilan video.


* Oma....sedang apa?*.


* Oma sama opa lagi dipusat pembelanjaan nak, kenapa?*.


* Enggak oma, Sera mau tanya Saina rewel nggak*.


* Saina masih sama ayahnya, coba kamu hubungi Ardan saja Ser*.


Sera menghela nafas berat....


* Kenapa? nggak mau, atau malas, heeemmm....pikirkan Saina sayang jangan menuruti keras hatimu terus, apalagi sekarang kamu sudah lulus kan* lanjut omanya.


* Entahlah oma....Sera udah terbiasa sendiri *.


* Dengar nak.....ini saatnya kamu membuka kembali hati kamu, meski kamu enggan setidaknya lakukan demi Saina, jangan biarkan Saina bingung dengan keadaan rumah tangga orang tuanya, kasian Saina masih terlalu kecil untuk memahami kalian, oma mohon jangan paksa Saina dewasa sebelum waktunya*.


Setelah mengakhiri panggilan video dengan omanya, Sera mencoba memahami maksud dari omanya, memang tidak salah kalau dirinya mulai membuka hatinya, toh kejadian itu sudah 3 tahun yang lalu.


^Awalnya pasti berat tapi aku akan lakukan semua demi anakku^ gumam Sera.


Triiiiiiiing....triiiiiririiiing......

__ADS_1


Akhirnya Sera menghubungi Ardan untk pertama kalinya.


^Sera....aku nggak salah lihat kan ini Sera^ gumam Ardan sambil tersenyum bahagia.


* Hai Ser.....*.


* Hai juga....eeemmm dedek lagi apa, rewel nggak?*.


* Dedek lagi main sama oma dan opanya, dari tadi diajak bobok nggak mau keasikan main* cerita Ardan.


Keduanya terdiam...


* Dan...


* Ser....


Keduanya memanggil secara bersamaan....


* Em....kam aja Ser aku nanti setelah kamu*.


Sera mengatur nafasnya, * Kamu nggak pengen gitu jemput aku, aku sendirian disini, oma sama opa ke jakarta, dedek ikut malah sekarang lagi sama kamu terus aku sama siapa?* c-erocos Sera.


Hati Ardan menghangat ingin rasanya dia melompat saking bahagianya tetapi malu karena Sera masih melihatnya melalui panggilan video.


* Oke aku jemput sekarang, kamu siap-siap ya* ucap Ardan yakin sambil berjalan mencari kunci mobilnya.


* Dedek ngga usah diajak Dan kasihan udah malem* ucap Sera.


* Siap nyonya Ardan* jawab Ardan samb hormat kearah Sera.

__ADS_1


Setelah menutup panggilan Sera segera merapikan pakaiannya kedalam sebuah koper, kemudian menitipkan rumah kepada asisten rumah tangga omanya.


Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam karena macet, akhirnya mobil yang ditumpangi Ardan masuk ke halaman rumah oma opa Sera.


Rumah tampak sepi, Ardan permisi masuk setelah dibukakan pintu.


" Sera kemana ceu?" tanya Ardan.


" Neng Sera tidur disopa depan tipi nungguin den Ardan lama katanya mah".


" Oke makasih ceu" jawab Ardan kemudian berjalan kearah ruang tengah.


Tampak wanita cantik dengan celana jeans panjang dan kaos putih yang pas ditubuhnya, meski kini wanita itu sudah menjadi seorang ibu tetapi badannya masih seperti anak ABG.


" Ser....Sera bangun....ayo katanya mau nyusul dedek".


Sera mengerjab kaget karena wajah Ardan begitu dekat dengan wajahnya.


" Iya tapi munduran...ngga usah deket-deket juga" jawab Sera sambil mendorong Ardan.


Ardan hanya tertawa kecil melihat sang istri merona karena malu.


Sambil menenteng koper Ardan berjalan mengikuti Sera keluar rumah menuju ke mobil Ardan.


" Buruan sih lelet amat jadi laki!" .


" Iya...sabar Ser abis naroh koper dibagasi".


" Alasan....udah buru jalan tapi aku ngantuk mau tidur lagi".

__ADS_1


Ardan menyalakan mesin mobilnya segera dari pada diamuk Sera lagi.


Karena sudah malam perjalanan lebih cepat sampainya, jujur Ardan sangat lelah bolak balik jakarta bandung tetapi dia juga bahagia akhirnya bisa berkumpul lagi dengan anak dan istrinya.


__ADS_2