
Acara pengajian....
Hari ini dirumah orang tua Sera diadakan pengajian untuk rangkaian acara pernikahan Sera dan Hans, jika sebelumnya pernikahan Sera dilakukan secara sederhana dan dadakan, berbeda dengan kali ini, berbagai rangkaian acara dilakukan oleh semua anggota keluarga.
Sikecil Saina tampak tertawa riang menari tanpa henti seolah menggambarkan kebahagiaanya.
Sera sedang dirias oleh salah satu perias terkenal dikotanya, dengan tema natural look Sera tampak begitu cantik dan serasi dalam balutan gamis brukat rancangannya.
Kedua orang tuanya juga dipesankan baju seragam, orang tua Hans serta orang tua Ardan.
Sera tidak membedakan karena kini orang tua Ardan sudah menjadi orang tuanya meski dirinya bukan lagi menantu keluarga Mahendra.
" Sayang, kamu cantik banget, mama sampe pangling " tutur mama Ardan ketika masuk ke kamar Sera.
" Makasih ya ma " jawab Sera sambil tersenyum manis.
" Maaf ya nak, waktu kamu menikah dengan Ardan dulu tidak semeriah sekarang " mama Ardan berucap penuh penyesalan.
" Sudahlah ma, Sera tidak mengapa, semua sudah berlalu, justru Sera bersyukur kini keluarga Sera jadi tambah banyak " Sera menghibur mantan mertuanya sambil menggenggam tangannya.
" Semoga kamu berbahagia, pernikahan kalian lancar tanpa halangan, mama dengan ikhlas mendoakan kebahagiaanmu sayang" ucap mama Ardan sambil memeluk dan mencium pucuk kepala Sera.
" Terima kasih ma, bagi Sera doa mama terpenting" balas Sera.
Kini semua sudah berkumpul dan acara pengajian telah dimulai, semua berjalan khidmat tanpa halangan, semua tampak bergembira, termasuk Ardan yang kini mencoba mengikhlaskan Sera untuk menjalani hidup dengan lelaki yang lebih pantas dari pada dirinya yang hanya menyakiti Sera terus menerus.
__ADS_1
Bagi Ardan kini kebahagiaan Sera dan Saina adalah yang utama walaupun hatinya remuk redam, dia tidak mau sembarangan lagi mendekati wanita mengingat dia punya seorang putri, lama-lama dia takut karma juga.
Dia mau menjadi panutan bagi putrinya, kini hidupnya hanya kerja, orang tua, dan Saina, tidak ada lagi bermain wanita, meskipun kini hidupnya sudah lempeng tetapi mulut pedasnya masih belum berubah, ada saja celetukan bahkan ledekannya ketika bertemu dengan calon suami dari mantan istrinya itu.
Bahkan Sera juga selalu menjadi bahan olok-olokannya, lama kelamaan Sera sudah terbiasa jika simulut pedas datang kerumahnya, apalagi kini hubungan keduanya layalnya kakak adik yang bekerja sama merawat putri tercintanya.
Setelah acara pengajian selesai dan semua para tamu sudah pulang, acara selanjutnya adalah kumpul keluarga, keluarga Ardan juga belum pulang karena masih kangen dengan Saina.
" Dek, mau punya papa baru ya " ledek Ardan pada putrinya.
" Iya dooong sekarang Saina punya daddy dan papa " jawab Saina polos.
" Belom resmi kali dek " seloroh Ardan.
" Kalau nggak ngajak ribut ya bukan Ardan namanya pa " sahut Sera.
" Emang tuh biang rusuh " imbuh mama Ardan.
" Lah kok jadi pada nyerang sih? Nggak lucu lah satu lawan banyak " sungut Ardan.
" Biarin biar mulut pedasmu itu nggak keterlaluan " timpal mama Ardan.
" Eh sudah-sudah ini kan ramah tamah bukan baku hantam " bunda Sera menengahi.
" Tuh si julid yang mulai bun" Sera membela diri.
__ADS_1
" Apa lagi itu julid, dasar tukang ngadu " sungut Ardan.
" Ardan cukup, malu sama tamu " akhirnya Ardan terdiam karena papanya sudah mengeluarkan suara tegasnya.
Acara ramah tamah berjalan lancar meski ada sedikit gangguan dari sibiang kerok Ardan.
Kini semua sedang berpamitan untuk pulang.
" Kak, apa tidak sebaiknya menginap disini" tawar Sera.
" Hust ngaco kamu, apa kata orang nantinya, lagian hotel tempat kita menikah tida terlalu jauh dari rumah kakak " tolak Hans dengan halus.
" Sera tahu, tapi....." Sera tidak melanjutkan kalimatnya.
" Tapi kakak takut khilaf lho kalau satu rumah sama kamu sebelum halal " ucap Hans sambil memencet hidung Sera.
Sera pun akhirnya mengalah membiarkan Hans pulang bersama rombongan keluarganya.
Meski hatinya memiliki keraguan entah apa, tetapi Sera memilih bungkam.
Dia pergi ke kamarnya, membersihkan diri untuk persiapan esok hari dimana dirinya akan menjadi nyonya Greyhans Anggara.
Setelah membersihkan diri, Sera segera menyusul putrinya untuk menuju ke alam mimpi.
Kira-kira apa yang akan terjadi??????
__ADS_1