
Perjuangan Sera untuk mendapatkan status barunya berjalan lancar,namum perjuangan dia melahirkan anak keduanya baru saja dimulai.
Surat cerai baru saja didapatkannya sekitar pukul sepuluh pagi kini di waktu yang menunjukkan pukul satu siang Sera sudah berada didalam ruang bersalin, sang bunda tidak menemani di dalam tetapi diluar, menunggu dengan penuh harap cemas bersama dengan cucu pertamanya.
Setelah dua jam lamanya, akhirnya perjuangan Sera berakhir, telah lahir anak keduanya berjenis kelamin laki-laki dengan panjang lima puluh empat centi meter dan berat dua koma sembilan kilogram.
Lahir sempurna tanpa cacat, kulit putih mulus mengikuti kulit ibunya, bayi kecil itu diberikan nama Bimantara satria ( Bima ).
Rasa syukur dipanjatkan oleh seluruh anggota keluarganya, kelahiran Bima membuat sang bunda menitikkan air mata tiada henti, bunda memikirkan nasib cucunya yang terlahir tanpa didampingi oleh orang tua yang lengkap.
Berbeda dengan Sera yang tampak lebih kuat dan tegar menjalani kehidupannya kini, apalagi ada kedua buah hatinya.
" Sera...bagaimana keadaan kamu sayang " tanya sang bunda.
Sera yang sedang memberikan asi langsung menatap sang bunda, " Sera baik-baik saja bunda....Sera bersyukur semuanya berjalan lancar".
" Bunda bersyukur sekali nak, kini ada cucu lelaki dikeluarga kita ".
__ADS_1
" Kakak juga senang bunda, sekarang kakak ada temannya adik Bima " celetuk Saina.
" Iya sayang, harus saling menjaga sama adiknya ya " ucap bunda menasehati.
" Dan harus lebih sayang sama mommy tentunya " timpal Sera sambil tertawa.
Sera mencoba meleburkan suasana agar tidak ada kesedihan lagi.
Di Jakarta.....
Ardan tampak kebingungan, keuangannya mulai menipis, dan dirinya belum mendapatkan pekerjaan.
Dalam keadaan terpuruk dia mencoba menghubungi Sera, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil, Ardan juga masih belum tahu kalau Sera sudah menceraikannya, karena surat menyurat dari pengadilan semua datang kealamat rumah yang dulu mereka tinggali bersama ketika masih menjadi satu keluarga yang utuh.
Semua teman Ardan pun menjauhinya, Ardan mendapati jalan buntu, ditengah keadaannya yang sedang tidak baik dia kembali teringat masa dimana dirinya menghianati istrinya.
Luna....
__ADS_1
Wanita yang mampu membuatnya berpaling dari istrinya walaupun secara fisik kalau dibandingkan dengan Luna, justru Sera lebih cantik dan menarik, bagaimana tidak dalam kondisi sudah pernah melahirkan, tubuh Sera tetap ramping, kulit wajahnya mulus bagai porselen karena Sera rajin merawatnya.
Diusia relatif muda sudah bisa mengatur keuangan dan rumah tangga serta pendidikan dengan seimbang yang membuatnya mendapatkan nilai plus dan terlihat sempurna.
Berbeda dengan Sera....
Luna kini tinggal dirumah ibunya dipinggiran kota Jakarta, kehamilannya semakin terlihat, ibunya menatap miris ketika mendapati putrinya mengandung tanpa suami.
Cemoohan,cibiran serta gunjingan warga sekitar sering didapatkannya, bahkan dirinya sering diperolok oleh para tetangganya ketika tidak sengaja bertemu diwarung tempat ibu dari Luna menitipkan kue untuk berjualan.
" Jangan beli kuenya, biarpun kuenya enak tapi anaknya itu lho bikin kita merinding, hamil tanpa suami ".
" Kasihan sekali padahal dulu almarhum suaminya orang baik, tapi kenapa ya anaknya seperti itu ?" sahut salah satu tetangganya.
" Mungkin karena hidup di kota jadi pergaulan bebas ".
Ibu Luna hanya bisa menangis dalam diam, beberapa kali dia mencoba menanyakan pada putrinya, siapa pria yang sudah menghamilinya tetapi ketika ditanya hanya amukan yang didapat oleh wanita paruh baya itu.
__ADS_1
" Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan, berikanlah hamba petunjukMu ".
..................