Menikah Remaja

Menikah Remaja
TUJUH PULUH TIGA


__ADS_3

Ketiganya kini menuju kembali kerumah dengan belanjaan yang semakin memenuhi bagasi mobil mereka.


" Yank tadi itu kamu serem banget lho, tapi juga lucu " tutur Ardan.


" Entahlah...tadi aku kesel banget soalnya ".


" Tapi lain kali jangan kayak gitu lagi ya yank, aku takut kamu dan kehamilan kamu kenapa-kenapa" nasehat Ardan.


Sera tersenyum, lalu segera turun dari mobil karena kini mereka sudah sampai dirumah.


Mertuanya menyambut dengan senyum merekah, apalagi mereka membawa buah tangan dari hasil kebun besannya.


" Ya ampun banyak banget Ser, ini nggak salah ayah sama bynda kamu bawainnya " seru mama mertuanya takjub dengan oleh-oleh yang dibawa oleh anak dan menantunya.


" Kata ayah sama bunda biar mama sama papa ikut nyicipin hasil kebun, kan selama ini belum pernah, apalagi ini yang bantuin metik cucu mama tuh yang lagi sibuk buka buah delima " tutur Sera.


Ardan yang membantu putrinya membuka buah delima ikut mencicipi rasa dari buah tersebut, dan ternyata manis tidak seperti delima yang biasanya.


Pantas saja Saina terlihat asik menikmati delima tanpa protes sedikit pun.


" Gimana rasanya dad ?" tanya Sera.


" Manis, tapi Saina nggak mau bagi lagi sama aku ".


" Memangnya cuma satu ?" .


Ardan mengangguk, " Aku pikir asem makanya aku nggak metik tadi ".


Sera tersenyum lalu mendekati putrinya, " Enak ya nak ?".


" Iya enak banget, mommy mau ?".


" Wah mau dong kalau dibagi ".

__ADS_1


" Yaaah tapi cuma sedikit, mommy telepon ayah saja biar dikirimin delima lagi mom " tutur Sera polos.


Sera melongo, dia pikir bakal dikasih sama anaknya ternyata malah disuruh minta ke orang tuanya.


" Gagal dad, Saina pelit " bisik Sera ke suaminya.


Ardan tertawa melihat tingkah istri dan anaknya, " Sudahlah sayang, aku mau mandi dulu kamu mau ikut nggak?".


" Genit banget sih kamu ".


" Genit sama istri sendiri nggak masalah dong, yang masalah kalau genit sama wanita lain " canda Ardan.


" Berani!!! Aku bikin ilang aset kamu ya !" ancam Sera.


Ardan tertawa kemudian berlalu menuju kamar mandi dikamarnya.


Sera memilih membantu Saina membersihkan diri, lalu menuju dapur membantu mama mertuanya membereskan oleh-oleh hasil bumi yang dibawanya.


" Biasanya dijual kok ma, paling bawa pulang secukupnya untuk ayah dan bunda ".


" Ayah dan bundamu menikmati masa tuanya dengan berkebun itu impian mama dan papa, tetapi apa daya mama sama papa malah dikasih anak yang manja kaya kamu, tapi mama seneng karena rumah jadi ramai dan ngerasain punya anak perempuan " tutur sang mama.


Sera nyengir, dia tahu kalau mertuanya sangat sayang padanya jadi dia tidak tersinggung dengan ucapan mama mertuanya.


" Ma...kalau hamil seumuran kandungan Sera memangnya nggak boleh naik pesawat ya?" tanya Sera hati-hati.


" Memangnya kamu mau kemana?".


" Emmm Turki ma....Sera pengen ke Turki lihat salju " Sera menggigit bibirnya.


Mama mertuanya melihat apa yang dilakukan menantunya lalu menuntunnya duduk di kursi dekat meja makan.


" Nak....kamu ngidam ya?".

__ADS_1


Sera mengangguk.


" Apa ini alasan kamu pergi kerumah orang tua kamu?".


Sera kembali mengangguk.


" Harus banget ke Turki, tidak ada tujuan kota lainnya?".


Sera tampak berfikir, kemudian menggelengkan kepalanya.


" Kalau mama boleh memberi saran, ada baiknya kamu ambil paket umroh sekalian ke Turki, ajak suami dan anak kamu, nanti mama bantu cari agensi yang aman dan terpercaya " nasehat mama mertuanya.


" Emang boleh ma, Sera kan lagi hamil?" tanya Sera lemah.


" Nanti kamu ikuti tes sambil pemeriksaan ke dokter kandungan biar dipastikan aman untuk penerbangan yang lama".


" Iya ma, nanti Sera coba bicara sama Ardan " jawab Sera.


" Diskusikan baik-baik, kalian sudah menjadi orang tua harus lebih bijak dalam menentukan segala sesuatu ".


" Baik mama, makasih ya ma nasehatnya ".


Sera pun menghambur memeluk mamanya.


" Ada apa ini kok peluk-pelukan " tanya papa yang baru masuk.


" Iih papa kepo" celetuk Sera.


Keduanya tertawa...


Sera meninggalkan kedua mertua menuju lantai atas dimana kamarnya berada untuk menemui suaminya.


...................

__ADS_1


__ADS_2