
Akibat dari kekesalan Sera adalah berkah bagi Ardan karena dirinya bisa pergi ke kantor tanpa mendengar rengekan dari istrinya, kalau biasanya setiap pagi istrinya merengek minta ditemani berbeda dengan pagi ini, Sera tampak cuek pada suaminya malah cenderung enggan melihat kearah suaminya.
Orang tua Ardan menyadari bahwa keduanya sedang tidak baik-baik saja, Saina pun sudah tahu bahwa mommynya sedang marah pada daddynya.
" Opa hari ini Saina diantar opa saja ya ?" pintanya pada sang opa.
" Oke siap princess " jawab opanya.
Ardan hanya menghela nafas, sedangkan Sera tetap memilih diam sambil menikmati sarapannya.
" Ma hari ini Sera mau kerumah bunda ya " ucap Sera ijin pada mama mertuanya.
" Kok bilangnya ke mama, bukan ke Ardan " tanya mama mertuanya.
" Malas ma, nggak peka orangnya " jawab Sera sinis.
" Yank...nanti kita bicarain lagi ya, aku ke kantor dulu " ucap Ardan, kemudian mencium kening istrinya dan berlalu pergi.
Sera menatap kepergian suaminya, senyum kecut tampak diwajahnya.
Dia semakin mantap untuk pergi kerumah orang tuanya.
Setelah mempersiapkan diri, Sera segera berpamitan pada mama mertuanya, dia pergi dengan menaiki taksi karena tidak diijinkan menyetir mobil sendiri, tetapi Sera juga tidak mau diantar oleh sopir mamanya.
"Assalamu alaikum bunda" teriak Sera dari depan rumah.
Bunda yang sedang menikmati alat pijat barunya kaget mendengar teriakan piyri semata wayangnya.
" Wa'alaikum salam...masuk sayang " jawab bunda seraya bangkit dari kursi pijatnya.
Melihat putrinya datang seorang diri tanpa suami dan anaknya tentu bunda heran pasalnya menurut laporan dari besannya, dikehamilan Sera yang kedua ini membuat Sera semakin enggan berpisah dari suaminya.
" Tumben sendirian, mana anak sama suami kamu Ser? Jangan bilang kalian ribut?" cecar bundanya.
__ADS_1
" Apa sih bun, anak datang bukannya disambut malah diocehin " sungut Sera.
" Sudahlah Ser kasihan Ardan ".
" Bunda sekarang lebih belain Ardan dari pada Sera?".
" Bukan masalah belain sayang kamu jangan salah paham ".
" Entahlah nggak ada yang sayang sama Sera ".
Sera merajuk lalu berjalan menuju kamarnya.
Bunda hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya yang tengah hamil muda.
" Dasar bumil, bawaannya beda banget sama waktu dia hamil Saina " gumam bunda Sera.
Waktu menunjukkan pukul dua siang, Ardan yang sudah selesai meeting segera menuju rumah mengingat hubungannya dengan Sera sedang tidak baik-baik saja, dia ingin segera memperbaiki hubungannya.
Mobil Ardan sudah sampai dirumah, tetapi dia kaget mendapat kabar dari mamanya kalau istrinya pergi kerumah orang tuanya.
" Saina....kakak " panggil Ardan pada putrinya.
Saina berlari dari tempat bermainnya, " Iya Dad ".
" Mau ikut daddy nggak?".
" Kemana dad?".
" Kerumah bunda, mommy sedang dirumah bunda ".
Saina tampak berfikir kemudian menyetujui ajakan daddynya.
Setelah menempuh waktu yang tidak terlalu lama mobil Ardan sudah sampai dirumah mertuanya.
__ADS_1
" Assalamu alaikum" ucap Ardan.
" Wa'alaikum salam, eh ada cucu bunda " jawab bunda.
" Mommy dimana bun?" tanya Saina.
" Mommy bobok dikamar, sana Saina bangunin ya " ucap bundanya.
Saina segera menuju kamar mommynya, sedangkan Ardan duduk diruang tamu ditemani bundanya.
" Bunda apa kabar ?" tanya Ardan.
" Baik Dan, kamu ada masalah apa sama Sera ?".
Ardan mengehela nafas, lalu menjawab pertanyaan bundanya, " Sera sensitif bun, apapun yang Ardan lakukan kalau tidak sesuai dengan kemauannya pasti akan seperti ini " cerita Ardan.
Bunda mengerti ternyata inilah masalah yang membuat anaknya datang sendirian kerumahnya.
" Kamu yang sabar, kalau memang itu bawaan bayinya kita hanya bisa menuruti keinginan Sera, jangan lupa diperutnya ada calon anak kalian Dan " petuah bundanya.
" Iya bun...makasih ya nasehatnya " ucap Ardan.
Sera turun dengan menggandeng Saina, begitu melihat suaminya, Sera yang sudah rindu pada suaminya langsung mempercepat langkahnya dan langsung memeluk suaminya.
" Dad...kangen " ucap Sera tanpa ada rasa bersalah.
Ardan mengedip-ngedipkan matanya sambil menatap istrinya.
" Kamu udah makan belum yank?" tanya Ardan.
" Belum aku males kalau nggak ada kamu " jawab Sera.
Sang bunda heran dengan kelakuan putrinya sehingga memilih pergi membawa Saina untuk menikmati masakannya.
__ADS_1
................