
Hari ini Sera belajar memasak dengan mama mertuanya, mereka sudah janjian mau bikin ayam teriyaki, tetapi mereka bukan belajar dari chef hanya mengandalkan youtube.
" Ma apa saja yang harus disiapin " tanya Sera.
" Sudah ready semua kita tinggal kupas2 bawang, bahan sudah siap tuh dimeja, kamu siapin siaran youtube nya sekarang " jawab mamanya.
" Oke ma ".
Keduanya tampak sibuk memasak sambil sesekali melihat ponsel yang menanyangkan aneka bumbu dan proses masak-memasak yang sedang mereka ikuti.
" Ser kecilin apinya, terus cuci ayamnya, mama mau iris brokoli sama wortel " perintah mamanya.
Sera mengikuti instruksi mamanya, hingga hampir dua jam lamanya mereka memasak, para lelaki dirumah itu hanya menjaga anak kecil yg aktif karena mereka dilarang untuk masuk ke dapur.
" Papa lapar Dan ".
" Sama pah udah melilit banget perut Ardan".
" Mereka masak apa sih udah dua jam masih belum siap juga ".
" Sera tadi bilangnya mau masak ayam teriyaki pa ".
" Oh....memangnya Sera bisa masak?".
" Nggak bisa pa, makanya belajar sama mama ".
" Apa?" papa Ardan kaget, " Yang bener aja Dan,memangnya selama ini kamu pernah lihat mama kamu masak ayam teriyaki? Lanjut papa Ardan.
__ADS_1
Ardan pun mengernyitkan dahinya, " Gawat pa, ini alamat kita jadi kelinci percobaan ".
" Tepat, matilah kita ".
Kedua lelaki beda usia itu hanya bisa pasrah, mereka menyiapkan jawaban kalau ada pertanyaan jebakan dari pasangan masing-masing.
Kini semua berkumpul dimeja makan, hidangan diatas meja tampak tidak menggairahkan, ayam teriyaki yang berubah warna menjadi hitam, dan sayur brokoli jamur wortel jagung yang berwarna lebih cenderung ke warna cokelat karena over cook.
" Pah mama ambilkan sekarang ya " tawar mama Ardan.
" Iya ma, jangan banyak-banyak ya papa masih kenyang ngopi " ucap papa Ardan.
" Kamu mau banyak apa nggak ?"tanya Sera.
" A-aku sedikit saja Ser ".
" Ini masakan pertamaku masa cuma sedikit sih ?" sungut Sera.
" Gimana pa enak kan masakan mama ?" tanya mama Ardan.
Papa Ardan hanya mengangguk sambil berusaha menelan makanan yang rasanya cenderung bagai air laut.
Sedangkan Ardan tampak santai memakan makanannya, dia berharap Sera tidak menanyakan hal yang sama seperti mamanya.
" Mommy makanannya nggak enak Saina nggak suka rasanya aneh mom " komentar Saina.
Sera penasaran langsung menyuapkan satu sendok kemulutnya.
__ADS_1
" Wueeeeekkkk pahit, asin pula " celetuk Sera.
" Iiih ini tidak layak konsumsi Ser " timpal mamanya, " Kenapa kalian diam saja malah makan lahap?" tatapan sang mama menusuk kearah suami dan anaknya.
" Kita mana berani sih ma " jawab papa.
" Iya Ser kita nggak mau usaha kalian memasak jadi kita kecewakan " tambah Ardan.
" Kejujuran itu yang utama " jawab Sera.
" Terus kalau tadi yang komen nggak enak itu aku apa kamu nggak marah?" tanya Ardan memastikan.
" Ya marah lah " jawab Sera.
" Tuh kan kamu...".
" Haaaaah udah kita pesan makan diluar aja " sang mama menengahi.
Akhirnya acara makan siang gagal, mereka memilih menunggu pesanan diruang santai sambil menikmati cemilan demi mengurangi rasa lapar mereka.
" Mommy sama oma bikin kita kelaparan, Saina nggak suka ?" rajuk Saina.
" Saina nggak boleh gitu sama orang tua " tegur Ardan.
" Emang iya dad, ini sudah jam dua siang tapi kita belum makan, Saina lapeeer banget " pembelaan Saina.
" Biasanya juga telat makan "timpal Sera.
__ADS_1
" Iih mommy kok gitu, Saina pokoknya marah ah sama mommy dan oma " Saina ngambek.
Setelah menunggu lama akhirnya makanan yang ditunggu pun datang, mereka menikmati makan siang pukul tiga, dengan perut yang sudah terlalu lapar membuat mereka sibuk masing-masing tanpa kata-kata lagi memilih fokus pada makanan dihadapannya.