
Sesampai di rumah Lala segera menuju kamarnya.Dia mengganti pakaiannya kemudian merebahkan badannya di kasur.Lala sudah tidak ingin memikirkan kata-kata Rizal di tempat parkir tadi karena Lala yakin dia pasti akan menjilat ludahnya sendiri nanti.
Triing...
Bunyi notifikasi pesan masuk, dari Adit.Lala hanya melihat pesan itu.Dia tidak ingin membaca apalagi membalasnya.Lala membiarkan saja hp nya.Mungkin ada sekitar tiga pesan masuk.Mulai sekarang dia akan menghindari Adit.Selain karena janjinya dengan Nyonya Andreas, Lala sendiri sangat kecewa kepada Adit.Lala merasa dipermainkan.
Triing...
Ada pesan masuk lagi.Lala melihatnya, kali ini dari nomor asing.Lala segera membaca pesan itu siapa tahu penting.
"Ini nomorku, Rizal.Tolong di simpan."
"Oke." Lala membalas singkat.
Triing...
Pesan baru lagi dari Adit.Lala meletakkan kembali hp nya.Dia sedang malas berurusan dengan Adit.Tapi hp Lala tidak berhenti berbunyi.Sepertinya Adit masih mengirim beberapa pesan setelah itu.Lala tetap mengabaikannya.Kali ini hp nya berdering, tanda ada panggilan masuk.
"Adit lagi... !"
Lala menghembuskan nafas kesal.
Akhirnya Lala menonaktifkan hp nya.
Pagi harinya setelah bangun tidur Lala mengaktifkan hp nya kembali.Ada 7 pesan masuk dari Adit dan 4 panggilan tidak terjawab.Lala membaca pesan itu.
"Jelek... Kamu lagi apa?"
"Jelek... aku merindukanmu.Di sini tidak ada orang yang bisa ku ajak bicara normal."
"Jelek... kenapa tidak membalas pesanku?"
"Hehh... Aku melihat statusmu online tepi kenapa tidak membalas pesanku?"
"Aku menelfonmu."
"Angkat telfonku!"
"Kamu ini kenapa?!"
"Kenapa kamu matikan hp mu?!!"
Lala bingung bagaiman membalas pesan-pesan dari Adit.
"Dia pasti sambil mengamuk waktu mengirim pesan-pesan ini," batin Lala.Dia sangat mengenal karakter Adit.
__ADS_1
"Aku ngantuk banget semalam."
Lala membalasnya singkat.
"Aku ngga mau tahu.Kamu harus menjelaskannya nanti!"
Adit segera membalas pesannya.
"Apa-apan dia ini? Apa yang harus ku jelaskan padanya? Aku sudah seperti pacar yang ketahuan selingkuh saja," Lala mengomel.
"Lagian dia masih beberapa hari di sana, saat pulang nanti pasti marahnya sudah reda," Lala masih mengomel sendiri.
Lala bersiap-siap berangkat kerja.Ini hari sabtu jadi Lala hanya setengah hari kerja, sampai jam 2 siang.Hari biasa Lala bekerja dari jam 8 - 4 sore.Setelah menyelesaikan sarapan bersama keluarganya Lala segera pamit untuk berangkat.
* * * *
Sudah hampir jam 12 siang.Lala merasa hari ini waktu berjalan lambat karena dia tidak ada pekerjaan.Semua kerjaannya sudah beres jadi dia hanya bermain-main dengan komputer di depannya.Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.Adit langsung masuk.Lala terlihat kaget karena setahunya Adit masih beberapa hari di luar kota.Ini baru sehari dan dia sudah kembali.
"Bang Adit..?"
"Kenapa kamu ngga balas pesanku semalam?"
Adit berdiri di depan meja Lala.Dia tampak marah.Lala sedikit takut karena Adit terlihat benar-benar marah.Lala pura-pura fokus ke layar komputernya seolah dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaan penting.Padahal dia sendiri tidak tahu sedang melakukan apa.
"Sudah ku bilang, aku ngantuk semalam," Lala menjawab tanpa ekspresi sambil terus menatap ke layar komputernya.
Biasanya Lala akan menggoda Adit saat dia marah.Lala mungkin mengeluarkan kecentilan nya atau memasang puppy eyes kemudian Adit langsung luluh.Tapi kali ini Lala menahan diri.Dia mengingatkan dirinya sendiri agar menjauhi Adit.
"Aku masih banyak pekerjaan bang.Kalau tidak ada yang penting aku akan melanjutkan pekerjaanku." Lala masih pura-pura sibuk di depan komputer.
"Hentikan pekerjaanmu! Ini jam 12 siang, waktunya istirahat.Tidak ada yang bekerja di jam ini!" Adit mulai meninggikan suaranya.
"Aduhhh... Aku sampai ngga lihat jam lagi.Aku pasti ketahuan bohong sekarang," Lala merutuki kebodohannya dalam hati.
"Apa kamu mengindariku?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Karena statusmu online tapi kamu tidak membalas pesanku!" Adit menjawab keras hampir berteriak.
"Kenapa dia sensitif sekali, hanya karena itu dia bisa tau aku sedang menghindarinya," batin Lala.
Sebenarnya Lala takut jika tiba-tiba mengamuk di tempat ini.Tapi dia berusaha bersikap biasa.
"Kamu ini mau apa sih bang? ini di kantor." Lala menekan suaranya agar tidak terdengar dari luar.
__ADS_1
"Kenapa kamu berubah?"
"Berubah apa?Apa maksudmu?"
"Kamu yang minta agar hubungan kita tetap seperti yang kamu inginkan tapi kamu sendiri yang berubah.Aku baru pergi sehari dan kamu sudah menghindariku.Kamu tidak bisa bersikap seperti ini padaku!" Adit bicara dengan nada mengancam kali ini.
Lala sudah tidak tahan dengan situasi ini.
"Kalau kamu ingin penjelasan nanti akan aku jelaskan.Tapi tidak di sini.Temui aku nanti sepulang kerja di taman kota." Lala bicara datar tanpa melihat ke arah Adit.Ini jelas bukan Lala yang biasanya.
* * * *
Adit sudah ada di sana saat Lala tiba di taman kota.Lala segera duduk di tempat favoritnya, di tepi taman agar bisa melihat ke arah air mancur hotel.Adit mengikutinya kemudian duduk di sampingnya.
"Kenapa menyuruhku datang ke tempat seperti ini? Ini terlalu terbuka dan banyak orang.Apa tidak ada tempat lain?"
Adit sudah memasang tampang juteknya.Dia terlihat sudah tidak semarah tadi di kantor.
"Ini taman kota, pasti tempatnya terbuka.Kalau kamu tidak suka kenapa kamu mau datang?"
Lala masih bicara datar terhadap Adit.
Adit diam saja.Dia merasakan kata-kata Lala sangat ketus.Adit merasa perempuan di sampingnya ini sudah berubah.Hanya lewat pesan singkat saja dia bisa merasakannya, apalagi sekarang setelah menemuinya langsung.
"Kenapa kamu tidak mengatakan padaku kalau kamu sudah bertunangan?" Lala bicara langsung pada intinya.
Dia masih tidak mau menatap mata Adit.
Adit seketika tertegun menatap Lala.Dia tidak menyangka Lala sudah mengetahuinya.
"Kenapa diam saja Bang? Memang kamu tidak perlu menjelaskan padaku karena aku bukan siapa-siapamu.Aku sendiri yang minta agar tidak ada status di hubungan kita.Aku juga yang menolak untuk menjadi pacarmu.Jadi bukan semuanya salahmu."
"Kamu tau dari mana?"
"Apa itu penting?"
Adit hanya diam.
"Bagaimana jika waktu itu aku menerima cinta mu? Bagaimana jika statusku saat aku mengetahui ini adalah pacarmu? Kamu bisa bayangkan perasaanku?" Kali ini mata Lala berkaca-kaca.
Adit masih diam.Dia merasakan rasa bersalah yang luar biasa dalam hatinya.
"Jadi kamu anggap aku ini apa?! Apakah kamu menganggapku gadis bodoh sama seperti pacar-pacarmu itu??Kamu memang punya segalanya tapi kamu tidak bisa berbuat seenaknya begini padaku! Aku tidak marah padamu... aku tidak berhak.Aku hanya kecewa." Air mata Lala menetes.
Lala berdiri dan meninggalkan tempat itu.Dia tidak memberikan Adit kesempatan untuk bicara.Adit sendiri hanya diam terpaku di tempatnya.Lidahnya kelu seolah dia tidak bisa bicara.Dia melihat Lala menangis tapi dia sendiri yang merasa hatinya teriris-iris.
__ADS_1