Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Sisi Lain Nova


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama, motor Nova berhenti di depan sebuah bangunan tua.Lala mengamati bangunan itu, bentuknya tidak seperti rumah tapi juga bukan gedung, halamannya pun tidak begitu luas.Lala mengamati bangunan itu dan melihat papan bertuliskan "PANTI ASUHAN KASIH IBU" di halaman bangunan tersebut, barulah dia mengerti.Lala juga melihat Range Rover Nova sudah berada di sana beserta pak sopir yang berdiri menunggu majikannya datang.


Nova menggandeng tangan Lala, dan tanpa permisi dia langsung masuk ke tempat ini seperti di rumahnya sendiri.Suasana tampak kosong di ruang depan, atau mungkin bisa disebut ruang tamu.Nova terus berjalan ke belakang melewati beberapa ruangan yang cukup luas yang sepertinya kamar tidur anak-anak.Lala bisa mengetahuinya dari kaca jendela kamar tersebut.Setiap kamar berisi beberapa tempat tidur yang sama dan berjajar rapi.


Sampai lah mereka di ujung bangunan yang ternyata adalah sebuah taman yang cukup luas.Hampir semua penghuni panti sedang melakukan kegiatan di taman ini.Ada seorang anak laki-laki yang melihat kedatangan mereka berdua kemudian berlari memeluk Nova.


"Kak Nova ...." teriak anak itu disertai tawa kegirangan.


Nova berjongkok dan menyambut pelukan bocah laki-laki tersebut.Anak-anak lain yang melihat kedatangan Nova pun berhamburan meninggalkan kegiatan mereka dan ikut berlari menghampiri Nova.


"Kak Nova sudah lama sekali tidak kesini."


"Kamu masih ingat padaku?" tanya Nova.


"Tentu saja," jawab anak itu mantap.


Tak lama suasana menjadi riuh karena anak-anak mulai berkerumun dan melempari Nova dengan berbagai macam pertanyaan polos mereka.


Kakak-kakak dan ibu pengasuh panti yang tidak menyadari kehadiran Nova dan Lala sampai ikut mendatangi kerumunan tersebut untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Mas Nova?"


"Bu Fatma ...," balas Nova.Dia reflek berdiri menjauh dari anak-anak sedang mengerumuninya dan menyalami wanita yang dia sebut Bu Fatma itu.


"Mas Nova apa kabar? Sudah lama sekali tidak berkunjung.Saya dengar dari Siska kalau Mas Nova tinggal di luar kota beberapa tahun terakhir."


"Saya baik-baik saja Bu ...." Nova kemudian menoleh mencari istrinya yang ternyata tengah asyik dengan beberapa anak yang mengelilinginya.Nova hanya tersenyum. "Viola ..." panggil Nova.


Lala menoleh kemudian berjalan menghampiri Nova.

__ADS_1


"Bu Fatma, kenalkan ... ini Viola istriku."


Bu Fatma tersenyum lebar dan menyalami tangan Lala.


"Senang mendengar Mas Nova sudah menikah.Saya Fatma."


"Saya Viola," balas Viola yang juga diiringi senyum.


Beru ngobrol sebentar lengan Nova sudah ditarik-tarik oleh salah satu anak yang ingin mengajak Nova bermain.Melihat itu, Bu Fatma bisa mengerti.


"Sepertinya anak-anak sudah kangen sama Mas Nova."


"Permisi Bu, saya akan menemani anak-anak main dulu." Kemudian Nova mengajak anak-anak itu ke halaman depan meninggalkan Bu Fatma dan Lala berdua.Bu Fatma mengajak Lala duduk di salah satu kursi di taman tersebut.


"Sudah lama sekali Mas Nova tidak main kesini. Sebelumnya dia rutin mengunjungi kami.Tapi kemudian menjadi jarang, sebulan sekali, kadang beberapa bulan sekali hingga tidak sama sekali.Anak-anak merasa kehilangan karena jarang ada orang yang peduli pada mereka seperti Mas Nova."


"Belum ada dua bulan Bu ...," balas Lala. "Apa Siska juga sering kesini?"


"Bukan sering lagi, dia dulu juga penghuni panti ini.Dulu Bu Rusdi sering mengunjungi kami, waktu itu Siska masih anak-anak.Bu Rusdi sangat menyukai Siska, hingga akhirnya Bu Rusdi menjadikan dia anak asuhnya."


"Oh ... begitu rupanya.Apa Nova dulu kemari bersama orang tuanya?"


"Tidak ... Mas Nova justru sering ikut Bu Rusdi saat beliau berkunjung kesini.Bu Rusdi adalah penyumbang dana tetap di panti ini."


Tak lama kemudian terdengar suara riuh dari anak-anak kembali memasuki area taman.Masing-masing membawa bingkisan makanan dan bingkisan lain di tangan satunya.Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka.Nova berjalan di belakang anak-anak itu didampingi oleh salah satu kakak pengasuh.


Lala masih bisa melihat Nova dari tempatnya duduk sekarang.Dia tidak menyangka dibalik sifatnya yang pendiam, Nova memiliki hati yang mulia.Dia bisa bermain dan bercanda lepas, sisi lain Nova yang belum pernah Lala lihat sebelumnya.Di tempat ini dia sama sekali tidak terlihat seperti pendiam dan murung.Dia benar-benar menjadi orang yang berbeda. Mungkin seperti inilah Nova yang dulu, sebelum kecelakaan mengubah seluruh hidupnya.


"Ada yang belum dapat bingkisan?" tanya Nova.Tidak ada jawaban yang artinya tidak.Nova segera meninggalkan anak-anak itu karena mereka sudah sibuk dengan bingkisan masing-masing.Dia kemudian berjalan ke arah Lala dan Bu Fatma.

__ADS_1


"Terima kasih ya Mas Nova, kamu selalu membawa kebahagiaan untuk mereka." Bu Fatma tampak senang melihat anak-anak itu bahagia.Nova hanya mengangguk.


Tiba-tiba ada seorang kakak pengasuh yang memanggil Bu Fatma yang membuat Bu Fatma terpaksa harus meninggalkan Lala dan Nova.Kini tinggal mereka berdua duduk di kursi taman.Lala tersenyum kepada Nova.


"Kenapa tersenyum seperti itu?"


"Aku bangga padamu." Nova jadi salah tingkah mendengar pujian Lala.


"Dulu aku ke sini cuma iseng saja ikut Oma.Kemudian setelah papa mama meninggal, aku jadi semakin sering mengunjungi mereka karena setelah itu, aku merasakan menjadi mereka." Wajah Nova sendu menatap anak-anak itu dari kejauhan.


"Kemudian aku pindah ke kotamu, tadinya aku sempatkan sebulan sekali pulang untuk mengunjungi mereka.Tapi lama-lama aku tidak ada waktu, hingga hampir dua tahun aku tidak berkunjung."


"Tapi mereka masih ingat padamu."


"Aku juga tidak menyangka."


"Kakak pengasuh itu sepertinya menyukaimu," bisik Lala sambil menyenggol lengan Nova.


"Kamu cemburu?"


"Menurutmu?"


"Sepertinya tidak.Kamu kan tidak mencintaiku."


Lala menahan tawanya mendengar jawaban Nova.Dia seperti anak kecil yang sedang ngambek.


"Bukan seperti itu, tapi masak aku cemburu sama remaja? Aku kalau mau cemburu lihat-lihat kondisi juga," balas Lala disertai tawa yang akhirnya terlepas setelah tadi dia coba tahan.


Setelah cukup lama bermain dengan anak-anak panti, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang.Dengan motor sport milik Nova, mereka lebih seperti anak ABG yang sedang pacaran dari pada pasangan suami isteri.

__ADS_1


__ADS_2