
Pagi harinya Lala tetap berangkat ke toko, masih dengan perban di dagunya dan lebam di lengannya.Jika dia tetap di tumah maka pikirannya hanya akan teringat Adit atau Juna, karena itu dia menahan rasa sakitnya dan mencari kesibukan di toko.
Sampai di toko Lala di sambut dengan tatapan penuh tanya oleh teman-temannya.Pagi ini dia masih bersama Siti, Mei dan Vira.Kedua gadis itu langsung mendekati Lala untuk melampiaskan kekepoan mereka.Sementara Siti terlihat biasa saja.Dia sudah lebih dewasa dari kedua gadis ini.
"Mbak Lala kenapa?" tanya Vira.Sementara Mei mengekor di belakangnya.
"Semalam aku jatuh dari motor," jawab Lala singkat.
"Kok bisa Mbak?"
"Bisa lah, namanya kecelakaan kan ngga bisa di duga?" balas Lala. "Sudah lanjutkan kerjaan kalian, kasihan tuh Siti sendirian."
Kedua gadis itu kemudian berlalu dari hadapan Lala.
Ini sudah hampir tengah hari.Mobil yang sama kembali parkir di seberang toko.Hari ini keadaan toko cukup ramai, Lala yang tengah sibuk tidak memperhatikan kedatangan mobil tersebut.
* * * *
Di dalam mobil...
Seperti biasa Adit berhenti di seberang toko Lala.Dari sini dia bisa melihat Lala dengan jelas saat gadis itu duduk di depan meja kasir.Penglihatan Adit terhalang oleh beberapa orang yang sedang antri di depan kasir.
Adit tetap diam di dalam mobil.Dia menunggu sampai orang-orang yang sedang antri itu pergi agar bisa melihat gadis yang selalu dia rindukan, walaupun hanya dari kejauhan.Setelah toko sepi, Adit baru bisa melihat sosok Lala.Ada ketenangan di hati Adit saat melihat wajah gadis itu.
"Kenapa dia? Kenapa dagunya itu? Apa terjadi sesuatu?" Adit mulai curiga.Jika tadi niatnya datang hanya ingin melihat Lala dari kejauhan, sekarang sudah berbeda.Hatinya berdebar takut jika ada sesuatu yang buruk sudah menimpa Lala.Adit keluar dari mobilnya dan berlari menuju toko.Dia harus memastikan gadis kesayangannya itu baik-baik saja.
* * * *
Lala kaget melihat Adit sudah ada di depannya.Lala menengok ke belakang Adit dan melihat mobil sedan yang sudah terparkir di sana.Vira dan Mei yang sudah "siaga 1" sejak melihat mobil itu datang langsung mendekat ke arah Lala.Mereka sampai melongo memandangi wajah Adit yang luar biasa tampannya.
"Jangan kesini lagi," bisik Lala.
"Itu kenapa?" tanya Adit.Dia tidak menghiraukan kata-kata Lala. "Jawab pertanyaanku! Dagumu itu kenapa?" ulang Adit.
"Aku jatuh dari motor tadi malam," jawab Lala terpaksa.Dia tidak berani menatap mata Adit.
"Bagaiman bisa? Dimana?"
__ADS_1
Lala kemudian menceritakan kecelakaan yang dia alami dengan versinya sendiri.
"Mbak Lala jatuh di tempat itu?" tanya Vira asal menyahut.
Lala mengangguk.
"Tadi pagi di tempat itu juga ditemukan tiga orang pria pingsan.Mereka babak belur seperti habis di hajar," cerita Vira. "Tadi pas aku mau berangkat kesini juga masih banyak polisi di sana," lanjutnya.
Adit menatap Lala tajam.Dia mencari kejujuran dari mata Lala.
"Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak ada hubungannya dengan orang-orang itu.Lagian, mana mungkin aku menghajar tiga orang pria sekaligus," jawab Lala.Dia tahu maksud tatapan Adit.
Aku tidak bohong kan? Memang bukan aku yang menghajar mereka.Kenapa dia bisa langsung curiga gitu ?
"Aku tidak percaya.Lihat aku!" ucap Adit datar tapi penuh penekanan.
"Ngga mau!" jawab Lala.Dia masih memalingkan wajahnya dari Adit.Kemudian Adit menarik lengan Lala.
"Ahh ... " Lala meringis kesakitan saat Adit menarik lengannya.
"Kamu kenapa?" tanya Adit panik.Dia segera mendekati Lala dan membuka lengan baju Lala.
"Mana lagi yang sakit? Katakan padaku!" Adit membuka lengan baju Lala yang satunya.Dia menemukan lecet di siku kiri Lala.Adit ingin membuka kancing baju Lala tapi Lala segera mencegahnya.
"Apa kamu ingin menelanjangiku?"
Adit kemudian melepaskan tangannya.Dia seperti tidak sadar apa yang sedang dia lakukan.
"Aku tau ini pasti bukan jatuh dari motor,' ucap Adit pelan. "Ayo ku antar ke rumah sakit," lanjut Adit lembut.Dia tidak menghiraukan dua orang gadis yang sedang baper menyaksikan mereka berdua.
"Aku ngga apa-apa Bang ... beneran! Sekarang kamu pergi ya, jangan sampai ada yang melihatmu di sini," pinta Lala.
Adit meraih wajah Lala. "Aku tidak bisa melihatmu seperti ini.Katakan padaku, ini karena Mama kan?"
Lala diam.Dia tidak bisa berbohong karena matanya sudah dikunci oleh tatapan tajam Adit.
"Karena itu pergilah dari sini.Kumohon ...." Mata Lala mulai berkaca-kaca.Bukan karena dia takut, tapi karena terasa berat sekali untuk menyuruh Adit pergi.
__ADS_1
"No ... no ... no ....Jangan menangis!" Adit semakin merasa bersalah.
Pada saat yang bersamaan mobil lain datang dan parkir di depan toko Lala.Pemilik mobil kemudian turun dan masuk ke toko.Dia berhenti karena melihat Lala dan seorang pria berdiri begitu dekat bahkan hampir berpelukan.
"Sayang ...," ucap pria itu datar.
Lala dan Adit menoleh ke arah sumber suara bersamaan.
"Mas Juna?" gumam Lala lirih.
"Kamu kenal dia?" tanya Adit kepada Lala, tapi tatapannya tetap fokus pada Juna.
"Dia Mas Juna, mantan pacarku," ucap Lala keras agar Juna sadar posisinya sekarang.
"Sayang ... bisa kita bicara sebentar? Berdua saja?" Juna mengangkat alisnya.
"Tidak!" jawab Lala tegas.
"Kumohon... Sebentar saja," ucap Juna lembut.
"Dia bilang dia tidak mau!" balas Adit dingin.Aura ketegangan mulai tercipta di sini.
"Jangan campuri urusan kami!" ucap Juna sinis. "Sayang ... apa kamu tidak mau berterima kasih padaku? Aku sudah menyelamatkanmu tadi malam," ucap Juna lagi.
"Apa maksud kata-katanya?" Adit menoleh ke arah Lala.Tatapannya tajam membuat Lala takut.Tapi seperti biasa, Lala langsung meraih tangan Adit agar dia tidak marah.
"Bang ... kamu pergilah sekarang.Kumohon ...!" pinta Lala.Dia terlihat putus asa.Jika Juna bicara lebih banyak lagi Adit bisa tahu kalau semalam dia tidak jatuh dari motor, tetapi diserang oleh orang tidak dikenal.
"Kamu dengar dia kan? Cepatlah pergi!" ucap Juna penuh kemenangan.Sementara Adit terlihat sudah terbakar amarah.Tatapannya sudah seperti singa jantan yang sedang mempertahankan betinanya.
"Bang ... " Tangan Lala semakin erat menggenggam tangan Adit.Kemudian Lala memeluk Adit di depan Juna.Lala tidak peduli.Dia hanya ingin meredakan amarah Adit.Jangan sampai dua singa jantan ini bertarung di tokonya demi dia.
Juna terlihat kaget melihat Lala memeluk pria lain di depannya.Tidak bisa disembunyikan, dia terlihat cemburu.Dia tidak menyangka Lala bisa melakukan ini di depannya.Selama ini dia begitu percaya diri menganggap Lala tidak akan bisa menemukan orang yang lebih baik darinya.
Sementara Vira dan Mei masih terbengong-bengong menyaksikan ini semua.Kedua gadis ini merasa seperti sedang melihat drama korea dalam kehidupan nyata.
"Kumohon ...," pinta Lala lagi. "Jangan buat aku nangis lagi, i'll be fine." Adit membalas pelukan Lala.Kedua orang ini berpelukan di depan orang lain tanpa canggung sama sekali.Adit melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Lala.
__ADS_1
"Katakan padaku jika terjadi sesuatu."
Lala mengangguk.Adit berlalu meninggalkan Lala.Dia pergi dengan merasa penuh kemenangan karena Lala memeluknya di depan mantan pacarnya.Saat melewati Juna pun Adit tidak menghiraukannya seolah tidak ada orang di sana. Sementara wajah Juna terlihat merah padam terbakar cemburu.