Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Cemburu? 1


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, hubungan Oma dan Nova sudah mencair begitu pula hubungannya dengan Kevin.Nova beberapa kali mengunjunginya tanpa sepengetahuan Viviane.


"Kamu ingin beli apa?" Nova berniat mengajak Lala ke mall sore ini.


"Entahlah, aku hanya ingin keluar rumah.Aku bosan terus-terusan di rumah tanpa melakukan apapun.Kamu tidak mengijinkan aku bekerja," terang Lala yang kini duduk bermalas-malasan di sofa dalam kamar mereka.


Timbul rasa bersalah di hati Nova.Sekarang dia memang lebih banyak menghabiskan waktunya di peternakan dan meninggalkan Lala sendirian.


"Bagaimana kalau besok kamu ikut ke peternakan? Kita bisa menginap di sana."


"Memangnya boleh?"


Nova mengangguk. "Kamu akan suka suasana di sana.Sepi dan hawanya sejuk.Kita bisa sekalian bulan madu."


Lala mendengus. "Ujung-ujungnya itu juga."


"Memangnya apa lagi yang dilakukan orang yang sedang berbulan madu? Mereka bisa sehari semalaman melakukan itu."


"Kita jadi ke mall tidak?" tanya Lala mengalihkan pembicaraan.


"Oke, kita berangkat sekarang."


* * * *


Nova sudah lelah menemani Lala mengitari mall ini tapi sepertinya tenaga istrinya di itu tidak ada habisnya untuk urusan satu ini.


"Aku tunggu di sini saja, kamu pilihlah apa yang kamu sukai," ucap Nova sambil memberikan kartu kreditnya kepada Lala.


"Tidak, kamu bawa saja, nanti kalau aku sudah menemukan apa yang aku suka, aku akan memanggilmu." Nova mengangguk.


Kemudian Lala masuk ke sebuah gerai sepatu sneakers kesukaannya yang hanya terletak di depan kursi yang sedang di duduki Nova sekarang.Sementara Lala mencari apa yang diinginkannya, Nova menuggu di kursi sambil memainkan ponselnya.Kemudian sebuah suara membuyarkan fokus Nova terhadap ponselnya.


"Nova?"

__ADS_1


Nova mendongak mendengar suara seorang wanita yang dia sangat familiar memanggilnya.Nova hanya menatap wanita itu sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya memainkan ponselnya tanpa menjawab sapaannya.


"Boleh aku duduk di sini?" menunjuk tempat kosong di samping Nova.Wanita itu duduk dan membiarkan anaknya yang baru berusia sekitar dua tahun bermain di depan mereka berdua.


"Silahkan," jawab Nova masih menatap ke ponselnya.


"Bisa kita bicara sebentar?"


"Tidak ada yang perlu di bicarakan."


"Aku hanya ingin minta maaf padamu.Aku tahu aku memang salah.Kamu masih marah padaku?"


"Aku tidak ingin membicarakannya!" Mata Nova masih tertuju pada ponselnya.


"Cassanova ... kumohon maafkan aku, tetaplah mataku!" Wanita itu memandang Nova lekat, berharap dia balik menatap matanya dan melihat keseriusannya.Tapi Nova tetap mengacuhkannya.


"Kamu berubah sekarang.Apa kamu sudah benar-benar melupakan semua kenangan indah kita bersama?"


Mendengar pertanyaan ini barulah Nova mengalihkan matanya dari ponselnya.Dia menatap wanita di sampingnya yang dulu pernah mengisi hatinya.


"Aku benar-benar minta maaf ... Tapi kamu tahu, kamulah yang pertama dalam hidupku.Dan karena itu Erik sering melakukan kekerasan padaku.Dia sering marah dan mengungkit-ungkit masalah aku yang sudah tidak suci saat bersamanya.Aku benar-benar menyesal Nova ...." Wanita itu hampir menangis.


Nova menatap wanita di sampingnya hingga muncul rasa iba di hatinya.Bagaimanapun juga dia pernah mengisi hidupnya. "Harusnya kamu menjadikan aku satu-satunya di hidupmu," ucapnya kemudian.


"Beri aku kesempatan lagi Nova, bantu aku terlepas darinya.Aku sudah tidak tahan menerima perlakuan kasarnya." Wanita itu memohon.


"Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku."


"Apa sedikit saja tidak tersisa perasaanmu padaku?"


Nova tidak menjawab. "Dimana suamimu? Jangan sampai dia melihatmu duduk bersamaku seperti ini.Dia bisa salah paham dan menyalahkan aku nanti."


Di dalam gerai sepatu...

__ADS_1


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya dia menemukan sepatu yang sesuai keinginannya.Dia hendak keluar untuk memanggil Nova, tapi mata Lala menangkap Nova sedang berbicara dengan seorang wanita.


"Manda," gumam Lala pelan.


Apa yang mereka bicarakan? Sepertinya serius.Eh ... Kenapa pakai acara saling tatap begitu?


Lala hanya bisa mengawasi dari tempatnya berdiri sekarang.Dia berniat memanggil Nova karena ingin meminta kartu kreditnya, tapi dia urungkan.Akhirnya dia ke meja kasir dan membayar sepatunya dengan kartunya sendiri.


Lala ingin keluar dan menghampiri Nova tapi dia ragu.Entah kenapa dia tidak suka melihat Nova berbincang dengan Manda.Lala masih mengawasi Nova dan Manda dari tempatnya berdiri sekarang.


"Samperin ... tidak .... samperin ... tidak ..."


Lala bingung sendiri.Hingga kemudian dia melihat Erik mendekati Nova dan Lala dengan tatapan penuh emosi.Lala segera berlari menghampiri mereka sebelum ada kejadian tidak diinginkan.


Erik sudah melayangkan tinjunya untuk Nova tapi masih sempat di halangi oleh Manda hingga akhirnya Manda lah yang terkena tinjunya Erik.Manda meringis kesakitan tapi Erik tidak menghiraukannya.Matanya tetap menatap nanar ke arah Nova.


Nova sendiri sudah berdiri dari duduknya dan mengepalkan tangannya.Tatapannya tak kalah nanar dari Erik.


"Jauhi Manda, dia istriku!" Erik ingin memukul Nova tapi rengekan anaknya yang masih kecil menyadarkannya. Erik segera menggendong anaknya, sementara Manda masih meringis memegangi pipinya yang tadi terkena pukulan tangan Erik.


"Lihat pengecut ... aku sudah punya jagoan kecil.Sudah berapa lama kamu menikah? Kenapa istrimu belum hamil juga? Apa kamu juga seorang pengecut di ranjang?" tanya Erik diiringi tawa mengejek.


"Sebaiknya kamu tanyakan itu pada istrimu.Dia tahu seberapa jantan aku di ranjang," balas Nova yang justru membuat Erik semakin tersulut emosi.Dia berusaha memukul Nova tapi terus ditahan oleh Manda dan juga anaknya yang dalam gendongannya membuatnya kesulitan untuk menjangkau wajah Nova.


Lala yang sejak tadi berdiri di samping Nova melihat itu semua.Telinganya memerah mendengar kalimat terakhir Nova.Kemudian dia meraih tangan Nova.


"Nova ... ayo pergi dari sini." Lala melihat orang-orang yang sudah mulai melihat ke arah mereka.


Tapi Nova tidak mendengarnya.Mata Nova masih beradu dengan mata Erik seperti dua ekor singa yang siap saling terkam.Mereka berdua tidak menyadari jika saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian pengunjung mall tersebut.


"Nova ... " Lala menggoyangkan tangan Nova.Tapi Nova masih tidak menggubrisnya.Hingga akhirnya Lala melepaskan tangan Nova dan pergi sendirian meninggalkan Nova yang masih bersitegang dengan Erik.


Manda menarik tubuh Erik menjauhi Nova.Sementara Nova baru sadar Lala sudah meninggalkannya setelah Erik dan Manda sudah tidak terlihat dari hadapannya.Orang-orang yang tadi berkerumun pun perlahan bubar.Nova terlalu mengikuti emosinya hingga tidak sadar Lala sudah beberapa kali memanggilnya.

__ADS_1


Nova mengusap wajahnya gusar menyesali sikapnya tadi. "Dia pergi kemana?" Nova melihat sekeliling barangkali Lala hanya sekedar menghindar dari keributan yang tadi dia dan Erik ciptakan.Tapi matanya tidak menemukan Lala dimana pun.


__ADS_2