Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Tentang Adit


__ADS_3

Adit masih mematung di tempat itu.


"Bagaimana dia bisa tau? Siapa yang memberi tahunya? Apa karena ini dia menghindariku?Jadi dia benar menghindariku? Bagaimana aku akan menjelaskannya?" begitu banayak tanya di benak Adit.


Dia hanya menatap kepergian Lala.Dia benar-benar jatuh cinta pada gadis ini tapi yang terlihat dari luar adalah dia seperti hanya main-main saja dengannya.


"Gadis-gadis itu bukanlah kekasihku, Viola.Aku bersama mereka hanya untuk melihat seberapa jauh mereka menginginkanku.Dan sejauh yang aku lihat, mereka hanya menginginkan kartu kreditku kemudian menukarnya dengan tubuh mereka.Tapi kamu berbeda.Kamu tidak silau dengan kekayaanku.Kamu tidak berpura-pura bersikap manis di depanku.Kamu tidak pernah mencari-cari perhatianku.Kamu tidak menyembunyikan kepalsuan di balik make up tebal seperti gadis-gadis bodoh itu.Kamu selalu apa adanya.Kamu adalah kamu."


"Aku sampai tidak tidur semalaman karena menyelesaiakan semua urusanku agar aku bisa pulang secepatnya.Dan itu hanya karena kamu tidak membalas pesanku.Aku bahkan rela 2 jam menunggumu di sini.Apa kamu tidak menyadarinya.Hanya kamu yang bisa membuatku seperti ini."


"Bagaimana aku bisa memberitahumu kalau aku sudah tunangan.Aku sendiri tidak memginginkan itu.Aku takut kamu tidak mau dekat-dekat denganku jika kamu mengetahuinya.Aku mengikuti kemauanmu agar hubungan kita tidak ada status.Aku tidak memaksamu menerima cintaku karena aku takut itu akan membuatmu membenciku.Dan semua yang ku takutkan itu menjadi kenyataan sekarang.Kamu membenciku dan menjauhiku.Tidak tahukah kamu Viola... yang ku inginkan hanyalah bersamamu, selalu di dekatmu."


"Aku senang melihatmu tertawa lepas.Aku senang saat melihatmu tersenyum ramah kepada orang lain, menunjukkan betapa tulusnya dirimu.Aku senang melihat bibirmu manyun saat aku mengganggumu.Aku senang sekali saat kamu menggodaku dengan membahas gadis-gadis bodoh itu.Aku sengaja tidak meluruskan padamu kalau mereka bukanlah pacar-pacarku karena aku berharap kamu akan cemburu.Tapi kamu justru menggapnya sebagai bahan candaan.Kamu bahkan membully ku dengan itu.Apakah aku tidak bisa sepenuhnya mengisi hatimu? Apakah kamu masih mencintai kekasihmu itu?"


Adit masih berdebat sendiri dengan hati dan pikirannya.Dia tidak bisa terima kalau Lala sudah mengetahui soal dirinya yang sudah bertunangan.


"Aku bisa gila karena kamu Viola!" Adit mengacak-acak rambutnya frustasi.


Akhirnya dia meninggalkan tempat itu.


* * * *


Adit sampai di rumah dalam keadaan berantakan.Dia berjalan menuju kamarnya.Ketika sedang bejalan melewati ruang keluarga, matanya tak sengaja menangkap seorang wanita tengah duduk di sana.Adit mengenal wanita itu tapi dia tidak ingin menyapanya.Adit terus berjalan.Wanita itu menoleh ketika mendengar langkah kaki Adit.


"Adit... kamu sudah pulang sayang?" wanita itu menyapa Adit ramah.

__ADS_1


"Mau apa Mama di sini?" Adit bertanya dingin.


Ya, wanita itu adalah Nyonya Andreas, Mama Adit.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? Apa kamu tidak merindukan Mama?"


"Aku capek, ingin istirahat." Adit berlalu pergi tanpa basa basi.


Sejak dulu hubungan Adit dan Mamanya tidak begitu dekat.Mamanya terlalu memikirkan dirinya sendiri.Dia sibuk dengan pergaulannya, lingkup sosialnya, eksistensi, nama baik dan semacam itu.Dulu ketika Adit masih kecil , mamanya lebih memilih untuk menghadiri arisan dengan teman-teman sosialitanya daripada menemani Adit kecil belajar.Dia sibuk menghadiri berbagai pertemuan hingga mengabaikan Adit yang sedang sakit.Mamanya lebih suka makan malam mewah dengan teman-temannya daripada makan malam bersama Adit.Adit kecil belum memahami semua ini.Dia hanya tahu mamanya sibuk bekerja.Hingga lama kelamaan Adit mulai dewasa dan bisa mengerti semuanya.


Nyonya Andreas tidak pernah memikirkan Adit kecil yang selalu kesepian.Semua orang menganggap Nyonya Andreas adalah sosok wanita, istri dan ibu yang sempurna.Tapi mereka tidak tahu kalau dia sudah mengabaikan anaknya selama ini.Mungkin istilahnya saat ini adalah dia sibuk "pencitraan."


Berbeda dengan Tuan Andreas, papa Adit.Dia sosok yang dingin tapi tidak jahat.Dia memang sering ke luar kota dan meninggalkan Adit.Tapi begitu di rumah maka dia akan sepenuhnya milik Adit.Tuan Andreas akan menghabiskan seluruh waktunya bersama Adit kecil dan menuruti semua keinginannya.Karena itu Adit lebih dekat dengan papanya.


Beberapa tahun lalu saat Tuan Andreas membuka plaza baru di kota ini dan memutuskan untuk menetap di sini selama beberapa waktu, Adit lebih memilih untuk mengikutinya daripada tinggal di kota B bersama mamanya.Sejak itu Adit semakin jarang bertemu mamanya.Tapi bagi Adit itu tidak ada bedanya karena ketika tinggal serumah dengan mamanya pun mereka belum tentu bisa sebulan sekali bertemu.


Adit terbangun saat jam makan malam.Dia segera membersihkan diri karena seharian tidak mandi.Setelah selesai semuanya dia menuju ruang makan.Di sana ada Bi Minah, ART Senior di rumah ini yang sedang menyajikan hidangan makan malam.


"Sejak kapan Mama ada di sini Bi?" Adit bertanya pada Bi Minah.


"Sejak kemarin pagi Tuan, tidak berselang lama setelah kepergian Tuan Adit."


Adit tidak menanyakan keberadaan mamanya saat ini karena Adit tidak mau tahu dan tidak peduli dengan Mamanya.


"Apa ada yang datang selama aku pergi?"

__ADS_1


"Emmm... itu... Tuan.. " Bi Minah mulai gugup.


"Bicara saja bi, tidak apa-apa."


"Emm... kemarin sore Mbak Lala datang ke rumah Tuan," Bi Minah bicara dengan takut-takut.


"Deg.. " Jantung Adit seperti berhenti.


"Dia bertemu Mama?" Adit bertanya walaupun sudah tahu jawabannya.


"Iya Tuan, sepertinya Nyonya yang minta Mbak Lala untuk datang ke rumah."


"Terima kasih Bi," Adit mengangguk.


Bi Minah mengerti maksud Adit.Dia segera meninggalkan tuannya.


Adit menyantap makan malamnya.Entah kenapa pikirannya menjadi jernih setelah mendengar keterangan dari Bi Minah.Semua pertanyaan yang tadi memenuhi kepalanya kini sudah ketemu jawabannya.Dia tahu harus bagaimana menjelaskan kepada Lala.Dia tahu sekarang kenapa Lala menghindarinya.Adit sangat mengenal Mamanya, pasti dia tidak hanya memberi tahu Lala soal pertunangannya.Pasti ada hal lain yang Mamanya bicarakan dengan Lala.Betapa Adit sangat membenci Mamanya, dia selalu mengabaikannya tapi terlalu mencampuri urusan pribadinya.


Adit mengambil hp nya.Dia mencoba menghubungi Lala tapi tidak ada jawaban.Dia mencoba beberapa kali tapi sama saja.


"Aku ingin bicara, apa kita bisa bertemu?"


Adit mengirimi Lala pesan tapi setelah menunggu beberapa waktu tidak ada balasan.


"Kumohon berikan aku kesemlatan untuk menjelaskan."

__ADS_1


"Aku sudah tau kesalahanku.Kumohon maafkan aku."


__ADS_2