Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Kamulah Satu-satunya


__ADS_3

Nova berusaha mengejar Lala dengan motornya, tapi sudah terlambat.Dia tidak bisa menemukan Lala dimana pun.Hujan sudah reda tapi dia masih belum menemukan keberadaan Lala.Dia kembali ke kost dengan lesu.


Kemudian dia mengganti pakaiannya yang basah dan berniat mendatangi rumah mertuanya, siapa tahu Lala pulang ke sana.Tapi kemudian Nova ragu, mengingat karakter Lala seperti itu, tidak mungkin dia pulang ke rumah orang tuanya.Dai pasti akan berusaha menyembunyikan masalah rumah tangganya dari bapak ibunya.


Tapi setelah meyakinkan dirinya sendiri akhirnya Nova memutuskan untuk mendatangi rumah mertuanya.Dia juga berencana menjelaskan semuanya kepada mertuanya dan meminta maaf pada mereka atas semuanya.


Di rumah mertuanya,


Seperti yang sudah Nova duga sebelumnya, dia tidak menemukan Lala di sana.Kemudian Nova menjelaskan duduk permasalahannya kepada mertuanya.Kenapa Lala pergi dan siapa dia sebenarnya, sudah tidak ada lagi yang dia rahasiakan.Dia juga meminta maaf atas semua kebohongannya.


Pada awalnya, baik Pak Fajar dan Bu Mieke juga tidak percaya apa yang dikatakan Nova.Mereka tidak menyangka jika menantunya bukanlah laki-laki dari kalangan biasa.Setelah sedikit interogasi akhirnya Pak Fajar dan Bu Mieke memaafkan Nova.


"Saya harus mencari Lala kemana lagi Pak?" tanya Nova disertai rasa bersalah yang dalam. "Dia tidak membawa ponsel juga dompetnya.Pasti dia sedang kesulitan sekarang." Raut wajahnya jelas menggambarkan kecemasan.


"Sudah kamu cari ke rumah Riris? Dia sahabat dekatnya, mungkin dia ke sana," usul Bu Mieke.Dia tidak kalah cemas dibandingkan Nova.


"Sudah Bu, tapi dia juga tidak ke sana."


"Bagaimana dengan Anjani? Ah .. coba ibu telfon saja dia." Bu Mieke bicara sendiri.Kemudian dia menghubungi ponsel Anjani tapi hasilnya tetap nihil.Lala juga tidak berada di sana.


Nova mulai terlihat frustasi.Bu Mieke dan Pak Fajar coba menenangkannya walaupun mereka sendiri juga khawatir dengan keadaan Lala sekarang.


"Ini sudah malam, istirahatlah dulu di kamar Nak, kamu pasti capek sejak tadi mencari Lala.Mungkin setelah pikiran kita jernih kita bisa lebih fokus mencarinya." Pak Fajar mencoba menenangkan Nova.Dia kasihan melihat menantunya ini dihantui rasa bersalah.Dia melihat kesungguhan Nova saat meminta maaf padanya maupun istrinya.


"Tapi dia sedang sakit juga tidak membawa apa-apa."


"Viola gadis yang pintar, dia pasti bisa menjaga dirinya walaupun sedang sakit.Istirahatlah dulu, jangan sampai kamu juga sakit."

__ADS_1


"Lebih baik saya kembali ke kost pak, siapa tahu nanti Lala pulang ke kost." Nova berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Baiklah, jika begitu menurut Nak Nova, Bapak tidak bisa mencegah."


* * * *


Sementara itu Lala sudah kembali ke kamar kostnya dalam keadaan basah kuyup.Tadinya dia hendak ke rumah Riris, tapi dia urungkan.Dia juga sempat berpikir untuk ke rumah orang tuanya, tapi dia juga tidak yakin.Ini masalah rumah tangganya, jangan sampai orang tuanya tahu pertengkarannya dengan Nova apalagi orang luar.


Akhirnya dia hanya menenangkan dirinya di taman kota.Dia berteduh di bawah payung gazebo taman.Lama dia berteduh di sana sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi.


Kamu berhak kecewa, kamu juga berhak marah, tapi sekarang kamu adalah wanita dewasa, sudah berumah tangga, sudah bukan waktunya marah kemudian pergi meninggalkan rumah.Namanya kamu lari dari masalah dan itu sangat kekanakan ... Lagi pula kamu belum memberi Nova kesempatan untuk menjelaskan.Semua dia lakukan pasti ada sebabnya.Hadapi masalahmu! Dia suamimu, kamu sendiri yang memilihnya!


Lala terus memandangi tetes hujan yang tak kunjung berhenti.Tubuhnya menggigil kedinginan karena bajunya yang basah ditambah kondisinya yang masih belum sehat.


"Tidak ada gunanya aku di sini.Tidak mungkin juga aku pulang ke rumah bapak dan mengadukan semuanya pada mereka.Sebaiknya aku kembali ke kost." Lala bicara pada dirinya sendiri.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kost setelah hujan reda, selain itu hari juga sudah mulai malam, jadi dia tidak punya pilihan.


Tak berselang lama, Nova tiba di halaman kostnya.Senyumnya merekah begitu melihat motor Lala ada di sana.Dia segera berlari masuk ke kamarnya dan mendapati Lala sedang tertidur nyenyak.Nova menghampirinya, tapi dia tidak terlihat baik-baik saja.


Nova meraih kening Lala dan benar saja, tubuh Lala panas sekali.Nova segera menelepon Pak Romi dan memintanya membawa mereka ke rumah sakit.Rasa bersalah kembali menghantui Nova.


Lala segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.Nova dengan setia mendampingi di sampingnya.Dia sudah memberitahu keluarganya, jika Lala sudah kembali dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Nova berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini tidak ada lagi kebohongan, tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi yang perlu diuji dari seorang Lala.Nova akan membawanya tinggal di rumahnya bersama Oma.Dia akan kembali menjadi dirinya.


Akhirnya Lala membuka matanya.Dia melihat Nova tertidur di kursi di samping tempat tidurnya.Lala menghela nafas.Rasa marahnya sudah berkurang walaupun masih ada rasa kecewa.Tapi dia tidak akan membicarakan itu sekarang.Kondisinya yang belum sehat mungkin mempengaruhi moodnya nanti saat Nova memberikan penjelasannya.

__ADS_1


Lala membangunkan Nova.Dia ingin minum tapi tangannya yang sedang diinfus membuatnya kesulitan meraih gelas yang ada di meja.


"Kamu sudah bangun? Kamu ingin sesuatu?"


Lala hanya menunjuk gelas di meja.Nova mengerti maksud Lala dan dengan sigap melayaninya.


"Kamu harus makan, sejak kemarin sore belum makan."


""Aku tidak lapar," jawab Lala datar.


"Harus!" balas Nova tegas.Ini sangat berbeda dengan Nova yang biasanya.Nova yang biasa mengiyakan kemauan Lala.Sekarang dia sudah mengambil nampan berisi makanan, dia tetap menyuapkannya pada Lala walaupun Lala menolak.


"Kamu masih marah?"


"Aku tidak punya untuk memarahi mu sekarang!"


"Aku minta maaf padamu, atas semuanya, kebohongan dan kepura-puraan ku.Nanti aku akan jelaskan semuanya, setelah kamu pulih." Nova dengan tulus mengatakannya. "Kita akan tinggal di rumah Oma setelah ini."


Lala terbelalak tidak percaya. "Kamu tidak bertanya dulu padaku?!"


"Kenapa? Kamu tidak mau?"


Lala diam tidak menjawab, bukannya dia tidak mau, tapi dia belum siap untuk jauh dari orang tuanya.


"Atau kamu takut akan bertemu istri pertamaku di sana?" goda Nova.


"Jadi benar kamu sudah punya istri?" tanya Lala pelan.Dia takut jika ini adalah sebuah kenyataan yang harus dia hadapi.

__ADS_1


Nova tertawa mendengar pertanyaan Lala. "Tentu saja tidak! Sudah ku katakan padamu ... kamulah wanitaku satu-satunya."


Wajah pucat Lala merona mendengar jawaban Nova.


__ADS_2