Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Cemburu 4


__ADS_3

Lala menyantap sarapannya mencoba mengabaikan apa yang sedang terjadi di ruang tamu.Nova mencoba mendekatinya setelah menyelesaikan urusannya dengan Manda.Lala ingin bersikap biasa tapi nyatanya tidak bisa.Bayangan Manda sedang menggenggam tangan Nova tidak bisa hilang begitu saja.


"Tidak usah menemaniku.Kembali saja padanya," ucap Lala gusar.


"Tadi itu tidak seperti yang kamu bayangkan."


"Tidak perlu menjelaskan.Aku sudah melihatnya sendiri."


Lala kemudian memanggil salah seorang pelayan.


"Bi ... tolong antarkan makananku ke kamar.Aku ingin melanjutkan sarapanku di sana!"


"Iya Non," jawab pelayan tersebut.


Lala berjalan kembali ke kamarnya, sementara Nova terus mengikuti di belakangnya.


Di dalam kamar Nova masih berusaha menjelaskan kepada Lala. "Dia hanya ingin minta tolong padaku.Apa kamu tidak melihat wajahnya tadi?"


"Jelas aku melihatnya.Aku tidak buta.Tapi kenapa harus kamu? Dia punya orang tua, saudara, kerabat siapapun itu.Dia juga bisa langsung melaporkan yang dialaminya ke pihak berwajib.Kenapa harus kamu yang dia mintai pertolongan?! Kenapa dia datang padamu? Kenapa??" Lala terlihat menahan emosi.


Jika yang datang minta tolong ini perempuan lain maka pasti Lala dengan senang hati membantunya.Tapi ini Manda yang datang yang minta tolong.Dan statusnya sebagai mantan kekasih Nova membuatnya ragu apakah ini hanya sekedar minta tolong atau ada motif lain di belakangnya.Selain itu pasti akan muncul masalah baru jika sampai Erik mengetahui Nova sudah membantu Manda apalagi mengingat hubungan buruk mereka.


Bukan Lala tidak berempati dengan apa yang menimpa Manda, sebagai sesama perempuan dia tahu rasanya.Tapi ini juga menyangkut rumah tangganya dan Nova.Lala tidak ingin ada celah untuk orang lain bisa masuk ke dalam rumah tangganya.Erik yang sudah menyimpan dendam pada Nova ditambah Lala yang sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran Manda, itu bisa menjadi duri dalam rumah tangga masing-masing.


"Aku juga tidak tahu kenapa dia datang kesini." Nova masih berusaha sabar.


"Kamu ingin memberinya kesempatan? Kamu masih memiliki perasaan terhadapnya? Atau kamu masih ingin bersamanya?" Mata Lala mulai berkaca-kaca.


"Jangan bicara seperti itu."


"Aku merasa tidak ada artinya di sini.Aku merasa bukan siapa-siapa jika kamu memperhatikan orang lain.Hanya kamu yang aku miliki di sini." Lala menundukkan wajahnya.


"Kamu membuatku berpikir jika kamu menginginkan dia bersamamu lagi Nova.Jika kamu sudah tidak menginginkan aku lantas buat apa aku bertahan di sini.Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku, cinta dan sayang mereka tidak ada habisnya untukku." Akhirnya air mata yang sejak tadi dia tahan menetes juga.


Nova mendekati Lala kemudian mendekap tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak akan ku biarkan kamu pergi.Aku mencintaimu, hanya kamu." Nova meraih wajah Lala dan membuat mata mereka bertemu kemudian mengusap air matanya. "Tatap aku, lihat mataku ... Kamu bisa mengetahuinya jika aku berbohong padamu."


Lala terus menatap mata Nova.Dia memang tidak melihat ada kebohongan di mata Nova.Tatapan Nova tulus untuknya.Kemudian justru Lala yang mendekap erat tubuh Nova.Tangisnya kembali tumpah di pelukan Nova.


"Aku tidak suka melihat kamu di dekat dengannya.Aku tidak suka melihatmu bicara dengannya.Aku tidak suka kamu membagi perhatianmu untuknya.Aku tidak suka apapun tentang kamu dan dia.Aku ingin kamu hanya untukku, milikku. Aku cemburu ... aku cemburu ... aku tidak bisa membagi dirimu dengan orang lain." Lala menangis sesenggukan di pelukan Nova.


Tapi Nova justru tersenyum mendengar kata-kata Lala baru saja.Betapa hati Nova sangat bahagia saat ini, dia merasa seperti di atas awan.Dia tersenyum-senyum sendiri sedangkan Lala masih menangis sesenggukan di pelukannya.


Akhirnya mengaku juga.Cuma mau bilang cemburu saja dramanya sepanjang ini.


Nova membiarkan Lala menangis di pelukannya untuk beberapa saat.


"Jadi kamu cemburu?" goda Nova setelah Lala tenang.


"Siapa bilang?" Sepertinya Lala tidak menyadari apa yang tadi dia katakan.


"Kamu tadi yang bilang."


"Benarkah?" Matanya melotot dan wajahnya langsung memerah.


"Harusnya ku rekam tadi," sesal Nova. "Jadi kamu sudah mencintaiku?"


"Katakan padaku kamu mencintaiku," bujuk Nova.


"Tidak."


"Iya ... Kamu mencintaiku, kamu hanya malu mengakuinya."


"Tidak."


"Ya sudah kalau tidak mau mengakui.Jadi tidak ada masalah jika aku membantu Manda mengatasi masalahnya." Nova menyulut api cemburu lagi di hati Lala.


"Hei ... Jangan coba-coba! Awas saja kalau kamu berani melakukannya! Aku benar-benar akan meninggalkan mu dan pulang ke rumah orang tuaku!" ancam Lala sambil mencubit perut Nova.Tapi bukannya kesakitan, Nova malah tertawa menikmatinya.


"Galak sekali istriku ini," balas Nova sambil mencolek dagu Lala.

__ADS_1


Rasa malu Lala membuncah.Rasanya dia ingin sembunyi ke lubang semut untuk menghindari tatapan Nova padanya.Kemudian terdengar suara pintu diketuk.


"Masuk ..."


"Ini sarapannya Non Lala." Seorang pelayan berdiri di depan pintu sambil membawa nampan berisi makanan. Sebenarnya dia sudah lama berdiri di depan pintu, hanya saja dia tadi mendengar perdebatan majikannya sehingga dia tidak enak untuk mengetuk pintu.Dia hanya diam mematung dan justru mendapatkan kesempatan emas menguping perselisihan majikannya.


"Iya Bi ... terima kasih.Tolong di letakkan di meja saja," ucap Lala.Pelayan itu segera meninggalkan mereka setelah meletakkan nampan di meja yang di maksud Lala.


"Kamu ingin melanjutkan makan?"


Lala mengangguk. "Sejak kemarin siang aku belum makan.Kamu terlalu sibuk dengan mantan mu hingga melupakan aku." Lala memasang wajah cemberutnya lagi.


"Iya, aku minta maaf.Sekarang mau aku suapi?" Lala mengangguk lagi.Dulu dia tidak mau disuapi bahkan ketika sakit.Dia tidak suka bermanja-manja.Tapi sekarang keadaan sudah terbalik.Dia senang sekali Nova menyuapinya makan.Dia bahkan ingin sekali dimanja oleh Nova.


Nova dengan telaten menyuapi Lala hingga sarapan Lala habis tidak terisa.Kemudian Nova mengambilkan obat untuknya.


"Aku kan sudah sembuh, kenapa masih minum obat?"


"Kamu sudah merasa lebih baik?"


Lala mengangguk.Menurutnya dia merasa lebih baik karena sudah menumpahkan seluruh isi hatinya kepada Nova, bukan karena obatnya.Tidak bisa di pungkiri, kadang gejolak emosi berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang.


"Aku ingin mandi," ucap Lala kemudian.


"Baiklah, aku akan menyiapkan air dan memandikan kamu."


"Memandikanku apa? Aku bisa mandi sendiri." Lala tidak percaya.


"Kamu bilang kamu ingin aku memperhatikan kamu seorang.Ini bentuk perhatianku padamu."


"Kapan aku bilang begitu? Itu hanya modus mu saja.Aku akan mandi sendiri."


"Aku tetap akan memandikan mu."


"Mandi sama kamu pasti tak hanya mandi saja.Pasti kamu mau yang lain, nanti aku bisa masuk angin lagi jika kelamaan ngga pakai baju."

__ADS_1


"Memangnya kamu pikir aku mau apa? Kamu kan habis sakit.Mana mungkin aku meminta jatahku sekarang."


Wajah Lala memerah lagi.


__ADS_2