Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Makan Malam Yang Tertunda


__ADS_3

Puas melihat pemandangan, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah.Sekali lagi Lala di berikan kejutan yang sangat membuatnya bahagia.Dia melihat mobil keluarganya sudah terparkir di halaman.Lala langsung berlari memasuki rumah begitu Nova menghentikan motornya.


Benar saja, dia melihat seluruh keluarganya sudah berkumpul di ruang tamu.Bapak, ibu, Mas Fadil, Mbak Dina dan tentu saja keponakan yang sangat disayanginya, Reyhan.Anak itu segera berlari ke arah Lala yang disambut dengan pelukan hangat oleh Lala.Dia tidak menyangka keluarganya akan datang mengunjunginya.


Benar-benar ulang tahun yang istimewa baginya.Setelah beberapa ulang tahun sebelumnya dia ratapi dengan tangisan karena kekasihnya yang dulu tidak mempedulikannya, sekarang hari istimewanya dipenuhi dengan kejutan membahagiakan.


"Reyhan kangen Tante."


"Tante juga kangen banget sama Reyhan." Lala mengusap pipi anak itu yang semakin gembul.


Sisa waktu berikutnya dihabiskan dengan bercanda dan saling berbagi cerita.Oma Rusdi juga meminta maaf kepada orang tua Lala karena tidak bisa hadir sewaktu lamaran juga pernikahan Nova dan Lala.Setelah itu Oma mengajak Bu Mieke dan yang lain berkeliling rumah sementara Pak Fajar dan Lala masih mengobrol di ruang tamu.


"Bapak senang melihatmu bahagia.Sepertinya Nova dan Bu Rusdi sangat menyayangi kamu." Pak Fajar menatap putrinya yang menurutnya terlihat bahagia sekarang. "Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.Tapi itulah rencana Tuhan."


"Nova yang meminta ibu dan bapak datang kesini.Tadinya dia ingin mengirimkan sopir untuk menjemput kami, tapi bapak menolak."


"Iya Pak, aku beruntung mengenal Nova."


* * * *


Lala dan Nova sudah berada dalam kamar mereka.Nova ingin membersihkan dirinya setelah seharian tadi menemani Lala.Hari ini dia benar-benar membuat Lala merasa istimewa.


"Aku akan mandi dulu setelah itu kita makan malam."


"Baiklah."


Nova berjalan membelakangi Lala menuju kamar mandi.Tanpa Nova duga, tiba-tiba Lala memeluknya dari belakang.


"Terima kasih ... terima kasih untuk hari ini," ucap Lala haru disertai mata yang berkaca-kaca.Dia tidak menyangka Nova akan memberinya kejutan yang luar biasa.

__ADS_1


Nova diam sejenak menikmati momen ini.Jarang-jarang Lala mau memeluknya lebih dulu.Kemudian dia membalikkan badannya menghadap Lala yang hanya menunduk tidak berani menatapnya.Nova meraih dagu Lala dan mengangkatnya hingga pandangan mereka bertemu.Nova bisa melihat mata Lala yang berkaca-kaca.


"Kenapa berterima kasih? Itu sudah menjadi kewajiban ku.Apapun asal kamu bahagia."


Tapi kata-kata Nova justru membuat air mata Lala tidak dapat ditahan untuk tidak menetes.Lala menundukkan kepalanya lagi.Dia kembali memeluk Nova.Lala menyadari bahwa dia dulu begitu buta, tidak menyadari orang yang benar-benar tulus padanya ada di depan mata.Tapi itu hanyalah sepenggal bagian dari masa lalunya.Sekarang, Nova adalah masa depannya.


Nova tahu Lala sedang terharu dengan perlakuan darinya dan jika keadaan ini diteruskan maka Lala akan terbawa suasana dan justru menjadi sedih.


"Apa kamu masih ingin memelukku? Kalau aku tahu kamu akan memelukku seperti ini aku bisa mandi sejak sore tadi." Nova mencoba mencairkan suasana.


Sontak Lala melepaskan pelukannya.Wajahnya berubah menjadi cemberut.


"Kenapa di lepas? Aku masih mau di peluk bahkan sampai besok pagi boleh." Nova tidak bisa tidak menggoda Lala.


Lala hanya mendengus sambil mengusap air matanya. "Merusak suasana!" Lala berbalik hendak meninggalkan Nova tapi Nova langsung meraih tangan hingga Lala jatuh ke pelukan Nova lagi.


"Temani aku mandi," bisik Nova.


"Bukankah kamu ingin berterima kasih padaku? Kamu bisa menemaniku mandi kalau begitu."


"Kenapa jadi modus begini? Aku sudah mandi!" Lala tidak terima.Tapi Nova tidak mempedulikan kata-katanya.Dia tetap menggendong Lala masuk ke kamar mandi dan Lala tidak bisa menolaknya.


Sementara itu di ruang makan, Oma terpaksa makan malam sendiri karena keluarga Lala sudah pulang sedangkan Lala dan Nova tidak kunjung turun untuk makan malam.Tentu saja karena mereka berdua sedang sibuk di kamar mandi.


Lala terbaring tanpa pakaian di tempat tidurnya, rupanya setelah mandi berdua Nova masih melanjutkan aksinya di tempat tidur hingga Lala kelelahan dan akhirnya tertidur.


Menjelang tengah malam Lala terbangun dan melihat Nova tidak ada di sampingnya.Perutnya yang terus bersuara membuatnya terpaksa turun ke dapur untuk mengisinya.Tapi rasa penasarannya lebih tinggi daripada rasa laparnya sehingga dia memutuskan untuk mencari Nova terlebih dahulu.


Lala berkeliling di dalam rumah untuk mencari keberadaan Nova termasuk ruang foto, tapi dia tidak menemukannya.Akhirnya Lala memutuskan untuk bertanya kepada sekuriti yang berjaga selama 24 jam di gerbang depan.

__ADS_1


"Pak, apa Nova terlihat keluar rumah?" tanya Lala begitu tiba di pos sekuriti.


"Tidak Non, Tuan Nova tidak keluar sejak sore tadi bersama Non Lala.Coba cari di gazebo taman belakang Non, biasanya Tuan Nova menghabiskan waktu di sana."


"Oh ... terima kasih Pak.Saya akan cari ke sana."


"Sama-sama Non. Perlu diantar sampai belakang Non?" Petugas itu menawarkan bantuan mengingat pos sekuriti dengan gazebo taman belakang jaraknya cukup jauh.


"Ngga usah Pak, terimakasih.Saya berani kok."


Lala kemudian berjalan menuju gazebo taman belakang.Tapi belum juga sampai di sana, Nova sudah terlihat berlari menghampirinya.


"Kamu dari mana malam-malam begini keluar rumah? Ini sudah tengah malam!" Nova terlihat khawatir.


"Siapa suruh meninggalkan aku sendirian di kamar! Aku keliling rumah mencarimu tadi," jawab Lala cemberut.


"Maaf ... Aku hanya ingin merokok sebentar. Kamu tidak mengijinkan aku merokok di dalam rumah makanya aku ke taman. Aku tidak tahu kalau kamu terbangun."


Kemudian suara perut Lala terdengar lagi membuat Lala teringat tujuan utamanya keluar kamar adalah untuk mengisi perutnya.


"Kamu lapar?" tanya Nova diiringi senyum.Dia juga mendengar suara perut Lala.


"Aku belum makan malam tadi.Beruntung tidak masuk angin."


"Baiklah, aku temani kamu makan."


"Tidak! Kamu juga harus ikut makan."


"Tentu saja."

__ADS_1


Nova mengikuti saja keinginan Lala untuk menebus rasa bersalahnya.Lala melewatkan makan malam gara-gara tadi dia mengajaknya mandi bersama yang dilanjutkan dengan aktifitas panas bersama hingga Lala kelelahan kemudian tertidur tanpa sempat makan malam.


__ADS_2