
Lala sudah sampai di restoran tempat dia dan Rizal janjian.Dia memarkirkan mobilnya kemudian mengirim pesan kepada Rizal.
"Kamu sudah sampai?"
"Iya.. Aku sudah di dalam."
Lala berjalan memasuki restoran.Dia mengedarkan pandangan ke sekililing mencari keberadaan Rizal.Lala melihat Rizal melambai ke arahnya dari sudut ruangan.Dia segera menghampirinya.
"Hai... kamu sudah lama?"
"Belum... aku juga baru sampai."
Sama seperti ketika pertama kali bertemu, Rizal masih terpesona melihat kecantikan Lala.Jika waktu pertemuan pertama Lala tampil dewasa dan Anggun, kali ini Lala tampil simpel tapi imut, sangat tidak terlihat jika usianya hampir 30 tahun.Sepertinya Lala tidak perlu berusaha keras untuk menarik perhatian Rizal karena dia sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat Lala.
Rizal mempersilahkan Lala duduk layaknya dia tuan rumah.Rizal juga yang memilih untuk bertemu restoran ini.
"Kamu mau pesan apa?"
"Terserah... kamu saja yang pilihkan.Kamu yang memilih tempat ini pasti kamu tau menu favorit di sini."
"Kamu yakin?" Rizal tampak ragu.
Lala mengangguk.
"Aku bisa makan apa saja, tidak pilih-pilih makanan."
"Baiklah kalau begitu."
Sambil menunggu makanan datang mereka mulai obrolan ringan.Rizal sudah tidak se-kikuk waktu pertama kali bertemu.Dia cukup mudah bergaul rupanya.
Makanan sudah datang.Mereka segera menyantapnya.
"Hmm... ini enak sekali," Lala bicara sambil memikmati beef steak di depannya.
"Ini menu favorit di tempat ini."
"Kamu pasti sering kesini."
"Ngga sering, cuma beberapa kali.Dulu waktu pertama kali datang ke sini pelayan memberi tahu kalau beef steak ini adalah menu best seller mereka."
"Pantas saja... " Lala masih menikmati makanannya.
Hening sejanak.
__ADS_1
"Viola... "
"Panggil Lala saja."
"Baiklah... Lala apa kamu punya teman dekat? kekasih maksudku?"
"Tidak.. Aku sendirian 2 bulan ini." Lala menjawab tanpa basa basi.
"Bagaimana denganmu?Aku harap tidak ada yang salah paham jika melihat kita berdua seperti ini."
"Tidak akan ada yang salah paham.Aku juga tidak punya kekasih sama seperti dirimu."
"Aku tidak percaya kamu tidak punya pacar," Lala tertawa.
"Kenapa tidak percaya?"
"Entahlah... "
"Lala... Apakah aku boleh mengenalmu lebih dekat? Mungkin setelah itu kamu akan percaya."
"Boleh saja kalau hanya ingin lebih dekat, tapi tidak untuk menjadi pacar."
Mereka terus ngobrol sambil menikmati makanan masing-masing.
"Kenapa memangnya?"
"Apa maksudmu? Kamu tidak kelihatan tua sama sekali.Kamu bahkan sangat cantik," Rizal memuji Lala padahal dia dulu menolak untuk sekedar dikenalkan padanya.
"Sebentar... bagaimana ya dulu kamu mengatakannya... mmm... " Lala pura-pura sedang mengingat sesuatu.
Rizal tidak mengerti maksud gadis di depannya ini.
"Ohh... begini.. 'Mana mungkin dia cantik? Kalau dia cantik pasti dia sudah menikah sekarang.Mana ada perempuan cantik belum menikah di usia hampir 30 tahun...' kurang lebihnya seperti itu.Apa kamu masih ingat?"
Lala sudah tidak bisa memendamnya lagi.Dia mengatakannya langsung di depan Rizal sekarang.
Rizal tertegun.Dia tidak menyangka Lala mendengar pembicaraanya dan ibunya waktu itu.Sekarang dia menahan malu dan salah tingkah.Dia menatap mata Lala seolah ingin menjelaskan sesuatau tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya.
"Ya... aku mendengar semuanya.Dan jujur kata-katamu itu agak tidak didengar." Lala mengatakannya sambil tersenyum, membuat Rizal semakin merasa tidak enak.
Pada saat yang bersamaan terlihat 3 orang perempuan memasuki restoran.Salah satu dari mereka berpenampilan cukup mencolok dengan rambut pendek sebahu yang dicat warna pirang dan poni khas cewek korea.Ketiga perempuan ini mengedarkan pandangan mencari meja yang kosong.Mata mereka berhenti saat melihat ke arah Lala dan Rizal.Si rambut pirang terlihat menunjuk ke arah Rizal sedangkan kedua temannya terlihat sedang bisik-bisik.Mereka bertiga kemudian berjalan menuju meja yang ditempati Lala dan Rizal.
Sementara itu Lala sudah menghabiskan makan malamnya.Dia tampak senang terlihat dari senyumnya yang secerah mentari pagi karena sudah membalas penghinaan Rizal waktu itu.Sedangkan Rizal, tidak bisa diungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
__ADS_1
"Itu... aku... " Rizal tidak tahu harus berkata apa.
"Sudahlah tidak apa-apa.Sudah berlalu juga."
Tiba-tiba ada tiga orang perempuan datang menghampiri Rizal.
"Sayang... kamu sama siapa?"
Tiba-tiba perempuan berambut pirang datang langsung merangkul Rizal.Sementara kedua temannya hanya melihat.
"Lepaskan tanganmu!" Rizal berusaha melepaskan tangan perempuan berambut pirang itu tapi dia tetap saja merangkulnya.
"Kamu tidak ingin mengenalkanku padanya?" Perempuan itu bicara sambil melirik Lala.
Lala hanya diam menyaksikan pemandangan di depan matanya.Lala sedang mencerna adegan apa di depannya ini.
"Dia benar Rizal, apa kamu tidak ingin meperkenalkan kami? Jangan buat kami salah paham."
Lala kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya, si pirang pun menyambut tangan Lala.
"Aku Lala."
"Aku Jeslin, pacar Rizal."
"Ohh.. jadi kamu pacar Rizal? Padahal dia baru saja mengatakan padaku kalau dia tidak punya pacar," Lala pura-pura polos.
Rizal ikut-ikutan berdiri, dia menarik tangan Jeslin.
"Heii... kita sudah tidak ada hubungan apa-apa." Rizal bicara dengan suara yang di tahan.
"Kami memang sedang ada masalah hubungan kami baik-baik saja," Jeslin bicara sambil menatap Lala sinis seolah dia sedang mengancam Lala.
"Jangan khawatir... aku tidak ada hubungan apa-apa dengan kekasihmu.Sebaiknya aku pergi.Lebih baik kalian selesaikan masalah kalian dulu." Lala mengambil tasnya hendak pergi.
"Rizal aku pergi dulu.Aku tidak ingin terjadi salah paham dengan 'kekasihmu'." Lala memberi penekanan pada kata terkhirnya untuk menyindir Rizal.
Rizal Diam tidak berkutik.Dia benar-benar habis di mata Lala.Dia sudah menahan malu karena tadi Lala terang-terangan menyindirnya, kemudian datang gadis pirang mengaku sebagai pacarnya.Padahal baru beberapa menit sebelumnya dia mengatakan kepada Lala kalau dia tidak punya pacar.Muka Rizal merah padam.Tidak bisa diungkapkan bagaimana dia menahan malu yang luar biasa terhadap Lala.Seandainya dia punya jurus menghilang maka dia akan menghilang saat ini juga.Atau kalau mungkin dia akan pindah ke Wakanda atau Pluto atau kemana saja untuk menyembunyikan wajahnya dari Lala.
"Aku permisi," Lala melangakah pergi diiringi senyuman.
Senyum kemenangan.Nasib sedang berpihak padanya.Tadinya dia hanya ingin membalas kata-kata Rizal saja tapi justru terbongkar semua kedok Rizal.Untung Lala tidak menaruh harapan pada Rizal, seandainya iya pasti dia akan terluka untuk ke sekian kalinya.
Lala berjalan menuju mobilnya.Dia menenangkan diri di dalam mobilnya,memikirkan kembali apa yang baru saja dia lakukan.
__ADS_1
"Apa aku tadi terlalu jahat pada Rizal? Apa aku sudah keterlaluan? Aku sudah sangat mempermalukannya"
Ada sedikit rasa sesal di hati Lala.