Menikah Tak Harus Cinta

Menikah Tak Harus Cinta
Suara Merdu


__ADS_3

Pagi harinya Lala dan Nova terburu-buru kembali ke kost karena Nova harus kerja pagi begitu juga Lala.


"Hati-hati ... tidak usah ngebut." Bu Mieke terlihat cemas melihat Lala begitu tergesa-gesa.


Sebenarnya dia masih sekitar dua jam lagi baru masuk kerja.Tapi Nova harus masuk jam 7 dan ini sudah pukul 6.30.Lala merasa bersalah karena dia yang meminta untuk menginap di rumah orang tuanya.


"Kalian bawa mobil saja, motornya bisa ditinggal di sini dulu." Pak Fajar menimpali.


Nova dan Lala saling pandang mendengar kata-kata Pak Fajar.Lala ingin mengiyakan tapi takut menyinggung perasaan Nova.


"Tidak usah Pak, terimakasih.Nanti kami kesulitan menemukan tempat parkir di kostan." Nova memberikan alasan yang masuk akal.


Jawaban Nova justru membuat Lala salut.Nova bisa mengambil keputusan layaknya seorang kepala rumah tangga.


Mereka berdua bergegas pergi mengendarai motor masing-masing setelah berpamitan kepada orang tua Lala.Apapaun keputusan Nova, Lala menghormatinya dan mengikutinya.


Sampai di kost, Nova segera mengganti baju dan berangkat kerja karena sudah hampir terlambat.Sementara Lala masih sedikit santai karena dia masuk kerja jam 8.


"Aku berangkat..." Nova pamit sambil berlari menuju sepeda motornya.Lala semakin merasa bersalah melihat Nova seperti ini.Lain kali dia akan berpikir dua kali jika ingin menginap di rumah orang tuanya.


Sore harinya keduanya sudah berada di kamar kost tapi Nova pulang satu jam lebih awal daripada Lala.


Lala bingung mau melakukan apa.Biasanya dia menghabiskan waktu jalan-jalan di mall saat bosan, tapi sekarang dia tidak enak jika meninggalkan Nova untuk sekedar pergi jalan-jalan.Mau belajar masak pun dia tidak semangat karena hanya dirinya sendiri yang makan hasil masakannya.Mungkin Nova hanya mencicipi nya sedikit saja.

__ADS_1


"Nova ... aku bosan," Akhirnya Lala mengungkapkan perasaannya.


"Kamu mau ke taman kota?"


Lala tersenyum sumringah. "Tentu saja," jawabnya semangat.


Kenapa tidak terpikirkan olehnya sejak kemarin-kemarin.Dia lupa kalau sekarang tinggal di pusat kota dan dekat dengan mall maupun tempat-tempat hiburan lain, termasuk taman kota.Hanya berjalan kaki beberapa menit saja mereka sudah sampai di taman kota.


Lala segera duduk di tempat favoritnya yang kebetulan tidak ada yang menempati.Sementara Nova menghilang entah kemana.Lala duduk termenung sendirian di sana.Dia mengingat beberapa kali bertemu Nova secara tidak sengaja di sini, di tempat ini.Di tempat ini juga dia meminta Nova untuk menikahinya setelah sebelumnya Nova sudah memintanya lebih dulu.


Tiba-tiba saja Nova sudah duduk di sampingnya.Dia menyodorkan bungkusan yang berisi makanan yang menurutnya paling enak di dunia dan juga minuman kekinian kesukaannya.


Lala segera meraihnya. "Dari mana kamu tau aku suka ini?" Mata Lala berbinar hanya dengan melihat cilok saja.


Mereka pulang kembali ke kost setelah cukup malam.Lala mengganti pakaiannya dengan baju tidur sementara Nova juga melakukan hal yang sama.Seperti biasa, Nova tidur di karpet dan Lala di kasur.Nova sudah memejamkan matanya, entah dia sudah tertidur atau hanya sekedar memejamkan matanya.


Entah kenapa Lala tidak juga bisa memejamkan matanya.Apa karena rasa nyaman yang semalam dia dapatkan saat tidur di kamarnya sendiri semalam?Sekarang dia merasa sangat gerah.Kipas anginnya seolah tidak memberikan pengaruh apa-apa pada ruangan ini.Lala membuka bajunya dan menggantinya dengan tank top dan celana pendek kemudian dia berbaring lagi di kasur.


Lala sudah hampir tertidur ketika dia samar-samar mendengar suara ******* dari kamar sebelah.Mata Lala kembali terbuka lebar.Dia sengaja menajamkan telinganya dan suara desahannya semakin terdengar jelas dan tak beraturan.Lala menutup kepalanya dengan bantal sekarang.


Nova membuka matanya dan sedikit mengangkat kepalanya menoleh ke Lala.Dia sejak tadi menyadari kalau Lala tidak bisa tidur, apalagi sekarang ditambah adanya suara merdu dari kamar sebelah.


"Kamu tidak bisa tidur?" tanya Nova kembali meletakkan kepalanya di bantal.

__ADS_1


Lala mengangkat bantal dari kepalanya.


"Kamu belum tidur?" Lala menjawab pertanyaan Nova dengan pertanyaan.Mereka berdua kini sama-sama memandangi langit-langit kamar kost dalam kegelapan masih diiringi suara merdu dari kamar sebelah.


"Nova aku tidak tahan lagi!" ucap Lala mulai frustasi. "Kenapa mereka tidak selesai-selesai sih?!"


Nova diam saja.Lala semakin kesal karena Nova tidak merespon keluhannya.Ini tidak seperti Nova biasanya yang selalu siaga jika Lala mengucapkan satu kata saja. Udara yang panas ditambah suara menganggu dari tetangga kamarnya membuatnya benar-benar merasa tidak nyaman.Dia berdiri dan menyalakan lampu.


Seketika kamar menjadi terang.Nova menyipitkan matanya karena silau setelah sejak tadi dalam kegelapan.


Lala kembali ke kasurnya dan duduk dengan wajah manyunnya.Nova pun ikut duduk dan baru menyadari ternyata Lala hanya mengenakan tank top dan celana pendek.Mata Nova melotot selebar-lebarnya.


"Oh ... ****!!" umpat Nova dalam hatinya.Sejak tadi dia diam karena menahan juniornya agar tetap kalem mendengar suara merdu tetangga sebelah, sekarang justru terang-terangan ditantang oleh dua gundukan bulat Lala.


Sepertinya Nova sudah tidak bisa menahan hasratnya sekarang.Godaan ini begitu besar dan sayang untuk dilewatkan.


Nova bergerak mendekati Lala.Dia segera meraih wajah Lala dan mencium bibirnya.Lala kaget tapi tidak berani menghindar.Tapi dia juga tidak membalas ciuman Nova.Dia sadar ini sudah menjadi hak Nova jadi dia tidak bisa menolaknya.Nova terus menciumi bibir Lala, semakin dalam tapi tidak ada balasan dari Lala.Nova menghentikan ciumannya.


"Kenapa tidak membalas ciumanku? Kamu tidak menyukainya?" Wajah Nova terlihat sedikit kesal, tapi masih bisa dia tutupi.


"Aku ... aku ..." Lala tidak bisa menjawab pertanyaan Nova.


"Bukankah aku suamimu? Kenapa kamu tidak mau melakukannya denganku? Bukankah kamu sudah pernah melakukannya dengan orang lain?" Pertanyaan Nova sangat mengiris perasaan Lala hingga dia meneteskan air mata.Tapi dia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Nova karena dia sendiri yang mengisyaratkan demikian.Kata-katanya dulu yang dia maksud untuk menguji keseriusan Nova kini menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


Sepertinya Nova benar-benar kesal hingga tidak menyadari kata-katanya.Saat ini hasratnya sudah mencapai ubun-ubun tapi harus dia tahan karena Lala belum siap untuk melakukannya.Nova berdiri dan hendak meninggalkan Lala.Dia ingin meredam hasrat di dalam tubuhnya yang belum bisa tersalurkan hingga sekarang.


__ADS_2