
Rupanya kabar mengenai Lala yang sudah dilamar benar-benar menyebar ke seluruh komplek.Terbukti dengan ibu-ibu yang sering bisik-bisik setelah berpapasan dengan Lala.Entah apa yang mereka bicarakan Lala tidak peduli, yang penting Lala tetap menyapa mereka dengan ramah.
Sebenarnya Lala tidak habis pikir dengan ibu-ibu komplek ini.Dulu ketika dia tak kunjung menikah, mereka membicarakan Lala yang statusnya mereka sebut "perawan tua". Sekarang Lala sudah dilamar orang pun mereka tetap membicarakan Lala, dengan topik yang berbeda."Lala sudah lama pacaran dengan Juna tapi menikah dengan orang lain", mungkin begitulah judul bahan gosip mereka sekarang.Apa mau mereka sebenarnya?
Lala tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.Dia tetap pergi ke toko walau tak jarang ada ibu-ibu datang ke toko sekedar bertanya soal berita lamarannya.Tapi Lala tetap sabar meladeni mereka.
Hari sudah petang dan Lala sudah bersiap-siap pulang.Tiba-tiba ponselnya berdering.Lala mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelfon.
"Juna? Mau apa dia?" gumam Lala.
Dia mengembalikan hpnya ke dalam tas setelah melihat siapa yang menelfonnya.Tapi hp Lala terus berdering tidak juga berhenti.Mau tidak mau Lala menjawab panggilan dari Juna.
"Halo ... "
"Aku ingin bertemu sekarang bisa?"
"Aku capek sekarang, ingin istirahat di rumah."
"Kumohon ... sebentar saja, aku tunggu di taman belakang cafe, tempat biasa kita bertemu."
"Baiklah."
Lala terpaksa menuruti keinginan Juna untuk bertemu.Jika tidak, mungkin Juna akan datang ke rumahnya dan membuat berita kalangan ibu-ibu komplek semakin heboh, "Lala sudah di lamar orang tapi masih menjalin hubungan dengan Juna" ganti judul lagi.
Lala sudah sampai di taman belakang cafe.Juna sudah menunggunya di sana.Dia langsung berlari memeluk Lala.
"Katakan berita yang kudengar itu tidak benar," ucap Juna sambil memeluk Lala.Rupanya kabar itu sampai juga ke telinga Juna.Sementara Lala berusaha melepaskan pelukan Juna.
__ADS_1
Mungkin dulu dia sangat suka jika Juna memeluknya, dia akan menikmati kehangatan tubuh kekar Juna dan juga wangi maskulin yang selalu dia hirup dalam-dalam saat berada di pelukannya.
"Itu memang benar adanya.Aku sudah bilang padamu kan jika kamu tidak juga melamarku, maka aku akan menikah dengan orang lain," jawab Lala setelah terlepas dari pelukan Juna.
"Tidak ... tidak! Kamu tidak boleh menikah dengan orang lain.Kamu harus menikah denganku!"
"Apa maksudmu Mas? Kenapa sekarang kamu bilang begitu?" tanya Lala dengan nada suara yang mulai meninggi.
"Menikahlah denganku ... " ucap Juna.Matanya sudah terlihat sendu.
Lala tidak percaya apa yang didengarnya.
"Kamu sudah gila! Aku sudah dilamar orang lain dan akan menikah sebentar lagi. Sekarang kamu datang dan memintaku untuk menikah denganmu?! Kemana saja kamu selama ini hah?!" ucap Lala emosi.
"Maafkan aku, aku akan melamarmu sekarang.Kumohon menikahlah denganku ... " pinta Juna memelas.
"Kemarin-kemarin saat aku memintamu untuk menikahiku, kamu dimana?! Kamu hilang tanpa kabar! Kamu ingat itu kan?" ucap Lala berapi-api. "Berapa kali ku buang harga diriku dan mengemis padamu agar kamu segera menikahiku? Berapa kali aku coba menghubungimu? Apa ada jawaban darimu? Tidak sama sekali!!" Mata Lala sudah mulai memerah.
"Maaf ... maafkan aku." Hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari mulut Juna. "Aku akan memperbaikinya.Kumohon beri aku kesempatan ..." pinta Juna yang terus menghiba pada Lala.
"Terlambat!!" bentak Lala.
"Aku mencintaimu sayang, aku tidak ingin kehilangan dirimu." Juna masih menghiba.
"Kamu mencintaiku?" Lala tersenyum getir. "Lalu siapa perempuan yang kulihat bersamamu di mall waktu itu? Siapa perempuan yang kamu ajak liburan di pantai? Apa mereka pe*acurmu? Sungguh miris, kamu bahkan belum pernah sekalipun mengajakku ke pantai tapi kamu justru mengajak pe*acurmu kesana."
"Tapi aku hanya mencintaimu ... aku hanya ingin bersenang-senang dengan mereka, karena nanti jika aku sudah menjadi suamimu aku akan seutuhnya milikmu! Aku hanya ingin menikmati masa lajangku saja.Ku mohon maafkan aku ... "
__ADS_1
"Mudah sekali bagimu bicara seperti itu! Apa kamu sadar sudah menyakitiku selama ini?!" bentak Lala yang kini sudah berderai air mata.
"Iya ... iya ... aku menyadari semuanya sekarang.Karena itu aku meminta maaf padamu.Aku ingin mengulangi semuanya.Kumohon beri aku kesempatan lagi.Aku tidak bisa melihatmu menikah dengan orang lain."
"Aku akan menikah dalam waktu dekat, tidak sampai sebulan.Dulu kamu terlalu menyepelakan aku! Mungkin kamu pikir aku tidak bisa mencari laki-laki lain selain dirimu, aku akan setia menunggumu sampai kamu siap menikahiku.Tapi untungnya aku tersadar, aku sudah terlalu lama menyia-nyiakan waktuku menunggumu."
Juna bersimpuh dihadapan Lala.
"Kumohon ... menikahlah denganku.Kamu bisa membatalkan pernikahanmu dengan pria itu.Kamu ingin apa? Kalau kamu ingin aku melamarmu maka aku akan segera melamarmu.Kalau kamu ingin kita menikah maka aku akan menikahimu sekarang juga.Aku akan kabulkan semua permintaanmu asal kamu membatalkan pernikahanmu dengannya dan menikah denganku," ucap Juna putus asa. Matanya sudah berkaca-kaca.
"Semudah itu sekarang kamu memintaku untuk menikah? Setelah kamu tahu aku berharga di mata orang lain? Kenapa tidak dari dulu kamu sadari itu? Apa tangisanku dulu tidak ada artinya atau aku memang tidak ada artinya di matamu?!" Air mata Lala terus saja mengalir tanpa bisa dibendung.Dia tidak mempedulikan Juna yang kini bersimpuh di depannya.
"Andai saja beberapa bulan yang lalu kamu memintaku menikah denganmu, pasti aku menjadi gadis paling bahagia di dunia," ucap Lala sambil menyeka air matanya. "Tapi sekarang, permintaan mu adalah kata-kata paling menyakitkan yang pernah aku dengar!"
"Aku mencintaimu sayang ... aku baru menyadarinya sekarang.Maafkan aku ..." Air mata Juna mulai menetes.Tampak sekali penyesalam di wajahnya.
"Aku juga mencintaimu ... dulu ... dulu sekali sebelum aku lelah menunggumu," balas Lala
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.Aku akan pulang!"
"Tidak, jangan pulang, jangan tinggalakan aku!" Juna masih saja memohon tapi Lala tidak peduli.
Lala berjongkok di depan Juna hingga pandangan mereka bertemu.Lala menatap mata Juna dalam-dalam masih dengan air mata yang mengalir deras.Dia ingin memperlihatkan luka yang pernah Juna torehkan agar laki-laki ini sadar betapa dia sudah terlalu sering menyakiti Lala.
"Tangisi aku seperti dulu aku menangisimu, sesali kepergianku seperti aku menyesali pertemuanku denganmu.Dan carilah wanita yang lebih baik dariku, jika kamu bisa menemukannya.Terima kasih atas empat tahun yang sia-sia bersamamu!"
Lala berdiri dan menyeka air matanya.
__ADS_1
"Selamat tinggal."