Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
bucin


__ADS_3

hallo semuanya β˜ΊοΈπŸ™‚β˜ΊοΈπŸ™‚ kembali lagi ke novel kuπŸ₯°β˜ΊοΈπŸ™‚ maaf akhir akhir ini jarang up ☺️πŸ₯°β˜ΊοΈ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ dukungan kalian sangat berarti πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


...SELAMAT MEMBACA...


"gue tidur dimana?" tanya Dinda sembari duduk kedinginan di dekat api.


"pasir" jawab alvan santai.


"h-ha? pasir? nggak! nggak gue nggak mau" jelas Dinda geleng geleng kepala.


"ya terus menurut Lo tidur di kasur? Lo lihat kan disini hanya ada hamparan pasir" jelas alvan langsung tidur di permukaan pasir, tangannya di letakkan kepala sebagai bantalan.


Dinda menoleh ke arah pasir, padahal kemarin ia barusan treatment rambut. dan sekarang mungkin akan rusak.


"gue mau pulang" ucapnya lirih hampir tak terdengar.


"gue juga" jawab alvan.


"kapan kita pulang?"


"nunggu ada bantuan" jawab alvan sembari melihat Betapa banyak nya bintang di malam ini.


Dinda akhirnya ikut merebahkan dirinya di pasir Pasiran, matanya sudah mengantuk. mungkin sekarang sudah jam 10 malam, jam Dinda mati akibat terkena air.


"Lo ingat tentang bintang?" tanya alvan.


Dinda terdiam sembari mengingat ingat kapan ia melihat bintang bersama mantan kekasihnya ini.


"ingat sewaktu kita pacaran?" tanya Dinda.


"ya! dulu gue pengen jadi bintang yang selalu menampakkan sinarnya di mata keluarga gue"


Dinda hanya menyimak cerita dari alvan, yang ia tahu alvan Buaya cap katak ternyata di Balik itu semua mungkin ada rasa luka. yang membuatnya jadi seperti ini.


"dulu gue pengen jadi bintang yang cerah, yang dapat menyinari keluarga Wijaya. tapi semenjak kehadiran Farhan, ternyata gue salah. Farhan ternyata bulan, sinarnya mampu mengalahkan gue" jelas alvan mengingat waktu ia kecil dulu.


"Lo mau tau alasan gue jadi seperti ini sekarang?" tanya alvan.


"gue nggak tau! yang gue tau Lo jahat sama keluarga Lo! terutama Farhan" jelas Dinda.


"ya! Lo memang benar! gue emang jahat tapi dibalik kejahatan gue itu ada alasan nya"


"sewaktu gue kecil, gue selalu di manja sama mama dan papa! mereka sangat menyayangi gue! tetapi setelah Farhan lahir. kasih sayang mereka berkurang! dan itu membuat gue benci sama Farhan sejak kecil!"


"gue pernah tanya sama papah, kenapa dia lebih sayang sama Farhan dibanding dengan gue! Lo mau tau jawabannya apa?"


Dinda mengangguk, sebenarnya ia juga tidak mau mengurusi urusan keluarga Wijaya. namun melihat di mata alvan ada sepercik luka itu membuatnya sedikit iba.


"papah bilang gue itu nggak ada apa-apa nya dibandingkan dengan farhan, Farhan selalu dapat prestasi di sekolah sampai kuliah! gue akui nilai gue anjlok sewaktu sekolah! itu semua juga karena papa! papah selalu mendukung Farhan, sedangkan gue nggak pernah sekalipun mendapatkan dukungan mental dari papah"


"karena itu gue akhirnya jadi anak yang bandel! gue nggak suka di atur oleh papa! dan gue belajar bisnis dari temen gue sampai akhirnya gue inisiatif untuk ambil saham di perusahaan papah"


"gue lari ke luar negeri tepatnya di Inggris untuk besarin perusahaan gue sendiri, walaupun itu berdampak pada kebangkrutan luar biasa di perusahaan Wijaya group" jelas alvan tersenyum getir.


Dinda sedari tadi hanya menyimak penjelasan alvan, ia menarik nafas panjang dan melihat bintang bintang kecil di langit sana.


"menurut gue perbuatan lo salah"

__ADS_1


alvan menoleh ke arah Dinda ia menarik salah satu alisnya.


"maksud Lo?" tanya alvan tidak faham.


"Lo lihat bintang itu disana" tunjuk Dinda.


"dia memang terlihat kecil, cahayanya pun tidak dapat menyinari bumi! tapi itu ribuan bintang, kalau seandainya di jadikan menjadi satu cahayanya hampir setara dengan bulan"


"Lo pasti tau dong, bulan itu nggak selalu bulat. dia bisa berbentuk seperti pisang dan dia juga bisa terjadi gerhana bulan"


"Lo pernah dengar gerhana bintang nggak? kalau nggak berarti dia paling sempurna di langit sana" jelas Dinda mengulas senyum manisnya.


Alvan bangkit dari tidurannya, ia duduk melihat air laut dan ombak.


"Lo memang benar, tapi Lo pernah nggak ngerasain gimana rasanya nggak di anggap? mungkin sama sahabat Lo?"


"kalau Lo pernah itu yang gue alamin saat ini! gue di penjara berbulan bulan lamanya, tapi keluarga gue nggak pernah yang namanya jenguk ke penjara"


"mereka lebih mementingkan martabat keluarga! mereka bahkan terang terangan nggak mau anggap gue bagian dari mereka! karena apa? karena gue udah jadi narapidana!" jelas alvan.


Dinda pun ikut duduk di samping alvan, ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"tapi itu juga karena Lo! seharusnya kalau Lo tau konsekuensinya bakalan begini! Lo harus bisa jaga nama baik keluarga Wijaya!" tegas Dinda.


alvan terdiam membisu, ia meraih batu dan melemparkannya jauh ke laut sana untuk menghilangkan rasa kesalnya selama ini.


"Lo nggak akan pernah ngerti gimana posisi gue sekarang" jawab alvan lirih.


"byur"


batu yang di lemparkan alvan berkali-kali itu menimbulkan bunyi.


*


"mas Farhan gimana sih? kok gitu?" tanya Amel di pagi hari yang cerah ini. ia bingung dengan suaminya saat ini, memakaikan baju berwarna pink di badan Kenzo.


"hehehe biar ganteng Ra" ucap Farhan terkekeh dengan tingkah jahil nya saat ini.


Amel hanya menggelengkan kepalanya, mereka saat ini tengah sibuk dengan baby kembar nya.


"nih Ra minum es dulu kamu pasti haus" tawar Farhan menyodorkan segelas minuman dingin.


"iya mas" lalu dengan segera meraih air dingin yang berisikan es itu dan meneguknya.


"Ra kamu tau apa bedanya kamu sama es?" tanya Farhan.


"emβ€” nggak, kalau es dingin aku hangat?" tanya Amel sembari menggendong baby girl yang menangis.


"salah!"


"kalau es mencair kalau kamu buat mas meleleh" jelas Farhan.


Amel tersenyum lalu melemparkan bantal kecil ke lengan suaminya, bisa bisanya pagi pagi seperti ini sudah di serang oleh gombal.


"udah mas jangan gombal ah, masih pagi!" ucap Amel.


"serius Ra, tau perbedaannya lagi nggak?" tanya Farhan.

__ADS_1


"apa?"


"kalau es dingin kalau kamu dangan" ucap Farhan lagi.


"dangan? apa itu?" tanya Amel bingung.


"dangan jauh jauh dari aku" ucap Farhan tersenyum manis.


"MAS FARHAN....." teriak Amel lalu mencubit pinggang nya, entah sudah Semerah apa pipinya saat ini.


"sakit Ra" ringis Farhan.


"lagian pagi pagi udah gombal!" sungut Amel.


tiba tiba pintu terbuka, melihat kan mama ayu Dengan membawa susu dan sarapan untuk Amel.


"mamah?"


"iya sayang, mama bawain kamu sarapan. tadi nggak sempat turun ke bawah ya?" ucap mama ayu tersenyum.


"ya ampun mah, Amel nanti bisa turun sendiri kok. mamah nggak perlu repot-repot bawain sarapan untuk Amel" ucap Amel tidak enak hati, jujur saja ia di rumah ini merepotkan banyak orang termasuk mertuanya.


"Mama nggak merasa di repotkan justru malah seneng rumah jadi rame" ucap mama ayu.


mama ayu melihat ke arah Farhan dengan penuh tanda tanya, sebelum kesini ia sempat mendengar gombalan maut dari Farhan.


"Han"


"hm iya mah?"


"sejak kapan kamu jadi bucin begini?" tanya mama ayu lalu mendekati ranjang si kembar.


"bucin? apa itu bucin?" tanya Farhan tidak mengerti.


"kamu nggak tau mas?" tanya Amel menatap suaminya bingung.


Farhan menggeleng ia tidak tahu menahu soal bucin.


"oohhhh BUBUK MICIN???" tanya Farhan menebak nebak.


mama ayu dan Amel pun tergelak mendengar penuturan Farhan.


"Kok ketawa?" tanya Farhan bingung.


"lagian mas Farhan lucu, mana ada bubuk micin?" ucap Amel tidak bisa berhenti tertawa akibat ulah Farhan.


"kamu ini masih muda ketinggalan zaman! papah mu aja tau artinya bucin, masa anaknya nggak tau" ucap mama ayu menggeleng.


"bucin artinya budak cinta mas" jelas Amel.


"budak cinta?"


keduanya mengangguk, lantas Farhan mesedekap tangannya ia melihat ke arah mama ayu.


"justru itu mah! Farhan nggak tau artinya bucin sedangkan papah tau berarti papah dulu play boy" ucap Farhan menaik turunkan alisnya.


"iya dulu papah mu play boy kelas kakap, ya keturunan nya ke kakak mu Alvan" ucap mama ayu, tiba-tiba ia teringat kepada anak pertamanya itu. entah bagaimana keadaan nya sekarang setelah keluar dari penjara, apakah baik baik saja pikirnya.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ ada yang mau di sampein ke mereka? kalau ada silahkan komenπŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


__ADS_2