Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
terbongkar


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


*


Amel dan Farhan serta kedua orang tuanya pamit kepada Oma Ningsih untuk pulang hari ini, walaupun berat tetapi ini harus karena cuti Farhan dan pak Wijaya sudah selesai.


"kita pamit pulang ya Oma"


Oma Ningsih Langsung memeluk Amel dan mama ayu, cucu mantunya ini sangat ia sayangi.


"kalian hati hati ya"


mereka semua memasuki mobil masing-masing, karena Farhan dan pak Wijaya berbeda mengendarai mobilnya.


*


sedangkan viola duduk di kursi rumahnya, ia benar-benar bosan hari ini karena ulah Fano, ia dijauhi Fano, Farhan.


tiba-tiba ponselnya berdering menandakan pesan masuk dari seseorang, segera viola meraihnya dan siapa yang mengirim pesan terhadapnya.


*note;


Farhan: nanti malam datang kerumah ku, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan mu baby*


pesan singkat itu membuat mata viola membulat sempurna, apakah ia sedang tertidur dan sekarang sedang bermimpi? viola menepuk-nepuk pipinya ternyata ia tidak mimpi, ia kembali mengecek nomor Farhan apakah betul.


*note;


viola: kau serius? aku viola?


Farhan: serius baby*


viola langsung meloncat kegirangan, ia sangat senang bisa mendapatkan pesan dari Farhan Wijaya, ia harus bersiap siap hari ini.


*


setelah perjalanan cukup lama, Farhan dan Amel akhirnya sampai di depan rumah, Farhan sengaja mengirimkan pesan manis Kepada viola, ia ingin merencanakan sesuatu.


"ayo Ra masuk" ajak Farhan.


Amel mengangguk paham, ia menurut badannya benar benar lelah saat ini.


sembari mempersiapkan rencananya, Farhan melihat alvan apakah lelaki itu ada di rumah?


"kak alvan" teriak Farhan.


Alvan keluar dari kamar nya, ia menyimpitkan matanya ia baru bangun tidur hari ini dan melihat Farhan ada di bawah.


"kenapa?"


Farhan mendongak dan melihat sang kakak ada di lantai dua, Farhan tersenyum mungkin saja kakanya tidak akan keluar malam ini, karena ia akan merencanakan sesuatu.


"oh masih hidup? gue panggil panggil nggak nyahut ku kira meninggoy" ucap Farhan lalu berlalu.


"dasar anak setan!!" umpat alvan ia kembali masuk kekamar nya.


*

__ADS_1


bulan tampak bundar memancarkan sinarnya, Farhan menunggu di dalam rumah kebetulan semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga, wajar saja alvan tidak akan bisa keluar rumah karena pak Wijaya baru pulang liburan.


mobil merah kinclong masuk ke perkarangan rumah besar Wijaya, siapa lagi kalau bukan viola anggelina dengan gaya modis nya ia menuruni mobil tsb.


"aku datang baby"


viola bergumam sembari tersenyum manis, ia sedikit merapihkan lipstik merah merona nya ia berjalan menaiki tangga dengan anggun.


"tok tok tok"


"tluning"


suara bel berbunyi, viola menunggu dibukakan pintu oleh Farhan, tidak berselang lama Farhan membuka pintu lebar lebar.


"hai hany, untuk apa kau memanggilku?" tanya viola bergelayut manja di lengan Farhan.


ingin rasanya Farhan menghempaskan tangan kotor itu, namun ia urungkan bukan saatnya ia marah sekarang.


"masuk lah dulu"


Farhan mengajak viola masuk di ruang keluarga, dimana semua orang sedang asyik menonton televisi disertai gelak tawa, termasuk alvan.


"mah"


semua orang lantas menoleh ke sumber suara, dan terlihat Farhan tengah menggandeng tangan viola.


"mas Farhan?", gumam Amel.


Farhan mengajak viola ke semua orang yang sedang berdiri menatap nya nyalang, termasuk pak Wijaya ia sudah mulai mengepalkan tangannya.


semua orang masih menatap gerak gerik Farhan, yg menuju ke laci elcd, dan memulai menyalakan rekaman itu.


terdengar suara viola dan alvan tentang bukti penculikan yang dilakukan oleh keduanya, mata Amel membulat sempurna.


begitu pun dengan viola dan alvan, mereka bingung bagaimana Farhan bisa mengetahui itu, Farhan menoleh kearah mereka dengan tangan sudah dikepal.


tanpa menunggu lama, Farhan menarik kerah baju milih Alvan lalu mendaratkan pukulan.


"bug"


..."BAJ*NGAN LO!!! BERANI BERANINYA LO SENTUH ISTRI GUE!!!"...


"bug"


Farhan terus mendaratkan pukulan itu di pipi alvan tanpa terkecuali, pak Wijaya langsung melerai di antara keduanya.


"SUDAH SUDAH" tegas pak Wijaya.


Alvan memegangi bibirnya yang sudah berlumuran darah segar, ia melihat Farhan dengan tersenyum.


"apakah benar kamu yang culik Amel?" tanya WIJAYA.


"IYA PAH AKU, TAPI ITU SEMUANYA BUKAN IDE KU MELAINKAN WANITA LICIK INI!!" tunjuk alvan ke arah viola yang masih terdiam.


"bug"


pak Wijaya mendaratkan bogem di pipi mulus alvan, ia sudah geram dengan tingkah laku alvan yang membuatnya darah tinggi.

__ADS_1


"PAPAH BENAR BENAR KECEWA SAMA KAMU!!!" geram pak Wijaya.


sedangkan Farhan mendekati viola yang masih terdiam kaku sembari menunduk, wanita itu sekarang dalam posisi terjepit seharusnya ia tidak mudah tergoda dengan omongan Farhan, mana mungkin seorang Farhan Wijaya tergoda dengan wanita seperti dirinya.


"dan Lo!! Lo punya masalah apa sama gue??? Lo hampir buat Amel celaka!!" geram Farhan memegang dagu Viola dan menatap nya nyalang.


"Farhan dengerin aku dulu"


"APA YANG HARUS DI DENGAR?? INGIN RASANYA GUE TAMPAR PIPI MULUS LO!! TAPI INGAT LO SEORANG PEREMPUAN!! GUE URUNGKAN NIATNYA" tegas Farhan.


suara mobil polisi terdengar di teras rumah, mata viola membulat apakah Farhan menelpon polisi?


ke empat polisi masuk ke dalam rumah Wijaya, yang membuat viola dan alvan gelagapan.


"selamat malam, saya kemari ingin membawa nyonya viola dan tuan alvan ke kantor polisi" ucap salah seorang polisi.


"WHAT'S?" sentak viola.


"mari ikut kami" ajak polisi tsb.


NGGAK GUE NGGAK MAU!! FARHAN TOLONG MAAFIN GUE, AMEL TOLONG!!" teriak viola ketika tangan nya di borgol.


"mas tolong" mohon Amel kepada farhan.


"untuk kali saya bilang TIDAK!!" tegas Farhan.


Amel tidak bisa berkutik, mungkin dengan mereka berdua berada di sel penjara, bisa membuat keduanya tobat.


alvan dan viola berhasil di bawa pergi oleh polisi tsb, ada rasa lega akhirnya kedua bajingan itu bisa pergi dan tidak akan menganggu hubungan antara Farhan dan Amel.


setelah kepergian mereka Amel memeluk suaminya, hari ini benar benar membuat nya stress.


"tenang ya Ra"


sedangkan pak Wijaya dan mama ayu harus merelakan putra pertamanya masuk ke dalam jeruji besi, mungkin ini yang terbaik agar alvan bisa tobat.


(beberapa bulan kemudian kandungan Amel sudah memasuki usia 9 bulan)


"mama nggak sabar lihat cucu mama sayang"


mama ayu terus membelai perut buncit Amel yang terlihat sangat besar.


"iya mah Amel juga" jawab Amel.


"di jadwal tanggal berapa sayang?" tanya mama ayu.


"kalau perkiraan mungkin 1 Minggu lagi mah, tapi katanya___" ucap Amel terpotong


"apa?"


mama ayu menunggu jawaban dari putri kecilnya ini.


"katanya dokter Widia, harus operasi Caesar Amel juga nggak tau apa maksudnya" ucap Amel, padahal dalam benak Amel ia ingin lahiran secara normal tetapi itu di larang keras oleh Widia entah faktor apa, mungkin saja Amel usianya masih cukup muda.


"doa mamah yang terbaik untuk kalian"


jangan lupa baca eps ya gaes πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ see you 😍πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

__ADS_1


__ADS_2