
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya ππππ jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ₯°π₯°πππ₯°π₯°π₯°ππ₯°
*
di sepanjang perjalanan Farhan dan Amel terus bergandengan tangan, hingga pada akhirnya mereka melewati tanaman palawija yaitu jagung.
"mas mas" sembari menepuk pundak suaminya itu.
"iya Ra kenapa?" tanya Farhan Bingung.
"itu jagung, aku mau jagung" tunjuk Amel pada jagung manis di pinggir jalan, entah kenapa Amel menginginkan jagung bakar.
"h-ha? kamu mau jagung bakar?" tanya Farhan.
"iya mas buruan ambil"
"itu punya orang Ra, kita minta dulu yuk" ajak Farhan, namun yang Amel inginkan Farhan mencuri jagung itu.
"udah mas ambil aja" jelas Amel terus mendorong tubuh suaminya agar cepat mengambil jagung itu.
"astaghfirullah Ra" gumam Farhan.
"kamu belum lahir udah jadi kriminalitas!" ucap Farhan mengelus perut Amel dengan lembut, ia mencium perut itu dengan penuh kasih sayang.
"yaudah mas ambil dulu, kamu tunggu sini ya" ucap Farhan, ia masuk ke tengah tengah jagung karena jika mengambilnya di pinggir, jelas akan terlihat.
Amel mengangguk ia membiarkan Farhan masuk ke kebun itu, sudah pasti didalam sana gatal-gatal, tetapi ini bukan kehendaknya.
tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping Amel, pak Wijaya membuka kaca mobilnya ia memilih menggunakan mobil ke undangan tsb, karena ia juga baru pergi ke kebun miliknya.
"eh Mel kok disini?" tanya pak Wijaya.
"iya sayang kok kamu sendiri, dimana Farhan?" tanya mama ayu.
"em itu mah mas Farhan lagi____"
"udah masuk ku masuk, nggak baik lagi hamil jalan jalan kondisi kamu belum vit" ucap pak Wijaya.
"iya nak masuk sini" jelas mama ayu.
"tapi mas Farhan___"
"biarin Farhan, dia punya kaki kok sini masuk" ajak Oma Ningsih
Amel menuruti, lagian jarak rumah dan kebun ini dekat, mungkin setelah selesai mengambil jagung Farhan segera pulang.
*
ditempat lain Fano mencoba meraih lipstik itu, atas keinginan istri laknat nya ini.
"mbak maaf nanti saya ganti" ucap Fano langsung meraih lipstik itu dan membantingnya.
"YA AMPUN MAS!!! LIPSTIK SAYA!!!" teriak wanita itu.
"maaf mbak istri saya lagi hamil, Terus ngidam" jelas Fano memberi penjelasan.
"ALAH SAYA TIDAK PEDULI, GANTI LIPSTIK SAYA!!!! ITU LIPSTIK MAHAL!!!" geram wanita itu.
"iya iya mbak Bentar saya akan ganti" jelas Fano memberikan lima lembar kertas berwarna merah itu kepada wanita tsb.
"LAIN KALI KALAU NGIDAM YANG WAJAR WAJAR AJA MBAK" wanita tsb langsung pergi setelah menerima uang sebesar Rp 500,000,00.
"tuh dengerin kalau ngidam yang wajar wajar aja!!" ucap Fano mengulangi kata-kata nya.
"ini anak Lo yang ngidam bego!!!"
Ratna langsung pergi masuk kedalam mobil, Fano kira ia yang menginginkan nya.
*
__ADS_1
viola tengah bercermin di dalam kamarnya, sudah satu hari kemarin ia tidak keluar rumah, wajahnya yang polos tanpa polesan make up, ia malas merias dirinya.
"kalau gue bosen sih" gumam viola, ia segera merias dirinya rencananya ia akan pergi jalan-jalan hari ini.
setelah bersiap dengan rok hitam pendeknya dan jaket hitam ala ala anak punk, viola keluar rumah nya dan mengendarai mobilnya menuju ke kantor Farhan, rencananya ia akan menggoda Fano.
setelah perjalanan cukup lama, viola segera memarkirkan mobilnya, ia mencari keberadaan Fano dimana melihat dari jadwal Fano, hari ini sedikit.
"selamat pagi buk" sapa resepsionis.
"ya selamat pagi, bisa saya bertemu dengan Fano?" tanya viola memainkan kuku panjang nya.
"maaf buk, hari ini beliau izin untuk menemani istrinya periksa kandungan" jelas wanita tsb.
"WHAT'S??" viola dibuat terkejut dengan ucapan wanita itu, ia segera keluar perusahaan dengan amarah yang memuncak, seperti asap yang berada di kepalanya.
"SIALAN!!!" geram viola langsung masuk kedalam mobilnya, entah kenapa hidupnya sekarang hancur, dulu ia sangat dekat dengan Fano bahkan Fano bilang ia mencintainya. tetapi sekarang hidupnya hancur, ia menyesali karena telah menolak Fano.
...... permisi gaes mau liatin para visual visual pemain ya gaesss, selamat berkhayal......
...(visual Amel Lidya putri)...
...(Farhan Adi Wijaya, CEO perusahaan terkenal)...
...(alvan adi Wijaya, kakak Farhan Adi Wijaya)...
...(Fano alexendro, teman Farhan Adi Wijaya)...
...(viola anggelina)...
...(Kevin, sekretaris Farhan)...
sedangkan Farhan yang gatal semua badannya akibat ulah pohon jagung, saat ingin meraih satu biji jagung tiba-tiba seseorang datang kearah nya.
"MALING" Teriak seseorang tsb mendekati kearah Farhan.
sedangkan Amel di teras rumah menunggu kedatangan suaminya itu, sudah hampir satu jam tidak kelihatan.
"aduh kemana sih mas"
Amel terus mondar mandir berjalan kesana kemari, hingga mama ayu yang melihatnya pun mendekati menantunya itu.
"ada apa sayang? ada masalah?" tanya mama ayu.
"oh enggak kok mah, nunggu mas Farhan pulang" jelas Amel.
"Farhan belum pulang? memangnya tadi kemana?" tanya mama ayu.
Amel terdiam apakah ia harus mengatakan bahwa ia menyuruh Farhan, mencuri jagung di pinggir jalan?
"aku lagi ngidam mah" ucap Amel.
"ngidam apa sayang?"
"mas Farhan ku suruh curi jagung di pinggir jalan" jelas Amel menunduk.
__ADS_1
"curi?" tanya mama ayu tidak percaya.
"maaf mah, tapi kok sampai sekarang belum pulang ya" jelas Amel ia khawatir dengan keadaan suaminya.
"kita tunggu aja ya nak" mama ayu mencoba menenangkan Amel tetap berfikir positif.
tiba tiba sekumpulan warga mendatangi rumah milik Oma Ningsih.
"OMA NINGSIH ADA YANG CURI KEBUN OMA" teriak salah satu warga di depan teras.
mama ayu dan Amel yang sedang duduk di teras samping rumah z Langsung melihat siapa yang teriak teriak tidak jelas.
"OMA NINGSIH" teriak salah satu warga itu.
Amel dan mama ayu mendekati teras depan, begitu pun Oma Ningsih ia keluar rumah dan melihat apa yang terjadi di liar rumah.
"ada apa ini?" tanya Oma Ningsih, disusul dengan Amel dan mama ayu.
"ngapunten Oma ini orang mau ciri jagung manis milik Oma, untung ketahuan sama Kulo" jelas salah satu warga dengan senyuman yang merekah.
"Farhan!!" pekik Oma Ningsih terkejut, cucunya di arak oleh warga.
"mas Farhan" Amel langsung mendekati Farhan dan memeluknya.
"Ra"
para warga saling pandang memandang, ia bingung kenapa dengan Oma Ningsih siapa sebenarnya Lelaki ini.
"aduh maaf pak ini cucu Kulo, dia lagi liburan disini" jelas Oma Ningsih.
para warga pun terkejut ternyata mereka menangkap seorang cucu dari pemilik kebun jagung itu.
"iya pak, saya bilang juga apa saya ini nggak curi" ucap Farhan menjelaskan.
"aduh ngapunten ya le, Kulo minta maaf" ucap salah satu warga ternyata ia salah server.
"ya kali ganteng ganteng gini curi jagung, beli jagung satu truk aja sanggup"
mama ayu menggelengkan kepalanya, disaat seperti ini masih sibuk membagongkan diri.
"ya udah bapak bapak pulang ya Sekarang" ucap mama ayu.
setelah meminta maaf kepada Amel dan Farhan, para warga pamit untuk pulang.
"mana jagung nya?" tanya Amel menyodorkan tangan nya.
"hehe ilang Ra, tadi di bawa warga maaf ya" ucap Farhan.
"ish____ mas Farhan!!!" kesal Amel.
"yaudah yuk ambil lagi di kebon", ajak Farhan.
"udah gak usah, udah ga nafsu aku"
Amel langsung masuk kedalam rumah, ia benar-benar kesal saat ini dengan suaminya.
*
malam hari pun menjelang, cuti yang dilakukan oleh Amel dan Farhan akhirnya usai padahal baru beberapa hari mereka disini, besok siang sudah harus pergi.
"mas udah betah disini" ucap Amel.
"iya Ra, mas juga tapi disana mas ada tanggungan perusahaan" jelas Farhan, ia mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"disini masalah ga ada, kalau disana masalah datang bertubi-tubi" jelas Amel menunduk lesu.
Farhan tersenyum, ia langsung memeluk istrinya dengan lembut untuk kali ini ia tidak bisa menuruti keinginan istrinya.
"yaudah tidur yuk besok siap siap" ajak Farhan.
__ADS_1
Amel mengangguk paham, hari ini benar-benar melelahkan apalagi saat bertemu dengan rendi.
jangan lupa baca eps ya gaes ππ salam happy π₯°π₯°π₯°π see you π₯°ππππ₯°π₯°π₯°ππππ₯°πππ₯°ππππ₯°πππ₯°π