Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
siuman


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯° πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰


*


setelah selesai dari rumah Ratna, Fano ingin ke cafe untuk sekedar menenangkan pikirannya hari ini begitu banyak masalah.


sampai di cafe ia duduk dan memesan segelas kopi panas, namun pandangan nya teralihkan pada Kevin yang tengah duduk sendirian di cafe tsb,buru buru Fano mendekati sahabat nya itu.


"hai kev" sapa Fano dan menaruh kopinya di meja.


"eh ternyata Lo fan" jawab Kevin.


"tumben disini?" tanya Fano.


"masih banyak pikiran gue, Dewi lagi marah dan gue disini mau nenangin pikiran aja" jelas Kevin


Kevin kalau dikantor memanggil Fano dengan sebutan pak, tetapi kalau di luar kantor ia seperti saudara kandung ia hanya mengajarkan kepada bawahannya bagaimana sopan dan santun.


"lah lu sendiri ngapain disini?" tanya Kevin.


Fano akhirnya menceritakan tentang ia telah menghamili Ratna dan Ratna membuat kerikuhan antara hubungan Amel dan Farhan sampai Farhan kecelakaan.


"pak Farhan kecelakaan?" tanya kevin, ia tidak tau mengenai kecelakaan Farhan dan kehamilan Ratna, yang ia tau hanya Farhan dan Amel sedang bertengkar tadi.


"iya" jawab Fano.


"lalu bagaimana keadaan nya?"tanya Kevin khawatir.


"masih kritis dan sampai sekarang belum siuman, tadi gue mau kesana cuma urusan gue dan Ratna belum kelar" jelas Fano lagi.


Kevin ingin melihat keadaan bossnya itu namun melihat situasi yang sedang rumit diantara keluarga Wijaya, ia urungkan niatnya untuk menjenguk.


"semoga pak Farhan cepat siuman" jelas Kevin.


Fano mengganguk ia pun sedih jika sang sahabat belum siuman sampai sekarang, itu semua karena ular berbisa itu.


"lalu Lo mau nikahin Ratna?" tanya Kevin.


"ya mau gimana lagi, didalam rahimnya ada anak gue" jelas Fano.


Kevin melihat raut wajah Fano yang lesu ia paham, pasti Fano tidak mencintai Ratna namun karena ada tanggung jawabnya ia harus berbuat apa?.


"cinta bisa datang dengan sendirinya"jelas Kevin memberi semangat kepada Fano.


"serius? lalu bagaimana biar nggak malam pertama?" tanya Fano, ia menanyakan kepada Kevin karena Kevin juga berpengalaman dalam hal ini. Kevin menikahi Dewi karena dilandasi keterpaksaan.

__ADS_1


"ya malam pertama aja, ribet amat" jelas Kevin.


"Lo kan tau sendiri Ratna gimana orang nya?" gerutu Fano.


"oh iya ya, Ratna kan semacam psikopat lu malam pertama sama dia sama aja malam pertama plus malam terakhir"kelakar Kevin sambil tertawa mengejek Fano.


"lu seneng ya sahabat nya lagi melarat begini" kesal Fano lalu menimpuk sahabat nya dengan buku menu.


*


di rumah sakit Amel terus menjaga Farhan ia membisikkan agar Farhan tetap bangun, mama ayu dan pak Wijaya masuk kembali ia melihat Amel sampai tertidur dalam keadaan duduk disamping Farhan.


"mah papa pesankan kamar tidur buat Amel ya" jelas pak Wijaya.


mama ayu mengangguk ia pun tidak tega melihat sang menantu wajah nya sampai pusat pasi, namun saat kursi rodanya di dorong dan tangan Amel melepaskan genggaman tangan Farhan ia segera membuka mata.


"mah"


"kamu pindah ke ranjang ya nak, nggak baik hamil tidur sambil duduk" jelas mama ayu.


"enggak mah, amek mau nemenin mas Farhan sampai siuman mama ingat kan? kata dokter tadi?" tanya Amel.


"iya nak mama ingat, tetapi kamu butuh istirahat yang cukup" jelas mama ayu.


amel tetap bersikeras tidak mau pergi dari samping Farhan, sampai akhirnya jari Farhan bergerak.


mama ayu dan pak Wijaya mendekat ke arah Farhan, buru buru pak Wijaya memanggil suster dan dokter untuk melihat kondisi anaknya itu.


dokter datang untuk memeriksa keadaan pasien, semua orang diharapkan untuk keluar sebentar agar dokter lebih leluasa melihat kondisi Farhan.


semua orang berdoa semoga Farhan baik baik saja begitu pun dengan Amel, tiba tiba dokter datang untuk memberi tau sesuatu.


"Alhamdulillah pak Farhan sudah siuman, tetapi untuk luka di kepala dan tangan serta kakinya belum sembuh total jadi masih harus di kontrol terus" jelas dokter.


"Alhamdulillah, boleh kita masuk dok?" tanya mama ayu.


"iya silahkan, tetapi jangan sampai menganggu pasien ya"


Amel masuk dengan kursi roda karena badannya benar benar sangat lemas.


Farhan melihat sang istri menghampiri nya dengan menggunakan kursi roda, ia pun tersenyum ingin sekali ia bangkit dan memeluk istrinya itu.


"mas Farhan____" Amel langsung memeluk tubuh Farhan.


"Ra" ucap Farhan sembari mengusap kepala istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


"maafin aku mas_______gara gara aku mas Farhan_____"


"shut_____ aku nggak pp kok Ra, aku kan kuat" jelas Farhan tersenyum.


"dan soal kak Ratna yang dikatakan semuanya adalah bohong, maafin aku karena nggak percaya sama mas"jelas Amel lagi.


"iya nggak pp kok, udah jangan nangis nanti junior nya papa ikut nangis nih" ucap Farhan lagi.


mama ayu serta pak Wijaya tersenyum, mereka lega akhirnya Farhan dan Amel hubungan nya kembali membaik.


"ya udah yuk mah kita pergi, dari pada di sini jadi obat nyamuk" jelas pak Wijaya.


mama ayu yang tidak ingin menganggu obrolan diantara mereka mengangguk paham, yang terpenting sekarang Farhan sudah siuman.


"ya udah mama pulang dulu ya nak" ucap mama ayu pamit pulang.


Farhan dan Amel mencium tangan keduanya, setelah kepergian mertuanya amel langsung memeluk tubuh Farhan lagi.


"kangen ya? peluk peluk terus" bisik Farhan.


Amel mengangguk ia tidak bisa mengelak bahwa memang sedang kangen dengan suaminya ini.


"iya, maafin Amel sekali lagi ya mas"


"nggak"


amek melepaskan pelukannya ia menatap wajah Farhan dengan heran, tadi suaminya mengatakan iya tetapi sekarang tidak.


"aku harus apa biar di maafin?" tanya Amel.


"nih" jelas Farhan.


Farhan menyodorkan pipinya untuk mendapatkan kiss dari sang istri, tanpa pikir panjang Amel langsung mendaratkan bibirnya untuk mencium pipi suaminya. namun ketika bibir itu ingin mendarat Farhan menoleh ke arah Amel dan akhirnya bibir mereka bertemu.


"katanya pipi, kok bibir?" gerutu Amel.


"nggak pp Ra, katanya mau dimaafin kan?" jelas Farhan.


"oh iya kamu kalau bawa mobil hebat Ra, kukira kamu cewek yang polos dan nggak bisa bawa mobil apalagi sekencang itu" tambah Farhan lagi.


"bisa kok mas, dulu waktu kuliah sering nebeng mobil angkot dan aku yang nyetir" jelas Amel


"serius? kamu naik angkot?" tanya Farhan.


"iya"

__ADS_1


"untung saja ranjang rumah sakit ini besar, jadi Bisa tidur berdua dong" jelas Farhan, malam ini Amel tidur satu ranjang dengan nya


Amel tidak menghiraukan ucapan suaminya, ia tidur dalam dekapan suaminya hari ini adalah hari yang melelahkan bagi keduanya.


__ADS_2