Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
Hanya milikku


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰


*


Farhan dan Amel sampai di gedung tempat dimana akan ada acara pesta itu, sedangkan pak Wijaya dan mama ayu sudah sampai dari tadi.


"ayo Ra" ajak Farhan.


"iya mas" jawab Amel ia segera turun dan menggandeng tangan suaminya itu.


mereka memasuki gedung sampai di tempat Amel terpanah melihat dekorasi yang sangat megah bernuansa gold, ini melebihi acara pernikahan.


"gimana Ra? bagus?" tanya Farhan.


Amel mengangguk namun pandangan nya tertuju pada Dewi yang sedang mengobrol santai mendampingi Kevin.


"mas aku mau nemuin Dewi dulu ya" jelas Amel.


Farhan mengangguk ia harus segera menyapa beberapa rekan kerja yang akan datang, begitu pun ia harus berterimakasih kepada IO Dinda, dalam waktu yang singkat ia bisa merubah konsep yang tadinya terlihat biasa saja menjadi luar biasa.


Amel mendekati sahabat nya ia sudah lama tidak bertemu dan berkeluh kesah kepada Dewi.


"Hay wi" sapa Amel.


"eh Hay bestie apa kabar makin besar aja nih perut" sembari mengelus perut Amel yang sudah membesar.


"Alhamdulillah baik wi" jelas Amel tersenyum.


mereka bercanda riang dan menceritakan tentang pasangan nya sembari duduk di kursi.


Farhan membuka acara itu dengan mengucapkan terimakasih yang sebanyak banyaknya atas kehadiran semua orang.


setelah membuka acara Farhan melihat Amel tengah bercanda riang bersama Dewi, ia tidak berniat mengganggu nya Farhan ingin mencari keberadaan IO Dinda untuk mengucapkan terimakasih.


"ya udah ya wi aku mau temuin mas Farhan dulu" pamit Amel.


"iya" jawab Dewi.


mobil Fano berhenti di gedung itu, ia sengaja memperlambat kan laju kendaraannya agar acara itu cepat selesai nya.


"dari tadi lama banget nyetir nya, mobil butut ya?" gerutu Ratna dengan nada kesal.


"sengaja biar cepat selesai acaranya" jelas Fano ia takut jika Farhan akan marah kalau Fano membawa ular berbisa ini.


"ngeselin" omel Ratna ia langsung turun dari mobil disusul oleh Fano.


sampai di dalam ia melihat para tamu sedang menyantap hidangan makanan yang tersaji, Ratna mencari keberadaan Farhan namun tidak menemukan nya sejak kejadian itu Ratna tidak mengetahui keadaan Farhan.


"Lo disini saja jangan Buat keributan, gue mau nyapa temen kantor" jelas Fano.


"hus hus sana pergi aja, gue juga dah besar kali" jawab Ratna ia meraih minuman dan melihat sekeliling.


Amel mencari keberadaan Farhan tidak juga menemukan nya tanpa sadar ia melihat Ratna sedang minum, Amel mendekati nya ia sudah sangat lama tidak berjumpa dengan sang kakak.


"Hay kak" sapa Amel.


Ratna menoleh ke arah Amel ia menatap nya sinis, gara gara Amel ia harus angkat kaki dari rumah Wijaya.

__ADS_1


"oh kamu mel, kenapa mau nyindir?" ucap Ratna.


"enggak kok kak, hanya ingin mengetahui keadaan kak Ratna semenjak kejadian itu kita tidak pernah ketemu" ucap Amel lembut.


"udah lah jangan basa basi, kalau kau sudah merasa menang mendapatkan Farhan tunggu saja rencana ku selanjutnya" jelas Ratna.


"oh ya?? coba saja kalau bisa" ucap Amel dan langsung melangkahkan kakinya pergi, yang awalnya ingin melihat keadaan kakaknya namun mendapatkan respon seperti itu Amel merasa kesal.


"sialan" umpat Ratna.


ditempat lain Farhan menemukan keberadaan IO Dinda ia sedang menelpon seseorang mungkin saja itu Klaein nya, Farhan mendekati IO Dinda untuk sekedar mengucapkan terimakasih.


"eh pak Farhan ada apa ya pak? apa ada masalah?" tanya IO Dinda.


"oh tidak, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena hasil kerja keras mu luar biasa saya akan membayar 2 kali lipat" jelas Farhan.


IO Dinda tersenyum urusan seperti ini ia sudah sangat pintar, namun ketika melihat Farhan entah mengapa hatinya selalu senang apakah ini cinta pertamanya?


"terimakasih pak saya merasa sangat terhormat" ucap IO Dinda.


setelah berputar mencari keberadaan Farhan ia melihat Farhan sedang berbicara dengan wanita cantik, style modern terlihat sekali ia wanita berpendidikan tinggi, buru buru Amel mendekati nya.


"hai mas" sapa Amel ia langsung menggandeng tangan suaminya itu sebagai tanda Farhan hanya milik nya.


"oh kamu Ra" ucap Farhan ia terkejut tiba-tiba Amel menggandeng nya.


sedangkan IO Dinda heran siapa wanita yang terang terangan menggandeng tangan Farhan? apakah itu pacarnya?


"oh iya Ra kenalin ini IO Dinda, dia yang mengatur acara ini" jelas Farhan.


Dinda mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Amel sembari tersenyum, walaupun kata kata Farhan menyakiti hatinya ia harus terlihat profesional.


"kenalin Bu saya Dinda ayundia" ucap Dinda sopan.


"oh iya saya Amel Lidya Putri" jawab Amel ia menjabat tangan Dinda.


Dinda mengangguk ternyata sesakit ini jatuh cinta, padahal niatnya untuk lebih dekat dengan Farhan namun setelah mengetahui Farhan sudah beristri sebaiknya ia mundur.


"kalau begitu saya pamit ya pak buk" pamit Dinda.


"iya" jawab Amel sembari tersenyum.


setelah kepergian IO Dinda Farhan menatap istrinya bingung, apakah Amel cemburu melihat Farhan bersama dengan IO Dinda?


"kamu cemburu Ra?" tanya Farhan.


"enggak hanya saja ingin memberitahu kepada semua orang bahwa mas Farhan hanya milikku" jelas Amel.


"iya iya Humaira ku ututu" gemas Farhan mencium pipi istrinya.


"mas papah sama mamah kemana ya?" tanya Amel ia sama sekali tidak menemukan keberadaan mertuanya itu, padahal mertuanya yang datang terlebih dahulu.


"oh mungkin lagi pacaran" jawab Farhan santai.


Amel mengangguk mungkin yang dikatakan oleh Farhan benar adanya.


"kamu juga mau pacaran?" tanya Farhan penuh goda.

__ADS_1


"pacaran sama siapa?" tanya Amel bingung.


"lalu kamu anggap aku apa Ra?" ucap Farhan dengan suara lemas.


"enggak lah nanti digigit" jelas Amel lalu menjauhi Farhan sembari tersenyum mengejek.


"awas ya kamu Ra aku makan kamu nanti malam" ucap Farhan sembari mengejar istrinya.


Amel menjauh dari Farhan tanpa sadar ia menabrak seseorang dan membuat nya hampir terjatuh namun dengan sigap orang tsb menolong Amel.


"aduh mas maaf ya" ucap Amel ia segera berdiri dan melihat siapa lelaki ini.


"Rendi?" ucap Amel lirih.


"Hay mel" sapa Rendi tersenyum.


"kamu ada disini?" tanya Amel.


Rendi mengangguk sudah lama ia tidak berjumpa dengan Amel,setelah mendengar kabar bahwa Amel telah menikah dengan farhan yang dulu mengatakan bahwa Farhan sepupunya Amel.


"nggak nyangka ya kita bisa ketemu di acara ini"


Amel terdiam ia pun bingung harus berbicara apa dengan Rendi, ia meninggalkan Rendi tanpa kabar dan menolak cinta nya.


"wah sekarang udah hamil ya? aku turut senang sebentar lagi akan punya keponakan baru" jelas Rendi.


"eh iya rend" ucap Amel gugup.


"kamu kok bisa ada disini?" tanya Amel bingung.


"oh aku hanya nemenin papa ke acara ini" jelas Rendi.


Amel mengangguk paham ia bingung harus mengatakan apa setelah bertemu dengan Rendi.


Farhan melihat istrinya tengah berbicara dengan orang yang ia kenal, sebab orang itulah Farhan melarang Amel untuk kuliah lagi.


"Ra" ucap Farhan menggandeng pinggang Amel.


"mas"


"oh Rendi apa kabar kita nggak pernah ketemu ya" sapa Farhan.


"iya mas saking lamanya aku nggak tau kalau mas Farhan menikah dengan Amel" ucap Rendi.


Farhan tau maksud dari omongan Rendi, tetapi ini sedang ada acaranya ingin sekali melemparkan pukulan di pipi Rendi.


"oh iya kita sengaja merahasiakan nya, betul begitu kan Ra?" tanya Farhan.


"eh i iya" jawab Amel gugup ia merasakan diantara keduanya sedang ada kata kata menyindir secara halus.


"yaudah ya rend aku pamit dulu" jelas Amel mengajak Farhan menjauh dari Rendi.


"mas Farhan kenapa?" tanya Amel setelah mengajak Farhan menjauh dari Rendi.


"aku hanya ingin memberitahu kepada semua orang bahwa Humaira ku ini hanya milikku" jelas Farhan sembari menekankan kata katanya.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2