
HALLO GAES KEMBALI LAGI KE NOVEL KU😍😍 MOHON MAAF BILA ADA SALAH DALAM PENGETIKAN KATA😍ATAU KATA KATA YANG TIDAK PANTAS🥰🥰 JANGAN LUPA SHARE KE TEMAN TEMAN KALIAN YA😍😍🥰 KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI 😁 READY ☺️☺️ SELAMAT MEMBACA 🥰🥰🥰
mau jadi penulis hebat? jangan plagiat!
...memberikan rasa cinta memang indah, tapi luka yang membekas di hati jauh lebih indah karena bisa mengubah segalanya...
...Farhan Wijaya...
...---------------...
*
cuaca hari ini Mungkin akan turun hujan, tetapi entah kenapa Farhan tidak kunjung datang karena malam hampir tiba.
"sayang suamimu sudah pulang?" tanya mama ayu.
Amel menggeleng, ponsel suaminya susah untuk di hubungi, dan ia sudah menelpon Fano maupun Kevin tetapi mereka bilang Farhan sudah pulang sejak siang tadi.
"Farhan sudah pulang dari tadi siang, wajah nya babak belur mungkin tuh orang habis berantem"
"tapi gue nggak tau siapa orang nya, gue tanya malah di usir"
suara Fano yang menjelaskan tentang Farhan membuat Amel terus kebingungan, babak belur? apakah suaminya itu habis di pukuli orang? batin Amel.
lamunan Amel terbayarkan oleh mama ayu, ia menepuk pundak Amel agar menantunya itu tersadar.
"kenapa nak?? ada masalah?"
Amel menoleh ke arah mertuanya dengan sendu, hatinya saat ini sedang gelisah padahal Malam ini ketiga anaknya. akan dinamai oleh Farhan, tetapi sejak tadi Farhan tidak kunjung menampakkan dirinya.
"mas Farhan susah di hubungi mah"
mama ayu yang tidak ingin menantunya itu menangis, lantas Langsung memeluknya dengan erat.
"mungkin sedang ada urusan sayang, kita tunggu dulu ya" jelas mama ayu.
tak berapa lama suara langkah sepatu pantofel terdengar, dan membuka pintu kamar Amel. melihatkan lelaki dengan tubuh kekarnya dan bibir yang sedikit luka.
"mas Farhan"
Farhan yang tidak mau Amel berjalan, karena kondisinya belum pulih lantas langsung mendekat ke Amel.
dengan sigap Amel langsung memeluk suaminya, hatinya benar-benar lega karena suaminya baik baik saja.
"mas Farhan dari mana sih? aku hubungi nggak bisa dari tadi?' tanya Amel mengusap air matanya.
"maaf, tadi ban mobil bocor jadi harus di tambal dulu" jelas Farhan memeluk kembali tubuh istrinya, tidak memperdulikan keberadaan mama ayu.
"ekhem"
"udah belum nih pelukannya? mamah jadi obat nyamuk nih kayaknya"
keduanya menoleh ke arah wanita itu, dan tersenyum tidak sepatutnya memamerkan kemesraan itu di hadapan mama ayu. bukan karena iri tetapi lebih ke sopan dan santun.
"maaf mah"
mama ayu mengangguk, ia pamit untuk keluar dan menyambut para tamu sekaligus tetangga. setelah menyuruh keduanya bersiap.
"mas Farhan mau kasih nama siapa?" tanya Amel duduk di tepi ranjang.
"em_______ nanti tau sendiri kok"
__ADS_1
Amel lagi lagi di buat kesal oleh sikap Farhan, tetapi tidak peduli toh juga ia akan tau sendiri.
*
di apartemen milik Fano, Fano sedang menutupi telinganya akibat sejak tadi Ratna terus mengomel.
"Lo berisik banget sih ***"
Ratna menoleh, saat ini mereka sedang ada di dapur rencananya Ratna akan memasak namun sejak tadi Fano terus menceritakan tentang viola. dan itu membuat hati Ratna terasa panas.
langkah Ratna berjalan mendekati Fano yang mematung, semakin dekat semakin dekat hingga hembusan nafas keduanya terasa.
"mau ngapain Lo?" tanya Fano gugup.
"aku___"
"mau ngapain, gue masih perjaka ya!!!"
Ratna terus mendekat, ia langsung meraih pisau yang berada di belakang tubuh Fano.
"Lo mau bunuh gue?"
Fano merasa merinding, entah kenapa akhir akhir ini Ratna menunjukkan sisi sensitive nya.
Ratna mengacungkan pisau itu tepat di hadapan Fano, hingga jantung lelaki itu hampir copot.
"haiiiiyyyaaaa"
Ratna menggerakkan pisau tajam itu ke depan Fano, jelas saja Fano merasa nyawanya akan berakhir seperti ini.
"Udah udah!! jangan main pisau!!"
Fano mengambil alih pisau tsb, dengan segera ia meraih daging sapi yang cukup tebal di serahkan kepada talenan.
Ratna menatap Fano sembari menyunggingkan senyumnya, ia menerima pemberian pisau itu.
"gue rasa ingin motong orang yang berani deketin suami gue" gumam Ratna tersenyum.
"HAIIIIYYYAAAA"
dengan cepat Ratna berhasil memotong daging sapi yang cukup tebal itu, hingga terbelah menjadi dua bagian.
Fano yang melihat pun melotot, menurutnya Ratna benar benar dirundung amarah.
*
semua orang turun kebawah termasuk Amel dan ketiga anaknya itu, dengan di bantu oleh beberapa asisten rumah tangga Amel menuruni lift.
Farhan menyapa pak ustadz dan beberapa tamu lainnya, hingga acara dimana Farhan ditanya soal nama apa yang akan diberikan.
pak Wijaya dan mama ayu serta Amel menoleh ke arah Farhan, menunggu lelaki itu mengatakan yang sudah di tunggu tunggu.
"untuk ketiga anakku"
"anak lelaki pertama ku akan ku namai"
"KENZO ARGAWIJAYANTARA ARION"
"dan untuk anak kedua ku, akan ku namai"
"KENZA ARGAWIJAYANTARA ARION"
__ADS_1
"serta si cantik untuk anak ketiga ku"
"KENZIE ARGAWIJAYANTARA AIRIN"
semua orang bertepuk tangan, termasuk Amel dan pak Wijaya mama ayu pun meraih cucu lelaki keduanya itu.
"kalian cucu Oma yang paling ganteng dan cantik"
air mata tiba-tiba menetes dari sudut mata Amel, ia sangat bahagia hanya satu hal yang kurang darinya.
"bunda"
bibir Amel mengatakan itu, ia teringat akan wanita yang sudah merawat nya di panti dari bayi hingga umur remaja.
Farhan yang melihat istrinya sedang duduk di sofa sembari menunduk lesu, ia mendekati Amel.
"kenapa Ra? kamu nggak suka sama nama yang aku berikan kepada anak kita?" tanya Farhan mengusap sisa bulir bening itu, dari pipi merah istrinya.
Amel menggeleng ia memeluk tubuh suaminya dalam dekapannya, tempat ternyaman nya saat ini.
"bukan itu mas, aku hanya kangen sama bunda" jelas Amel.
Farhan tersenyum dan langsung mengusap lembut kepala Amel lalu meninggalkan kecupan.
"besok kita undang bunda ya"
setelah acara itu selesai, Amel dan Farhan memasuki kamar untuk istirahat bersama ketiga buah hatinya.
"bagus nggak Ra, nama buatan ku?" tanya Farhan menaik turunkan alisnya.
"bagus kok mas, aku suka"
"Ra ini malam Jum'at" bisik Farhan di telinga Amel.
bisikan Farhan membuat mata Amel melotot sempurna, ia baru selesai operasi Caesar seminggu ini.
"puasa mas" jelas Amel lalu beranjak pergi meraih selimut di lemari.
"CK bukan Ra, Sekarang kamu bandel banget ya" ucap Farhan menggelengkan kepalanya.
"maksud mas Farhan?"
Amel tidak tau apa yang dimaksud oleh suaminya ini? bukankah yang ia katakan benar adanya? setiap malam Jum'at..... ah sudahlah.
Farhan mendekati Amel yang masih mematung di tepi ranjang, ia menangkup pipi amel.
"maksud saya, malam Jum'at ini ada acara film kesukaan kamu kan?" tanya Farhan menahan senyumnya.
"film?"
Farhan mengangguk, mungkin saja istrinya ini sedang hilang ingatan separuhnya.
"Drakor"
seketika mata Amel membulat dan langsung mencari keberadaan remote tv.
"makasih ya mas udah di ingetin" ucap Amel tersenyum malu.
"hemm!''
TERIMAKASIH SUDAH BACA NOVELKU 😍🥰🥰 TETAP STAY DI TEMPAT YA GAES ☺️ ADA YANG MAU DI SAMPEIN?DARI CERITA DI ATAS??
__ADS_1
JANGAN LUPA BACA BAB BERIKUTNYA YA 😍😍 SALAM HAPPY 😍🥰🎉 FOLLOW IG KU @d_sulialia 🥰🥰SEE YOU 😍🥰🥰🥰