
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya ππππ₯°π₯°π jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°ππ selamat membaca π₯°πππ₯°π₯°π₯°πππ₯°π π₯°π
*
Amel tersadar dari lamunannya, ia Melihat pantulan wajahnya berada di cermin.tanpa terasa air matanya mencelos begitu saja.
"sebegitu nya kah kau benci padaku?" gumam Amel.
*
sementara Farhan yang sudah selesai dalam meeting nya kembali keruangan kerjanya, ia harus segera melihat desain busana untuk para modelnya nanti.
"siapa desainer nya kev?" tanya Farhan meraih laptopnya.
"oh itu WO Dinda yang waktu itu buat dekorasi acara ulang tahun perusahaan" jawab Kevin santai.
"ha? Dinda?"
Kevin membalas nya mengangguk, ia pun bingung sebenarnya profesi wanita karir itu apa.
"bukannya Dinda WO desain dekorasi?" tanya Farhan sedikit Bingung.
"iya pak, tetapi setelah saya selidiki dia memang mempunyai dua keahlian tsb" jawab Kevin.
Farhan yang tidak mau urusannya menjadi rumit hanya mengangguk saja, ia harus menghubungi rekan kerjanya tentang desain baju yang akan Dinda berikan.
Dinda keluar dari mobilnya, rencananya ia akan memberikan sedikit hasil desain nya, ia pun tidak percaya akan kembali bekerja sama dengan perusahaan Farhan group. apalagi ini ia langsung bekerja sama dengan dua perusahaan sekaligus.
namun tiba-tiba karena fokus mengobrak Abrik berkasnya, ia tidak sadar menabrak seseorang yang sangat familiar.
"sorry" ucap lelaki tsb.
"what?? Lo?"
Dinda terkejut kenapa pria ini berada di hadapannya, bukannya ia harus menjalani masa hukumannya?
"wow, ketemu sama mantan pacar" gumam Lelaki itu.
Dinda membenarkan rambutnya ke belakang punggungnya, ia saat ini sedang berhadapan dengan seseorang di masa lalunya.
"what are you here for?"
"Come on, you're still cute." jawab lelaki itu tersenyum.
"bertemu dengan mu sama saja bertemu dengan sampah!!!" geram Dinda ia hendak melangkah pergi sebelum pergelangan tangannya di cekal oleh lelaki itu.
"let go!!"
lelaki itu melepaskan tangan nya dari pergelangan tangan Dinda, ia sedikit membenarkan kemeja nya yang sedikit kusut.
"mimpi apa aku semalam bertemu dengan mu disini!!!"
lelaki itu menyunggingkan senyumnya, ia meraih kotak rokok yang berada di saku serta menyalakan dan menghisap nya.
"mungkin bertemu dengan pangeran?"
"unclean!"
lelaki itu tertawa melihat ekspresi wajah mantan pacarnya memerah seperti kepiting rebus, mungkin karena Amarah.
"pergilah, sampai ketemu lagi dan menjadi istri yang kedua ku" ucap lelaki itu lalu beranjak pergi dari parkiran perusahaan.
Dinda berdecak, ia langsung segera masuk kedalam untuk menemui Kevin tentang desain itu.
*
Dinda masuk kedalam ruangan Farhan setelah mengetuk pintu, ia tersenyum lalu mempersilahkan Dinda untuk duduk.
"jadi kamu desainer nya?" tanya Farhan.
"iya betul pak" jawab Dinda sepontan.
Farhan mengangguk lalu kembali fokus ke layar laptopnya, serta memberikan gambaran potongan baju model terbaru.
"saya dan rekan kerja saya ingin kamu membuat model baju berbeda dari yang lain!! kalau bisa tidak ada satupun yang memilikinya, bisa?" tanya Farhan.
__ADS_1
seketika tubuh Dinda melemah, ini bukan kali pertamanya ia harus membuat model baju itu.
"b-bisa pak" jawab nya.
"oke kalau bisa kita besok meeting dengan rekan kerja saya yaitu pak, Bramantyo untuk tempat dan waktu nanti biar kevin mengabarkan!!" jelas Farhan.
setelah urusan dengan farhan kelar, Dinda segera pamit ia harus membuat gambar model baju yang kekinian. dalam waktu 24 jam, sungguh gila menciptakan model baju yang sama sekali tidak ada di Indonesia.
*
malam telah datang, semua orang tengah berkumpul di meja makan termasuk Amel. setelah seharian ini penat mengasuh si kembar baru kali ini Amel bisa, beristirahat.
"tin"
suara klakson mobil mengalihkan lamunannya, mama ayu sedang menyiapkan hidangan makan malam.
sedangkan si kembar sedang di asuh oleh babby sister, babby sister pulang tepat saat farhan Sudah kembali dari kantor.
namun suara klakson mobil itu bukanlah dari mobil Farhan melainkan....
"biar Amel aja yang buka mah" ucapnya pada mama ayu, Amel segera beranjak dari duduknya dan membuka pintu rumah itu.
"papah" gelak Amel melihat pak Wijaya di ambang pintu, segera Amel mencium punggung tangan itu dan mempersilahkan Wijaya untuk masuk.
Wijaya masuk dengan membawa beberapa oleh oleh khas Bandung, sudah hampir empat hari pak Wijaya keluar kota.
namun ketika Amel ingin menutup pintu mobil Farhan datang.
"assalamualaikum Ra" salam Farhan.
"waalaikumsalam mas" jawab Amel tersenyum ia mencium tangan suaminya dan membawakan tasnya.
"gimana kantor hari ini?" tanya Amel.
"baik" jawab Farhan tersenyum, ia tidak mungkin mengatakan bahwa viola siang tadi menganggunya.
"itu mobil papah kok ada di depan? sudah pulang?" tanya Farhan.
"iya mas, barusan aja bareng mas Farhan" jawab Amel.
"assalamualaikum" sapa keduanya yang melihat pak Wijaya dan mama ayu sedang bersenda gurau.
"eh anak harimau sudah pulang" ucap pak Wijaya.
Farhan mendengus dengan kesal, papahnya baru saja pulang tetapi sudah mengajaknya ribut.
"sini kalian duduk" titah pak Wijaya.
keduanya mengangguk, sesuai perintah pak Wijaya.
"bagaimana pekerjaan kamu?" tanya pak Wijaya kepada putra keduanya ini.
"baik" jawab Farhan.
"papah baru saja mendapatkan informasi! bahwa kakak kamu bebas dari masa hukumannya" jelas pak Wijaya.
Farhan dan Amel terkejut, termasuk juga mama ayu. mama ayu bingung harus bersikap seperti apa, bahagia atau sedih.
"kok bisa pah?" tanya Farhan ia mengepalkan kedua tangannya erat-erat.
"entahlah! dia menyewa pengacara" jawab pak Wijaya.
"bagaimana bisa kedua orang busuk seperti mereka bebas begitu saja? viola? kak alvan?" gretak Farhan menggebrak meja nafasnya memburu.
sementara Amel mencoba menenangkan suaminya itu dengan mengusap lengannya.
"udah mas, kamu tenang dulu kita dengerin papah" ucap Amel.
"iya sayang! kamu duduk dulu" jelas mama ayu.
pak Wijaya menarik nafasnya dalam dalam, ia akan melanjutkan ucapannya.
"polisi tidak bisa sepenuhnya menyalahkan alvan, karena ia Hanya mengikuti kata kata viola untuk menculik Amel!" jelas pak Wijaya.
"dan soal Viola, ia jelas bisa keluar dengan membayar denda puluhan juta bahkan ratusan berkat bantuan Reno papahnya!" lanjut Wijaya.
__ADS_1
Farhan masih tidak bisa terima, keduanya bebas sama saja ia akan bertemu dengan hama rumah tangga nya lagi.
"dan alvan tidak akan pernah tinggal di rumah ini lagi! papah sudah mengusir Nya" jelas pak Wijaya.
"mengusir?" tanya mama ayu.
"iya mah, disini saya tidak bisa terus membiarkan alvan tetap tinggal di sini! dia sudah melanggar peraturan di rumah ini" jelas pak Wijaya.
ketiganya yang mendengarkan mengangguk, begitu pun mama ayu mungkin dengan cara seperti ini alvan bisa sedikit lebih dewasa.
*
Ratna tengah asyik menyantap cemilan di depan televisi, namun berita tiba tiba muncul di televisi nya.
...**kilas news...
...sebuah berita heboh hari ini, seorang viola Angelina putri dari bapak Reno selaku direktur perusahaan yang bekerja dalam bidang komunikasi,keluar dari tahanan nya. ...
...sebelumnya putri viola sendiri dipenjara akibat tuduhan penculikan istri dari Farhan Wijaya, seorang CEO muda yang tengah naik daun saat ini....
...beberapa bukti menyatakan bahwa nona viola sendiri tidak bersalah, dan beliau pun sudah menghabisi masa tahanannya selama beberapa bulan ini**....
Ratna langsung meremas remote tv nya, bagaimana bisa keluar? dan Fano tidak memberitahu kan nya?
Fano masuk dalam rumah nya setelah keluar membuang beberapa sampah, ia melihat raut wajah merah di pipi Ratna.
"kenapa Lo ular?" tanya nya.
"kenapa?" tanya Ratna berdiri dan mendekati Fano.
"kenapa? nggak kenapa Napa" jawab Fano melangkah mundur.
"kenapa Lo nggak bilang kalau viola keluar?" tanya Ratna terus melangkah mendekati Fano.
"Lo kok bisa tau?"
"terus kenapa kalau gue tau? oh... Lo nggak bisa selingkuh ya?" jelas Ratna.
"ha? maksud Lo apa si?" tanya Fano keringat nya sudah bercucuran, badannya yang remuk karena kelelahan di tambah masalah ini.
"Lo sengaja kan tutupin ini semua dari gue, biar Lo bisa selingkuh sama putri keraton itu?" jelas Ratna.
"Lo kesambet apa sih ***? selingkuh? siapa yang mau selingkuh?" tanya Fano semakin bingung.
"Lo lah siapa lagi?" tanya Ratna sedikit menaikkan nada bicaranya.
Fano menarik nafasnya dalam, ia bersikap santai dan duduk di sofa mengajak Ratna ikut duduk di sampingnya.
"sini duduk dulu"
Ratna pun mengikuti nya, sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada serta menatap Fano dengan sorot mata tajam.
"gue sengaja nggak kasih tau Lo! lagian apa manfaatnya? viola keluar kita nggak rugi atau Untung kan? jadi kenapa Lo sewot?" tanya Fano menatap curiga kepada Ratna.
"Lo cemburu ya?" sambung Fano Lagi.
Ratna menoleh ke arah kiri, ia harus mengontrol emosi nya saat ini jika masih ingin selamat.
"nggak"
"udah ngaku aja" jelas Fano meraih Snack dan memakannya.
"itu punya gue curut!!" dan langsung meraih Snack itu dari genggaman Fano.
"itu punya gue!" geram Fano lalu kembali meraih Snack itu.
"enak aja! siapa yang beli?"
Ratna kembali meraih Snack itu dan memakannya hingga tandas.
"memangnya pakai uangnya siapa? hmm?" tanya Fano menyodorkan wajahnya ke hadapan Ratna.
"mati gue, plis jantung bisa di atur sedikit nggak, ini Fano ganteng banget" batin Ratna ketika melihat netra coklat di mata Fano.
"ya ampun sejak kapan Ratna jadi cantik begini?" batin Fano ia segera menjauhkan wajahnya dari hadapan Ratna.
__ADS_1
terimakasih sudah mau mampir ke Noval ku ini π₯°π₯°π₯°ππ jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯°π see you ππ₯°ππ₯°π₯°ππ₯°π₯°ππ₯°π₯°ππ₯°π₯°πππ₯°ππ