Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
bukti


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa πŸŽ‰ untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat πŸ₯°πŸŽ‰ membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰


*


dimeja makan hanya ada bunyi sendok di piring, Amel terdiam ia tidak mau mengucapkan sepatah kata pun bukan bermaksud tidak sopan tetapi hanya tidak ingin Oma Ningsih memojokkan nya.


"oh iya Han, kamu dah ketemu sama nduk melati belum?" tanya Oma Ningsih.


mama ayu dan pak Wijaya saling pandang, Omanya terus membicarakan melati di depan Amel.


"udah ya buk, kita makan dulu" ucap pak Wijaya.


"diem kamu le, ibu cuma tanya sama cucu ibu" ucap Oma Ningsih.


Farhan membuang nafas nya, Omanya selalu menjodohkan nya padahal Farhan sudah menikah.


"udah Oma" jawab Farhan singkat.


"wah____ gimana dia? makin cantik kan?" tanya Oma Ningsih kegirangan.


"biasa aja, cantikan juga Amel" jawab Farhan santai sembari menatap istrinya yang sedari tadi diam tak berkutik.


"haduh, kamu nih Han melati dia disini kembang desa tau Ndak" ucap Oma Ningsih.


"Oma berharap sih kalian menikah dulu, tapi kamu malah nikah sama anak manja" ucap Oma Ningsih.


Amel terdiam hatinya sakit mendengar ucapan Oma suaminya ini, ia berdiri dan pamit untuk ke kamar.


"Amel udah kenyang, Amel masuk dulu ya mah" ucap Amel langsung beranjak pergi.


Farhan memegang sendok dengan keras, ia menatap Omanya saat ini.


"Farhan juga udah kenyang" ucap Farhan lalu menyusul istrinya ini yang mungkin sedang merajuk dengannya.


setelah kepergian Farhan dan Amel, pak Wijaya menatap ibunya dengan perasaan susah dimengerti.


"ibu jangan begitu sama Amel, dia sedang mengandung anak nya Farhan Loh buk" ucap pak Wijaya mencoba menasehati.


"iya buk, Amel itu anaknya baik loh" timpal mama ayu.


"dimana mana kakak sama adik itu sama, sifatnya" ucap Oma Ningsih lalu beranjak pergi.


mama ayu dan pak Wijaya hanya menggeleng, Oma Ningsih tidak pernah berubah.


*


di kediaman rumah pak Wijaya, viola dan alvan sedang berpesta merayakan keberhasilan mencari bukti itu.


"kau tau baby kau sangat manis" ucap alvan dalam keadaan mabuk.


"oh iya?____ kau juga tampan tapi sayangnya aku hanya mencintai Farhan" ucap viola tersenyum dan kembali meneguk minuman itu.


alvan tersenyum ia meraih ponselnya dan memutar lagi dansa dan memegang pinggang ramping milik viola.


"menari lah bersama ku baby, anggap aku adalah Farhan" ucap alvan.


"oke baiklah jika itu mau mu" ucap viola tersenyum.


mereka menghabiskan waktu untuk menari dan tertawa dan minum hingga mabuk sepenuhnya, Alvan mengajak viola untuk menuju kamarnya sekedar beristirahat.


*

__ADS_1


Amel duduk di pinggir ranjang hatinya saat ini sakit, ucapan Omanya membuatnya bimbang


"Ra"


"eh mas kenapa?" tanya Amel bingung.


"maafkan ucapan Oma ya? jangan masukin ke hati anggap saja angin lewat" ucap Farhan memeluk tubuh istrinya itu.


"iya mas" jawab Amel, omongan Farhan Sama sekali tidak berpengaruh bagi Amel.


Amel mendongak ke atas dan menatap wajah Farhan yang begitu tampan.


"mas Farhan tadi ketemu sama kembang desa?" tanya Amel menatap suaminya.


"kembang desa? siapa?" tanya Farhan bingung.


"itu tadi yang dibilang sama Oma" jawab Amel.


"oh melati?" tanya Farhan.


"iya itu, ketemu dimana?" tanya Amel.


"tadi di jalan" jawab Farhan singkat.


"orangnya cantik mas?" tanya Amel penasaran.


"cantik sih" jawab Farhan mendongak kan wajahnya keatas seakan-akan membayangkan wajah melati.


"lebih cantik siapa dari aku?" tanya Amel.


"lebih cantik dia" jawab Farhan menahan senyumnya.


"ish______" gerutu Amel lalu menyilangkan tangan nya didepan dada dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Amel yang mendengarkan pun wajahnya menjadi merah seperti Udang rebus, ia menahan senyumnya lalu membalikkan badannya dan langsung masuk dalam dekapan Farhan.


"mas suka sama dia?" tanya Amel masih dalam pelukannya.


"Alhamdulillah, enggak" jawab Farhan mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"yang benar?" tanya Amel masih curiga terhadap Farhan.


"kalau kamu nggak percaya besok aku kenalin deh" ucap Farhan.


Amel mengangguk, Farhan tersenyum lalu mengajak Amel untuk beristirahat hari ini begitu lelah karena perjalanan jauh tadi.


namun Farhan ingin melihat suara rekaman di kamar alvan saat ini, ia melihat kearah Amel yang sudah tertidur lelap dengan pelan Farhan mendekati jendela untuk melihat hasil rekaman nya.


namun tidak mendengarkan suara apapun, apakah alvan tidak tidur di kamarnya? atau ia ke apartemen nya?.


*


Alvan membuka pintu dan mengajak viola untuk beristirahat, viola duduk di pinggir ranjang.


alvan membantu membukakan high heels viola, ia tersenyum melihat viola yang telah mabuk.


"aku sangat senang baby, akhirnya bukti itu sudah ditangan ku" ucap alvan.


"oh ya? kau senang aku selamat" ucap viola tersenyum.


"tentu, Farhan mungkin tidak akan menemukan bukti lainnya" ujar alvan.

__ADS_1


"siapa dulu ratunya? viola Angelina" ucap viola.


Farhan yang mendengar kan dari ponselnya, apakah ia tidak salah mendengar? ternyata yang selama ini menculik Amel adalah dua buaya itu?


"kalian berdua akan habis ditangan ku!!!" geram Farhan meremas ponselnya.


Farhan kembali mendengarkan percakapan antara alvan dan viola ia akan menyimpan bukti rekaman ini.


"viola? kau tau? kau sangat memikat gairahku" bisik alvan ditelinga viola.


viola tersenyum, bagaimana tidak ada yang terpikat oleh kecantikan dan keseksian tubuhnya yang indah ini.


"oh ya? aku sudah tau akal busuk mu" ucap viola tersenyum.


"bermainlah dengan ku baby" bisik alvan ditelinga viola.


"oh tidak, aku belum pernah melakukannya" tolak viola.


"aku akan mengajarimu" ucap alvan terus membujuk.


"dasar mesum!!!" gerutu viola.


tanpa menunggu ucapan viola alvan mencium ceruk leher viola, ia meninggalkan beberapa jejak di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Farhan yang mendengar itu langsung mematikan ponselnya, ia sangat merasa jijik dengan dua insan yang sedang memadu kasih tanpa tali pernikahan.


"dasar bajingan mereka berdua, berbuat mesum di rumah Wijaya!!" geram Farhan mungkin ia harus menunggu besok pagi untuk menambahkan bukti lainnya.


*


pagi hari menyapa dengan lembut, udara di sini begitu dingin Amel yang ingin bangun pun menjadi malas akibat cuaca yang dingin, namun jika ia tidak bangun Oma Ningsih akan terus menyindir nya.


"HM" ucap Farhan lalu menarik tangan Amel ke dekapan nya.


"ih mas aku mau bangun, bantuin masak" ucap Amel terus meronta agar dilepaskan.


"enggak!! udah jangan pergi masih pagi ni


loh" ucap Farhan mencoba menghalangi Amel.


"banti Oma marah mas, aku nggak mau Oma salah paham terus sama aku" ucap Amel.


"kiss morning" ucap Farhan yang masih menutup matanya.


"CUP"


satu kecupan mendarat di pipi kiri Farhan, Amel ingin beranjak lagi namun di cegah oleh Farhan.


"ini, ini, ini, ini, ini, ini, belum?" tanya Farhan menunjuk semua bagian wajah.


"kelamaan mas" gerutu Amel.


"mau di ringkas? di bibir!!" ucap Farhan menunjuk ke arah bibir.


"CUP"


Amel mendaratkan ciuman di bibir Farhan, ia langsung pergi Farhan yang mendapatkan kiss morning dari istrinya ini, tersenyum bahagia.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° see you 😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰


__ADS_2