
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya ππππ₯° jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯° selamat ππ membaca π₯°ππππ₯°π₯°π₯°ππππ₯°π
*
semua menganggumi kecerdasan Amel, begitu pun alvan ia tersenyum bangga.
"tapi definisi cinta menurut alvan beda pah" jelas alvan.
semua menoleh ke arah alvan, Farhan menatap sang kakak dengan penuh tanda tanya.
"menurut alvan cinta itu butuh perjuangan, yang dikatakan oleh Amel memang benar kekuatan terbesar cinta ialah yang awalnya benci jadi cinta, namun kekuatan terbesar lainnya ialah memperjuangkan cinta!" jelas alvan.
"betul kata kamu Van, kekuatan terbesar cinta ialah memperjuangkan nya dulu papah mati Matian mengejar cinta mamahmu" jelas pak Wijaya.
"oh iya?" tanya alvan.
"tentu!" jawab pak Wijaya.
semua tertawa tetapi tidak dengan farhan, ia mengingat perkataan Fano tentang jam itu, dan sasaran pertama ialah alvan.
"oh iya pah lusa alvan nggak bisa ikut ke rumah Oma, ada bisnis penting" alvan mencari alasan.
"terserah kamu Van" jelas pak Wijaya.
Alvan mengganguk ia berdoa agar Farhan ikut juga karena dengan itu ia bisa dengan mudah mencari berbagai bukti yang Farhan dapatkan.
Farhan tertawa dalam hati nya ia bisa menebak sang kakak pasti tidak akan ikut, untuk mengungkap kejahatan alvan, Farhan memulai rencananya besok pagi.
"oh iya sayang mama sama papa besok sudah berangkat ke desa Oma, lusa kalian nyusul ya" jelas mama ayu.
semua orang memasuki kamar, Farhan dan Amel pun begitu.
"Ra" bisik Farhan ditelinga Amel.
"apa mas?" tanya Amel bingung.
"kamu ingat definisi cinta ku?" tanya Farhan memeluk pinggang istrinya ini.
"apa? aku nggak ingat" jawab Amel pura pura tidak tau.
Farhan membuang nafas kasar, ia menatap istrinya dengan lemas.
"cinta adalah camping" ucap Farhan lagi.
"lalu?" tanya Amel dan bersiap untuk tidur.
"ish______" gerutu Farhan, ia ingin menggoda istrinya ini buru buru ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri nya.
Amel tersenyum ia akhirnya bisa terhindar dari serangan suaminya itu.
setelah beberapa menit Farhan keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk di pinggang nya.
Amel langsung pura pura tertidur pulas agar Farhan mengira ia telah terbawa mimpi.
langkah Farhan mendekati Amel, rambutnya yang basah menetes mengenai wajah cantik Amel.
"jangan pura pura tidur Ra" bisik Farhan ditelinga istrinya ini.
Amel tetap menutup matanya,ia tidak mau matanya melihat keindahan roti sobek milik suaminya ini.
Farhan mencium lekuk leher istrinya ini, yang membuat Amel merasa begitu geli.
"mas!" ucap Amel langsung membuka matanya.
"tuh kan kamu pura pura tidur" ucap Farhan tersenyum.
__ADS_1
"ada apa mas" tanya Amel.
"camping yuk" ajak Farhan menaik turunkan alisnya.
tanpa mendapatkan jawaban dari Amel Farhan langsung mengusap ubun ubun kepala istrinya dengan lembut.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
pagi menjelang dengan cerah Amel yang masih tertidur pulas, sedangkan Farhan melihat nya sembari tersenyum.
"Ra bangun" ucap Farhan lembut.
"oh iya mas" jawab Amel langsung membuka matanya dan melihat Farhan tengah bersiap untuk ke kantor.
"udah sana mandi, setelah itu kita antar mama sama papa ke depan" jelas Farhan.
Amel menjawab dengan menggangguk paham dan segera ke kamar mandi.
*
Amel dan Farhan keluar dari lift dan segera bertemu dengan pak Wijaya dan mama ayu, mereka sibuk memasukkan tas ke dalam bagasi mobil.
"udah mau berangkat pah?" tanya keduanya.
"iya Han"
"nggak sarapan dulu?" tanya Farhan dan Amel.
"nanti di jalan aja, takut kejebak macet nanti" jelas pak Wijaya.
"kamu jaga istrimu baik baik ya han, dan besok harus udah sampai di desa Oma kalian" ucap mama ayu memeluk tubuh Amel.
"aduh pah aku lupa jalan deh" ucap Farhan mencari alasan, ia malas bertemu dengan Oma nya.
mereka berdua pamit dan masuk ke mobil, Amel dan Farhan Bingung kenapa alvan tidak mengantarkan pak Wijaya di teras.
Farhan dan Amel masuk kedalam dan duduk di meja makan, Farhan membuatkan susu hamil untuk Amel di dapur.
"BI kemana kak alvan?" tanya Farhan.
"oh den alvan dari tadi pagi pagi sekali sudah pergi" jelas bibi Lastri.
Farhan mengganguk mungkin ini kesempatan baginya untuk mencari bukti itu.
Farhan mendatangi Amel di meja makan dan memberikan segelas susu hamil untuk bumil ini.
"ini bumil ku sayang" ucap Farhan memberikan segelas susu itu di hadapan Amel.
"aku nggak suka sama susu mas!" ucap Amel.
"demi Junior Ra"
"pokoknya mas nggak mau tau kamu habiskan susu itu, mas mau ke atas dulu sebentar" ucap Farhan.
Farhan meninggalkan Amel dengan segelas susu dihadapannya, yang hampir membuat Amel ingin membuangnya.
Farhan menaiki Lift, ia menuju kamar alvan ia mencari kunci kamar itu yang kebetulan ia sudah meminta nya kepada pembantu di rumah ini.
setelah terbuka pintunya, Farhan lalu meletakkan perekam suara di bawah meja kerja milik alvan, begitu pun di tempat tempat lainnya ia curiga terhadap alvan mungkin dengan cara seperti ini ia tau kasus penculikan Amel.
setelah menempelkan beberapa alat perekam otomatis yang langsung mengarah pada ponsel Farhan, Farhan segera pergi ia tidak mau sampai alvan mengetahui nya.
"mas Farhan habis ngapain?" tanya Amel.
__ADS_1
"oh enggak, tadi ambil jam tangan aja" jelas Farhan.
Amel menggangguk setelah sarapan pagi selesai Amel ikut dengan Farhan ke kantor, dirumahnya Amel benar benar bosan.
*
dikantor Amel duduk di sofa sedangkan Farhan tengah berbicara serius dengan Kevin, untuk membicarakan ia akan cuti selama 3 hari.
"kamu dan Fano yang menghandle perusahaan ini selama tiga hari" jelas Farhan.
"oke pak" jelas Kevin.
Amel yang sudah bosan ia memilih untuk keluar dari ruangan ini, ia menuju taman perusahaan di depan untuk sekedar mencari angin yang sejuk.
Farhan dan Kevin yang tidak menyadari bahwa Amel pergi dari ruangannya.
Amel mencari angin sejuk di taman perusahaan, ia memikirkan bagaimana jika ia bertemu dengan Oma.
namun tiba-tiba seseorang menepuk bahu Amel, seketika Amel menoleh dan melihat siapa yang menepuknya.
"kak Ratna?" ucap Amel kaget.
"iya ini aku Mel, apa kabar" sapa Ratna tersenyum.
"aku baik, kenapa kak Ratna disini?" tanya Amel mengangkat alisnya.
"aku ingin minta maaf sama kamu mel, atas semua kesalahanku selama ini yang berusaha untuk memisahkan kamu dan mas Farhan" jelas Ratna menunduk.
"aku sadar cinta diantara kalian begitu kuat" ucap Ratna lagi.
Amel terdiam ia tidak tau harus berkata apa, apakah yang Ratna katakan sesuai dengan hatinya, atau Ratna hanya bersandiwara.
"kak Ratna yakin ingin berubah?" tanya Amel.
"iya mel, kalau kamu tidak mau memaafkan ku tidak apa apa" ucap Ratna dan langsung pergi.
hati Amel benar benar guncang saat ini, ia kembali duduk di kursi namun tiba-tiba tangan seseorang memeluknya dari belakang.
"Ra" bisik Farhan.
"mas Farhan"
"aku kira kamu hilang! kenapa disini?" tanya Farhan dan duduk di samping istrinya.
Amel menatap suaminya, ia bingung harus mengatakan apapun kepada farhan.
"tadi kak Ratna kesini mas" jelas Amel.
"lalu? dia ngancam kamu?" tanya Farhan dengan sedikit kaget.
"enggak mas, kak Ratna minta maaf sama aku!" jelas Amel lagi.
Farhan membuang nafas panjang,ia mengusap kepala Amel dengan lembut dan mengecup keningnya.
"itu urusan hati mu Ra, tetapi pesanku cuma satu jangan terlalu percaya kepada seseorang apalagi ia hampir mencelakai mu" jelas Farhan.
"iya mas tapi aku lihat dari mata kak Ratna dia beneran ingin berubah" ucap Amel lagi.
Farhan tersenyum lalu memeluk tubuh Amel dalam dekapan nya.
"Ra, aku kenal Ratna dari dulu dan aku tau persis gimana sikapnya apalagi kamu yang tinggal satu rumah, aku Hanya takut jika Ratna merencanakan sesuatu terhadap mu Ra" jelas Farhan.
"lebih baik kamu jauh jauh dari Ratna ya" mohon Farhan.
"iya mas" jawab Amel disertai mengangguk paham.
__ADS_1
terimakasih telah berkunjung ke novelku iniπ₯°ππ jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯° salam happy ππ₯°ππ see you ππ₯°π₯°π₯°ππππ₯°π₯°πππππ₯°π₯°ππ₯°π