Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
butuh pembuktian


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya 🥰🥰🥰 jangan lupa like dan komen 🥰🥰🥰 selamat membaca 🥰🎉🥰🥰🥰🥰🎉🥰


*


Ratna tersenyum bahagia melihat perdebatan diantara keduanya, ia langsung meraih handphone nya dan melihat pukul 22.00


"heummm harus dirayain nih"gumam Ratna, ia segera menuju kamarnya dan berganti baju ia berniat untuk menghibur diri di claup malam ini.


Amel yang sedari tadi menangis langsung tidur di ranjang, ia tidak perduli jika Farhan tidur di luar.


Farhan menuruni tangga dan meraih kunci cadangan untuk membuka kamarnya, ia segera menaiki tangga kembali dan membuka nya perlahan. Farhan mendekati Amel yang sudah tertidur pulas sembari ditutupi selimut tebal sampai keleher.


"Ra"lirih Farhan.


namun Amel yang mendengar hanya diam,ia tidak mau mendengarkan penjelasan Farhan terlebih dahulu, yang ia inginkan hanyalah ketenangan dihatinya.


Farhan mengusap kepala Amel dengan lembut,ia lalu mencium keningnya dan beranjak tidur di samping istrinya tsb.


sedangkan ditempat lain Fano tengah minum minuman di claup malam,ia ingin fikiran nya kembali tenang akibat ditolak cintanya oleh viola.


begitu pun dengan Ratna ia sudah sampai di depan claup malam, memakai pakaian yang lumayan seksi, Ratna ingin merayakan kemenangan nya karena sudah berhasil membuat Farhan dan Amel bertengkar.


sampai masuk ke dalam Ratna melihat Fano sedang duduk sendirian, disertai minum minuman didepannya.


"kenapa dengan dia"gumam Ratna dan mendekati Fano yang masih duduk dengan penampilan yang sudah acak-acakan.


"hey curut_____ada dengan mu?"tanya Ratna dan duduk disamping Fano.


"ternyata kau ular heh"jawab Fano setengah sadar.


"kau masih mengenali ku bukan??aku Ratna bukan ular"jelas Ratna diselingi tawanya.


"sudahlah lihat lah penampilan mu, seperti orang kehilangan jiwanya"ejek Ratna lagi, yang melihat penampilan Fano sudah acak-acakan, kemeja dan dasi tidak rapi lagi.


"kau kenapa kesini? kalau keluarga Wijaya sampai tau, namamu bisa dicoret sebagai menantu keluarga nya"jelas Fano.


Ratna memalingkan wajahnya,ia justru kesini ingin merayakan keberhasilan nya, dan sebentar lagi akan mendapatkan gelar menantu satu satunya di keluarga Wijaya.


"aku sedang bersenang-senang,kau sendiri kenapa disini dengan penampilan tidak karuan seperti itu?"sinis Ratna.


"cinta ku ditolak oleh viola" jawab Fano.


"hahahaha kau menyukai viola? wanita seperti itu?"tanya Ratna meremehkan Fano.


Fano meraih minuman botol itu lagi dan meneguknya hingga tuntas, Ratna yang melihat bergidik ngeri.


"minumlah ular,kau biasanya menyukainya bukan?"tanya Fano menyodorkan botol tsb di tangan Ratna.

__ADS_1


Ratna memang sering minum disini, dan ini bukan pertama kalinya ia bertemu dengan Fano. ia sering melihat Fano disini dengan teman temannya namun kali ini ia sendirian.


"okey gue minum, mungkin untuk hari ini sebotol ya"ucap Ratna dan meneguk minuman tsb.


"kau nanti mabuk, dan kau kesini sendirian bagaimana bisa pulang?"tanya Fano tersenyum sinis.


tanpa mendengarkan ucapan Fano Ratna terus meminum satu botol full, hingga kepalanya benar benar pusing dan efek mabuknya mulai terasa.


"tuh kan gue___juga___bilang apa tadi?"tanya Fano tersenyum.


Ratna tersenyum yang ia lihat sekarang didepannya adalah Farhan, bukan Fano.


"mas Farhan" gumam Ratna seraya mendekati Fano dan memeluknya.


"hey sadar kau ular____aku bukan Farhan___tetapi Fano"jawab Fano yang lumayan sadar,ia masih bisa mengendalikan tubuhnya.


"tidak__tidak__kau Farhan kekasih ku"gumam Ratna dan terus membelai wajah Fano.


"dasar wanita, semua mengejar Farhan termasuk ular ini juga" gerutu fano.ia membayar minuman yang sudah dipesannya tadi dan memapah Ratna untuk diantarkan pulang.


kebetulan apartemen Fano dekat dengan claup malam ini, ini juga sudah larut malam apa yang akan ia katakan bila sampai di rumah keluarga pak Wijaya.


"kalau aku bawa pulang ular ini, bisa bisa aku di gampar oleh pak Wijaya"gumam Fano, ia bingung harus membawa Ratna kemana, apalagi malam sudah begitu larut, dan jarak Padang nya pun suram.


akhirnya Fano membawa Ratna pulang ke apartemen nya,ia berharap besok pagi Ratna pergi dari apartemennya agar tidak mendapat masalah.


"mas Farhan____"gumam Ratna lirih ia melihat sosok Farhan berada didepannya saat ini.


Ratna langsung menarik kerah baju milik Fano hingga Fano terjatuh di atas tubuh Ratna. tanpa pikir panjang Ratna langsung mencium bibir milik Fano.


Fano yang juga mengira itu viola yang ia cintai, pun tersenyum bahagia akhirnya sekian lama ia menunggu waktu ini.


"viola"gumam Fano lirih, dan membalas perlakuan yang diberikan oleh Ratna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi hari menyapa dengan cerah, Farhan membuka matanya dan melihat amel sudah tidak ada di sebelahnya.


buru buru Farhan turun dari ranjang dan melihat kekamar mandi, dan ruang ganti tetapi tidak menemukan keberadaan Amel.


Farhan menuruni tangga dan mencari keberadaan Humaira nya di berbagai sudut ruangan, tetapi tidak menemukan Amel sama sekali. hingga bertemu dengan mama ayu yang masih menyiapkan makanan.


"mah mamah lihat Amel tidak?"tanya Farhan.


"iya lihat,tadi dia pamit pergi untuk jalan jalan di pagi hari, katanya udah izin sama kamu"jelas mama ayu.

__ADS_1


tanpa memberikan penjelasan Farhan langsung lari ke teras rumah ia ingin mengejar Amel.


amel yang memakai pakaian olahraga dan meregangkan otot-otot nya agar jiwa dan raganya tenang akibat semalam.


"dimana kamu Ra"gumam Farhan terus mengelilingi kompleks perumahan nya.


hingga akhirnya Farhan pulang dan berharap Amel pun sudah berada di rumahnya.


sampai di rumah Farhan tidak menemukan Amel ia akhirnya duduk di teras rumah nya, sembari menunggu kedatangan Amel.


selang beberapa menit kemudian Amel memasuki pagar dan mengeringkan keringat nya, ia melihat Farhan sedang menunggu nya di depan teras ia berusaha melewati nya tanpa menyapa.


"habis dari mana kamu Ra?"tanya Farhan mencegah langkah Amel.


"olahraga"jawab Amel singkat.


"kenapa tidak pamit dulu sama aku? aku ini suamimu Ra"tegas Farhan yang melihat tingkah Amel begitu acuh dengan nya.


"udah lah mas aku capek mau istirahat"jelas Amel dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


sejujurnya Amel merasakan sakit hati karena sudah berbuat begitu kasar dengan suaminya, namun hatinya sekarang benar benar terluka dan Luka itu belum sembuh.


Farhan langsung menyusul istrinya ia padahal sudah menjelaskan bahwa, Ratna lah yang bersalah. namun karena tidak ingin menyakiti hati Amel ia berusaha untuk tetap tenang.


Farhan membuka pintu dan melihat Amel sedang memainkan ponselnya, ia mendekati dan duduk di sofa dekat sang istri.


"aku jelasin Ra,kamu dengerin dulu"jelas Farhan.


"okey silahkan"jawab Amel santai.


"jadi kemarin malam mas dihadang sama Ratna pas mau ngantar susu hamil buat kamu, dia ngasih bukti bahwa viola dan alvan menggagalkan pernikahan antara aku sama Ratna"jelas Farhan.


Amel mengangguk dan membaca buku sastra Prancis sembari mendengarkan perkataan suaminya ini.


"dia berkata bahwa dia masih mencintaiku, tetapi saat itu juga mas bilang ke Ratna bahwa sekarang mas mencintaimu, tiba-tiba dia mencium mas tanpa permisi, mas udah nggak habis fikir sama Ratna sampai senekat itu"jelas Farhan lagi.


"kamu percaya kan yang mas ucapkan?"tanya Farhan.


"percaya kok"jawab Amel tanpa menoleh ke arah Farhan.


"mas harus apa biar kamu percaya Ra?"tanya Farhan dengan suara sudah lemah, ia bingung harus meyakini istrinya dengan cara seperti apa.


"bukti___aku butuh bukti dari perkataan mas Farhan"jelas Amel dan langsung berdiri meraih handuk dan masuk kekamar mandi.


Farhan berdecak dengan kesal, fikiran nya benar benar frustasi akibat ulah istrinya ini, Amel membutuhkan bukti sedangkan ia harus membuktikan seperti apa?.


"Ratna!!aku harus cari dia, Ratna bertanggung jawab atas semua ini"gumam Farhan langsung menuruni tangga dan ingin mencari keberadaan Ratna.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya 🎉🎉🎉🥰🥰🥰🎉 salam happy 🥰🥰🎉 see you 🥰🥰🥰


__ADS_2