
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯° jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯° selamat π₯°π membaca π₯°πππ₯°ππ₯°πππππ₯°π
*
disiang hari yang terik ini Farhan mengantarkan Amel untuk periksa kandungan nya, yang hampir memasuki 7 bulan.
sampai dirumah sakit keluarga nya ia langsung menuju ruangan periksa kandungan.
"hai mel, Han" sapa Widia melihat kedatangan anak pemilik rumah sakit ini.
"hai Wid, periksa kecebong gue ya" jelas Farhan mengelus perut Amel.
"pasti dong, yaudah yuk Mel berbaring dulu" ucap Widia.
Amel mengangguk dan berbaring untuk diperiksa kandungan nya yang diperkirakan sudah memasuki 7 bulan.
"Alhamdulillah bayinya sehat, udah kelihatan loh itu kelaminnya yakin nggak mau tau?" tanya Widia.
Farhan dan Amel yang tidak melihat ke layar karena Farhan ingin itu menjadi kejutan baginya.
Amel yang hendak berkata, namun Farhan memegangi tangan nya seakan akan memberikan isyarat.
"tahan dulu ya Ra, biar jadi kejutan" ucap Farhan lirih.
amel mengangguk pasrah, sebenarnya ia penasaran dengan calon bayi nya itu namun jika keinginan Farhan itu ia menurut saja, yang terpenting bayinya sehat dalam perutnya.
"sebentar lagi pewaris keluarga Wijaya bakalan launching nih" ucap Widia diselingi tawanya.
"iya dong, lalu Lo kapan nih?" tanya Farhan menggoda Widia, ia sudah hampir seumur segini tetapi belum juga menikah.
"jodoh nggak bakal kemana, iya nggak Mel" jelas Widia mengangkat alisnya.
"iya dok bisa turun dari genteng" jawab Amel disertai tawanya.
"kamu bilang aku pangeran turun dari genteng Ra?" tanya Farhan memasang wajah lesunya.
"enggak mas" jawab Amel menahan senyumnya.
ketiganya tertawa mendengar lelucon itu, setelah selesai memeriksa kandungan Amel Farhan segera pergi meninggalkan rumah sakit ini.
*
diperjalanan Farhan terus menerus berhenti di pinggir jalan, untuk sekedar membeli jajanan pinggiran.
"mas berhenti lagi?" tanya amel.
"iya Ra, bentar mas beli itu dulu kayaknya enak tuh" jawab Farhan menuruni mobil untuk membeli kue cubit.
setelah cukup lama membeli kue cubit Farhan masuk ke dalam mobilnya.
"mas Farhan belum kenyang? dari tadi makan terus?" tanya Amel.
"belum Ra, nggak tau kenapa dengan badanku ini, kamu mau Ra?" tawar Farhan menyodorkan kue itu.
"enggak mas, aku lihat mas Farhan makan aja udah kenyang" jawab Amel.
bukan karena Amel melarang Farhan makan makanan pinggir jalan, tetapi ini sudah ke tiga kalinya Farhan berhenti.
setelah beberapa menit Farhan kembali melajukan mobilnya.
mobil Farhan memasuki parkiran perusahaan megah, Amel pun Bingung kenapa farhan kesini.
__ADS_1
"ayo Ra turun" ajak Farhan.
"ini kita mau kemana mas?" tanya Amel menuruni mobil.
"masuk kandang harimau" bisik Farhan ditelinga Amel.
Amel yang tidak faham hanya menuruti, ia menggandeng tangan suaminya itu memasuki lobby perusahaan.
Amel dan Farhan memasuki lift untuk menuju ke lantai atas, setelah sampai Farhan memasuki ruangan.
"KENAPA TELAT?" tanya pak Wijaya.
Farhan tersenyum, ia ada janji dengan pak Wijaya setelah makan siang untuk membantunya dalam membangun proyek.
"em_____ itu pah tadi nganter Amel periksa dulu" jawab Farhan.
"oh______" ucap pak Wijaya ia berdiri dan mengajak Amel duduk di sofa.
"kamu istirahat dulu ya nak, nggak baik hamil banyak berdiri" ucap pak Wijaya.
"iya pah" jawab Amel ia tersenyum dan kembali menatap suaminya, entah hukuman apa yang akan diberikan oleh mertuanya pada Farhan.
"DAN KAMU ANAK HARIMAU" tunjuk pak Wijaya.
"kamu berdiri depan tembok itu" jelas pak Wijaya menunjuk tembok.
tanpa aba-aba Farhan langsung menghadap tembok, ia sudah malu karena dihukum dihadapan Amel 2 kali.
Amel tertawa melihat suaminya dihukum, bukan karena ia istri yang tidak mendukung suaminya tetapi suaminya sejak tadi mengendarai mobilnya selalu berhenti.
"kamu mau makan apa nak? biar papa pesankan?" tanya pak Wijaya.
"enggak pah, Amel udah kenyang" jawab Amel seraya menggeleng.
"nggak!!!" jawab pak Wijaya.
"pah udah ya hukum mas Farhan, udah hampir 1 jam dihukum" ucap Amel memohon agar Farhan tidak dihukum.
pak Wijaya membuang nafas kasar, kalau Bukan karena keinginan menantunya mungkin Farhan akan berdiri menghadap tembok itu lebih lama.
"yaudah demi kamu ya" jawab pak Wijaya.
"UDAH KELAR HUKUMAN NYA" tegas pak Wijaya.
"gitu kek dari tadi" ucap Farhan dan langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"terimakasih ya Ra, udah selamat kan mas dari kandang harimau" ucap Farhan.
"iya mas" jawab Amel menahan senyumnya.
"ENAK AJA KANDANG HARIMAU!!" tegas pak Wijaya melemparkan berkas ke arah Farhan.
"aduh sakit pah" gerutu Farhan.
"lagian bilang kandang harimau!!" gerutu pak Wijaya.
"BUKAN KANDANG HARIMAU TAPI KANDANG MACAN!!!" teriak Farhan lalu menggandeng tangan Amel untuk keluar.
"DASAR ANAK NAKAL!!!!" teriak pak Wijaya lalu menggeleng.
Farhan dan Amel keluar dari ruangan papanya itu, setelah mendapatkan hukuman dari pada ia dihukum di rumah dan dilihat oleh alvan.
__ADS_1
"mas Farhan jangan gitu sama papa dong" ucap Amel memasang wajah kesal.
"nggak pp Ra, lagian memang kandang macan!!" jelas Farhan tertawa.
"dasar mas Farhan nakal!!" ucap Amel menggeleng.
mobil Farhan mengantarkan istrinya untuk pulang, Farhan takut Amel kelelahan.
"terimakasih ya mas, nggak mau mau dulu?" tanya Amel setelah turun dari mobil.
"enggak Ra, kerjaan mas numpuk dikantor, ingat pesan ku tadi ya?" jelas Farhan.
Amel mengangguk dan pamit masuk kedalam, yang sebelum itu ada adegan cap cip cup.
Farhan mengendarai mobilnya menuju perusahaan nya, ia harus menyelesaikan pekerjaan itu karena sebentar lagi akan ada liburan keluarga.
*
sampai di parkiran Farhan menuruni mobil, namun dengan sigap tangan seseorang memegang lengan nya.
"mas Farhan" ucap Ratna.
"RATNA!!!" ucap Farhan langsung menjauhi Ratna, ia masih ingat bagaimana Ratna nekat ingin menghancurkan rumah tangga nya.
"NGAPAIN KAMU DISINI?" tanya Farhan.
"aku mau minta maaf atas semua kesalahanku"
"maaf jika selama ini perbuatan ku, untuk memisahkan mas Farhan sama Amel terlalu nekat" ucap Ratna.
"udah lah Ratna____ nggak usah drama semua kesalahan mu!! fitnah mu!! hampir membuat rumah tangga ku dan Amel berantakan!!" jelas Farhan.
"lebih baik kau menjauh dari kehidupan kami!!" ucap Farhan lagi.
"iya aku sadar, aku salah selama ini mementingkan cinta, cinta yang membutakan ku, aku ingin berubah mas!!" jelas Ratna.
"aku tidak peduli kamu berubah atau tidak!! tapi aku mohon kamu pergi jauh jauh dari hidup aku dan Amel!!" tegas Farhan.
Farhan lalu meninggalkan Ratna sendirian, ia harus segera menemui Fano.
*
amel memasuki rumah, ia melihat barang barang sudah dipersiapkan oleh mama ayu.
"mama udah siap siap?" tanya Amel.
"iya sayang, ini semua harus dikirim terlebih dahulu ke desa Oma nanti kita tinggal kesana tanpa membawa barang barang terlalu banyak" jawab mama ayu sembari memasukkan beberapa Snack dan bingkisan lainnya.
"Amel bantu ya mah" ucap Amel lalu ingin duduk di lantai.
"JANGAN!!" teriak mama ayu.
mama ayu langsung membantu Amel untuk duduk di kursi.
"kamu lagi hamil sayang, udah makan jajanan aja mama bisa sendiri kok" ucap mama ayu lagi.
"iya mah" jawab Amel pasrah, ia memikirkan bagaimana jika Oma suaminya tidak menyukainya?
"Oma baik mah?" tanya Amel.
"iya baik sayang, kalau kamu nanti bertemu dengannya pasti akan seru!!" jelas mama ayu.
__ADS_1
Amel mengangguk ia kemudian pamit untuk mandi, karena badannya benar benar lelah setelah berpergian bersama Farhan.
terimakasih sudah mau baca novel ku ini π₯°π₯°π₯° nantikan episode selanjutnya ya πππ salam happy ππ₯°π₯° see you π₯°ππππ₯°π₯°ππππ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯°πππ