Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
Oma Ningsih


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamatπŸŽ‰πŸŽ‰ membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


*


Farhan dan Amel menunggu jemputan dari papahnya itu, selang beberapa menit terlihat dari kejauhan papahnya sedang mengendarai motor.


"akhirnya sampai juga" gumam Farhan tersenyum.


jantung Amel berdetak terus menerus ia khawatir Oma nya tidak menyukainya.


"yaudah yuk naik" ajak pak Wijaya.


"papah kesini naik motor?" tanya Farhan tidak percaya.


"iya lah, mobil papah kedinginan!" ucap pak Wijaya.


Farhan membuang nafas kasar, apakah papahnya tidak tau ia membawa Amel.


"lalu Amel bagaimana pah?" tanya Farhan sembari mengulurkan tangannya.


"ya papa Antar lah" jawab pak Wijaya.


"lalu Farhan?" tanya Farhan.


"JALAN KAKI!!" tegas pak Wijaya sembari menahan tawanya.


"HA? JALAN KAKI?"


Farhan menemukan ide, ia menggandeng tangan Amel di samping motor.


"pah motor nya bocor!" ucap Farhan sembari menunjuk ke arah ban belakang.


pak Wijaya melihat ke bawah, namun yang dikatakan Farhan salah adanya.


"nggak bocor Han" jawab pak Wijaya.


"makanya turun dulu, liat tuh" ucap Farhan lagi menunjuk ban itu.


pak Wijaya turun dan melihat ban itu, apakah yang dikatakan oleh Farhan benar adanya.


Farhan langsung menyuruh Amel untuk duduk di jok belakang dan Farhan mulai mengendarai motor itu meninggalkan pak Wijaya yang sedang duduk mengecek.


"bye pah, terimakasih papa ku yang ganteng" ucap Farhan lalu mengendarai motor itu.


"FARHAN!!!!" teriak pak Wijaya, ia sudah di tipu oleh anak nya itu.


di perjalanan Amel menepuk pundak suaminya ini, untuk memberhentikan motornya, ia kasihan terhadap mertuanya itu.


"mas berhenti, kasihan papa" ucap Amel.


"udah Ra biarin, papa bisa naik mobil itu" jawab Farhan santai.


"tapi mobilnya mogok mas" jawab Amel.


"iya papah bisa benerin nya" jawab Farhan tertawa.


Amel memukul pundak suaminya ini, tapi ada yang mengganjal hatinya, bukankah Farhan tidak bisa mengendarai motor?


"bentar mas! kok mas Farhan bisa naik motor?" tanya Amel tidak percaya.


senyum Farhan merekah ia memang tidak bisa mengendarai motor, tapi beberapa hari yang lalu ia belajar.


(beberapa hari yang lalu)


dikantor Farhan ia sedang menunggu Kevin di parkiran untuk belajar mengendarai motor.

__ADS_1


selang beberapa menit Kevin akhirnya datang, dengan membawa motor besar KLX.


"Lo seriusan? bawa motor ini? ini punya siapa?" tanya Farhan bingung.


"beli lah pak, mana ada mau di pinjemin" gerutu Kevin sembari mendorong motor itu.


"beli? pakai uangnya siapa?" tanya Farhan.


"uang bapak lah, masa uang saya!!" jawab Kevin.


Farhan terkejut, kapan ia memberikan kartu card kepada Kevin?


"sejak kapan saya kasih kamu kartu card" tanya Farhan bingung.


"dari dulu pak" jelas Kevin.


malas menanggapi ucapan sekretarisnya itu, ia segera menaiki motor itu dengan sedikit gemetaran.


"bapak nggak bisa naik motor?" tanya Kevin.


"bisa, cuma belum di latih aja" jawab Farhan santai, ia tidak mau membuat dirinya di hina di depan sekretarisnya ini.


Farhan Mulai menghidupkan mesin motor dan menancapkan gas untuk melajukan nya dengan cepat.


namun naas motor Farhan menabrak semak semak di pinggir jalan.


"ASTAGA PAK!!" teriak Kevin ia langsung mendekati Farhan untuk membantunya.


"dasar motor butut!!" gumam Farhan.


"bukan motor nya yang butut, tapi bapaknya aja yang butut" gumam Kevin sembari mendirikan motor itu.


"Apa kamu bilang?"tanya Farhan menatap ke arah Kevin.


"enggak pak, saya nggak bilang itu" jelas Kevin tersenyum.


*


Farhan tersenyum mengingat kejadian itu, yang membuat Amel Bingung kenapa dengan suaminya saat ini.


"mas Farhan masih waras kan?" tanya Amel.


"masih lah Ra, kamu pikir aku Gila?" tanya Farhan.


"dari tadi senyum senyum terus, kukira nggak waras" ucap Amel menahan senyumnya.


setelah cukup lama motor Farhan yang dikendarai berhenti di rumah minimalis, ia mengajak Amel untuk masuk kedalam.


"ayo Ra masuk" ajak Farhan.


Amel menggangguk dan memegang lengan suaminya ini.


setelah melangkah masuk terlihat mama ayu sedang duduk di sofa bersama dengan wanita sepuh.


"eh Amel udah sampai" ucap mama ayu langsung berdiri dan mendekati menantunya itu.


"ayo duduk dan ketemu sama Oma" jelas mama ayu mengajak Amel untuk menemui wanita itu.


"eh iya mah" jawab Amel menuruti omongan mertuanya.


"Oma kenalin ini istrinya Farhan" jelas mama ayu.


"ini istrinya Farhan?" tanya Oma Ningsih.


"iya Oma, ini istrinya Farhan" jelas mama ayu.

__ADS_1


Amel ingin mencium tangan Omanya namun dengan cepat Oma menarik tangan nya agar tidak dicium oleh Amel.


Amel terdiam, dugaannya selama ini benar Omanya tidak menyukainya.


"tinimbang Ratna bocah manja sing dadi bojone Farhan?" tanya Oma Ningsih.


"iya Oma, waktu acara pernikahan Ratna kabur tapi di gantikan oleh Amel" jelas Farhan.


"Amel ini?" tanya Oma Ningsih melihat wanita yang sedang hamil.


"sapa Amelia?"tanya Oma Ningsih.


"Amel adiknya Ratna" jawab mama ayu.


Oma Ningsih menarik senyumnya, ia langsung masuk ke dalam tanpa menghiraukan Amel.


Amel menunduk hatinya benar-benar hancur, Omanya tidak menyukainya.


"hiraukan ucapan Oma ya Ra, yuk masuk!" ajak Farhan menggandeng tangan istrinya menuju kamar sewaktu ia kecil.


mereka masuk dan melihat kamar yang begitu lekat akan perdesaan terlihat minimalis.



"maaf ya Ra kamarnya kecil" ucap Farhan.


Amel menggangguk ia duduk di pinggir ranjang, ia masih mengingat bagaimana Oma Ningsih tidak menggangap nya.


"mas Oma nggak suka sama aku ya" ucap Amel lirih.


"shut_____ jangan ngomong gitu" ucap Farhan menutup mulut Amel.


"Oma hanya belum kenal sama kamu Ra, nanti kalau sudah akrab Oma baik banget pasti" jelas Farhan.


Farhan menyuruh istrinya untuk istirahat ia harus membawa barang barang yang tertinggal di mobil.


Farhan keluar ia harus menemui Oma Ningsih, dan mengomel tentang perilaku nya tadi.


"OMA!!" teriak Farhan menemui Omanya duduk di meja makan bersama mama ayu.


"ada apa to Han?" tanya Oma Ningsih.


"Oma jangan begitu sikapnya sama Amel"ucap Farhan.


"biarkan saja, salah sapa mau menikah sama kamu" jelas Oma Ningsih.


"ibu jangan bilang begitu" ucap mama ayu ikut membela Farhan.


"yu, kalau Farhan tidak jadi nikah sama Ratna Oma mau jodohkan sama anaknya pak lurah namanya melati masih ingat kan kamu?" tanya Oma.


mama ayu membuang nafas kasar, mertuanya sama sekali tidak berubah dari dulu ia selalu menjodohkan Farhan dengan wanita yang bernama melati, mama ayu mengakaui melati orang yang cantik dan punya sopan santun.


"tapi sekarang Farhan udah punya istri buk, dan Amel sedang hamil" ucap mama ayu menjelaskan.


"sudahlah kalian selalu tidak menuruti keinginan Oma!!" ucap Oma langsung pergi masuk kedalam.


mama ayu menggeleng kan kepalanya, ia sudah biasa melihat mertuanya selalu mengekang Farhan.


Farhan pun ikut kesal, itulah sebabnya ia tidak mau ikut ke desa ini bukan maksud ingin Durhaka tetapi ia yang bisa memilih mana yang terbaik untuknya.


di teras rumah Farhan melihat pak Wijaya mengendarai sepeda, keringat di kemejanya bercucuran.


"DASAR ANAK NAKAL!!!" bentak pak Wijaya.


Farhan tidak menanggapi ucapan papanya, ia melihat lih pergi mengelilingi desa untuk mencari ketenangan akibat ucapan Omanya.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰


__ADS_2