
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya ππππ₯°π₯° dan kalau jarang up maaf dikarenakan sistemnya untuk up susah di review π selamat membaca π₯°ππ
*
amel dan Farhan sampai dirumah sakit untuk mengecek kandungan nya, yang masih berusia 4 minggu.mereka memasuki lorong rumah sakit khusus untuk pemilik rumah sakit tsb.
sampai akhirnya mereka memasuki ruangan dokter Widia sahabat nya Farhan.
"di periksa dulu ya Mel" tutur Widia dan melihat perkembangan janin dari komputer.
"gimana kecebong ku?" tanya Farhan.
"kecebong mu sudah kelihatan, tuh dia"sembari menunjuk kearah Benin sebesar biji kacang.
"kecil bener"gerutu Farhan.
"mau besar dipompa" jawab Widia dengan kesal melihat tingkah laku Farhan.
"jadi gimana dok?"tanya Amel ingin mengetahui keadaan janinnya.
"kamu kurangi stress ya Mel, dan banyakin makanan bergizi seimbang biar kandungan kamu kuat, tensi darah mu lumayan tinggi tapi ini masih termasuk normal"jelas Widia.
"inget tuh kata dokter, jangan stress"tutur Farhan.
Amel mengangguk paham, akhir akhir ini kepalanya sering pusing karena sikap Farhan yang menurutnya terlalu berlebih-lebihan.
mereka keluar dari rumah sakit dan mampir untuk makan malam dulu, karena melihat Amel yang lumayan sangat bernafsu makan.
*
sedangkan dikantor Fano sedang merenung, ia frustasi memikirkan hubungan nya dengan viola padahal ia sangat mencintai viola.
"apa tidak ada namaku di hati mu Vi" gumam fano.ia beranjak pergi meninggalkan kantor untuk menuju ke clup malam agar pikiran nya tenang.
Farhan dan Amel memasuki gerbang rumah besar milik keluarga Wijaya, mereka turun dari mobil dan segera masuk kedalam, badan Amel serasa remuk dan pegal pegal.
__ADS_1
"aku masuk ke kamar dulu ya mas"ucap Amel.
"Ayuk aku antarkan"
"aku bisa sendiri kok mas"ucap Amel.
Farhan mengangguk ia menuju dapur untuk membuat kan susu hamil Amel. Ratna yang melihat Farhan di dapur seorang diri segera mendekatinya.
"mas" sapa Ratna.
Farhan menoleh kebelakang dan melihat Ratna yang menatapnya secara terus menerus.
"iya kenapa?"
"aku mau bicara" jelas Ratna dan mendekati Farhan.
"maaf aku harus segera mengantarkan susu ini ke Amel"jelas Farhan dan melangkahkan kakinya.
buru buru Ratna berlari dan memeluk tubuh Farhan dalam dekapan nya, ia menangis dan menyesal telah meninggalkan Farhan sewaktu itu.
"aku minta maaf karena sudah pergi dihari pernikahan kita"jelas Ratna.
"sudahlah itu masa lalu, dan sekarang keadaan nya sudah berbeda bukan?"Jawab Farhan santai.
"dengarkan aku dulu, itu semua bukan salah tetapi salah alvan dam viola" jelas Ratna.
"alvan? viola? apa maksudmu?"tanya Farhan heran.
"ya mereka membuat rencana untuk menghancurkan hubungan kita berdua, dan aku punya bukti nya" segera ia meraih ponselnya dan membuka sebuah video mengenai pembicaraan diantara viola dan alvan.
Farhan melihat nya ia terdiam dengan saksama melihat perkataan diantara keduanya, ia masih mematung setelah melihat video tsb.
"kau sekarang percaya kan terhadap ku?" tanya Ratna sembari memegang lengan Farhan.
"aku percaya, namun keadaan nya sekarang sudah berbeda"jelas Farhan.
__ADS_1
"tapi kita bisa memulai nya dari awal mas, aku yakin kau masih mencintaiku bukan?"tanya Ratna penuh harap.
"tidak bisa Ratna, walaupun mereka berdua berniat untuk menggagalkan pernikahan kita sewaktu itu, kalau saja kau tidak tergiur dengan penawaran yang diberikan oleh alvan, sekarang kita sudah menjadi suami istri. namun kau tergiur Ratna, tandanya di hatimu memang ada penghianatan"
Ratna terdiam mendengar perkataan Farhan,ia memang salah namun sekarang ia akan berubah.
"aku yakin masih mencintaiku"
"tidak ada namamu di hati ku lagi, Sekarang sudah tergantikan oleh Amel"jelas Farhan dan langsung melangkah pergi meninggalkan Ratna.
Ratna berlari dan menghadang langkah Farhan, dia berada didepan nya dan langsung menarik nampan yang berisikan susu hamil Amel dan menaruhnya dimeja makan. ia langsung mencium bibir milik Farhan dengan bringas, ia tidak perduli jika Amel melihat nya, memang itulah yang direncanakan oleh Ratna ( main nyosor aja ya, haduh author nya ngetiknya nggak kuat nih ).
sedangkan Amel yang sudah selesai membersihkan diri, ia ingin turun kebawah untuk melihat suaminya karena sejak tadi belum kembali kekamar.
Amel menuruni tangga, dan melihat adegan diantara mereka ia melihat Farhan dan kakaknya sedang berciuman di dapur, rasa sakit dihatinya menjalar di sekujur tubuhnya, hatinya bagai ditusuk ribuan pedang, air matanya jatuh tanpa permisi.
"mas Farhan" lirih Amel.
Farhan segera melepaskan tautan bibir Ratna dan menjauhinya, ia menatap Amel yang berdiri di tangga.
"Ra" lirih Farhan dan langsung berlari kearah Amel.
Amel masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam, hatinya benar-benar remuk melihat adegan tadi ia tidak menyangka Farhan segitu teganya.
sedangkan Ratna tersenyum bahagia, melihat kecemburuan di mata Amel ia meyakini sebentar lagi akan terjadi perang dunia.
"Ra buka pintunya Ra, aku bisa jelasin" jelas Farhan dan terus mengetuk pintu kamarnya yang dikunci oleh Amel.
Amel duduk di balik pintu hatinya benar-benar terasa sesak, ingin mengungkapkan nya pun susah baginya.
"Ra tadi Ratna yang nyosor duluan" jelas Farhan.
"tapi mas Farhan mau kan?" tanya Amel dibalik pintu.
"enggak Ra, mas bisa jelasin" jelas Farhan dan lemas ia duduk dibalik pintu depan kamarnya.
__ADS_1
cukup segini dulu yaπ₯°π₯°π₯° jangan lupa like dan komen ya ππππ₯°π salam happy