Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
alvan menikah


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰


*


pagu hari menyapa dengan ceria,semua orang tengah sibuk untuk persiapan pernikahan Ratna dan alvan, berbeda dengan farhan ia sama sekali tidak ingin melihat pernikahan sang kakak, bukan karena ia masih memiliki perasaan terhadap Ratna, tetapi ia hanya takut jika Ratna kabur dan Amel disuruh menggantikan nya.


Amel sudah bangun terlebih dahulu sebelum Farhan ia segera bersiap dan turun kebawah untuk melihat acara resepsi itu, impian nya yaitu melihat sang kakak menikah, sebelum pergi Amel menyiapkan pakaian untuk Farhan kenakan hari ini.


"loh kemana dia?"gumam Farhan yang tidak menemukan keberadaan Amel,ia Melihat jam dinding menunjukkan pukul 07.00 sebentar lagi waktunya akad.


buru buru Farhan menuju kamar mandi dan bersiap setelah itu ia akan menyusul sang istri kebawah,dan memulai rencananya.


*


Amel tengah berbincang dengan mertuanya ia belum mengatakan ingin lanjut kuliah dan mengikuti lomba.


"mah Amel belum mengatakan nya"tutur Amel


mama ayu tersenyum ia memberi nasihat agar Amel berani mengungkapkan tujuan nya,ia juga yakin Amel mempunyai cita cita yang cukup tinggi.


Farhan menuruni tangga dengan tergesa-gesa,itu membuat perhatian Amel teralihkan kepada sosok tampan dan tinggi siapa lagi kalau bukan suaminya Farhan Adi Wijaya.


"ayo Ra"ucap Farhan menggandeng tangan Amel.


Amel yang melamun tersentak kaget,ia bingung Farhan akan mengajak nya kemana sedangkan orang tua Amel sebentar lagi datang.


"kemana mas?"tanya Amel


mama ayu yang tidak ingin menganggu keduanya pamit pergi untuk memantau semua nya sudah siap atau belum.


"udah ikut aja,nurut!!!!"tegas Farhan.


Amel hanya mengangguk ia takut kalau Farhan sudah dalam mode galak. Farhan mengajak amel pergi ke luar teras,dan mengajak Amel untuk menaiki sepeda.


"sepeda?"tanya amel.


"iya naik"titah Farhan.


Amel menuruti keinginan suaminya, mereka pergi menggunakan sepeda meninggalkan pelataran rumah yang sudah didekorasi.


"kita mau kemana mas?"tanya Amel.


namun tidak dijawab oleh Farhan,ia mengelilingi kompleks perumahan itu dengan mengendarai sepeda, namun perhatian Amel teralihkan oleh mobil keluarga nya.


"mas berhenti itu!!"ucap Amel.


Farhan memberhentikan kendaraan nya,dan menempelkan pipi nya ke pipi Amel, Amel merasa sangat geli ini tempat umum bagaimana kalau ada yang lihat.


"ada apa Ra?"tanya Farhan.


"ayo kita pulang, bapak sama kak Ratna udah sampai,aku mau lihat akadnya"sembari menunjuk kearah mobil hitam itu.

__ADS_1


Farhan tidak menjawab dan mengajak Amel untuk duduk di taman dekat komplek itu, Amel yang sejak tadi berkata namun tidak ada tanggapan pun diam, ia sangat kesal padahal ia ingin bertemu dengan keluarga nya.


"kenapa disini?ayo pulang aku pengen lihat bapak sama bunda"mohon Amel.


Farhan tersenyum ia menjelaskan bahwa ia tidak mau jika Amel pulang sekarang.karena takut jika Amel pulang dan Ratna melarikan diri lagi,Amel menggantikan nya.


Amel tertawa mendengar penuturan dari Farhan, memangnya ia barang yang kapan pun bisa dipinjam.


"kita pulang nya setelah mereka akad"jelas Farhan.


Farhan akan menerima panggilan dari seseorang di rumahnya untuk mengabarkan bahwa Ratna dan alvan resmi menikah.


sedangkan Amel hanya mengangguk paham ia tau Farhan tengah cemburu padanya.namun tidak ia ungkapkan.


*


sementara di tempat lain pak Wijaya dan mama ayu menyambut kedatangan keluarga Ratna, mereka saling berpelukan hubungan besan diantara keduanya menjadi kuat.


"mah kemana perginya anak harimau itu?"tanya pak Wijaya, seharusnya Farhan membantu persiapan ini tetapi ia hilang bagaikan ditelan bumi.


"nggak tau pah,mungkin pacaran sama Amel"saut mama ayu memberi penjelasan,ia tadi hanya mendengarkan Farhan mengajak Amel pergi.


pak Wijaya menggeleng,dan melanjutkan menyambut para tamu yang datang.pernikahan ini besar dan megah dibandingkan pernikahan Farhan.


alvan sedang bersiap untuk menuju kursi tempat ia akan melangsungkan pernikahan dengan Ratna,di dalam hatinya ia berdoa agar Ratna kabur dan digantikan oleh Amel seperti yang dilakukan dihari pernikahan farhan.


alvan duduk di kursi namun ia tidak menemukan keberadaan Amel dan Farhan sama sekali.


Ratna keluar dari ruangan rias,ia terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan kebaya adat Sunda.


tetapi alvan Sama sekali tidak tergoda dengan kecantikan Ratna,ia menyesal telah membuat Ratna mencintai nya, seharusnya ia menghancurkan pernikahan farhan dan Ratna waktu itu dan bukan menikahi Ratna sekarang.


pernikahan berjalan dengan hikmat, terdengar kata SAH sekarang Ratna dan alvan resmi menjadi suami istri.ratna mencium tangan alvan, walaupun ia tidak jadi menikah dengan farhan setidaknya ia menikah dengan alvan.


*


Farhan menerima telepon dan seseorang yang disana mengabari bahwa, Ratna dan alvan resmi menjadi suami istri, wajah Farhan tersenyum sumringah.anek yang sejak tadi hanya diam ia melirik ke arah Farhan yang terlihat kegirangan.


"kenapa mas?'tanya Amel.


"mereka sudah resmi menikah"jawab Farhan antusias.


Amel mengangguk,ia lalu mengajak Farhan pulang, tetapi sebelum pulang ia akan berbicara mengenai keinginannya untuk lomba.


"mas aku mau bilang sesuatu"ucap Amel.


langkah Farhan terhenti,ia melirik ke arah Amel dan menatap nya dengan penuh tanda tanya, sebenarnya Amel ingin mengatakan apa.


"a aku mau izin untuk kuliah lagi,dan ikut lomba berbahasa Prancis secara online"ucap Amel menunduk ia tidak mau Farhan marah padanya.


Farhan tersenyum ia tahu maksud dari istrinya,ingin sekali Farhan mengizinkan nya untuk kuliah tetapi melihat suasana kampus Amel dikelilingi oleh Rendi,dan dosen yang membuat Farhan cemburu.

__ADS_1


"kalau lomba boleh itu kan keinginan mu Ra ingin ikut lomba"tutur Farhan tersenyum mengusap lembut rambut Amel.


"kalau kuliah jangan dulu ya?mas cemburu kamu dekat dekat dengan Rendi"jelas Farhan.


Amel sudah bisa menebak perkataan Farhan, padahal ia tidak akan menduakan cinta Farhan, tetapi kenapa Farhan tidak percaya padanya.


Farhan tersenyum melihat tingkah laku Amel terlihat cemberut karena ucapan nya,namun itu mungkin yang terbaik bagi hubungan mereka.


*


Farhan dan Amel sampai di rumah itu,Amel segera turun dan ingin menemui orang tuanya sekaligus ingin berbicara dengan sang mertua tentang perkataan Farhan.


"aku ke dalam dulu mas"izin Amel dan meninggalkan Farhan yang tengah dilanda gemuruh dihatinya.


Farhan ingin sekali memberikan izin untuk istrinya agar kuliah lagi tetapi ia takut jika Rendi akan berbuat nekad karena cintanya ditolak.


Amel menemui orang tuanya,ia mencium punggung tangan keduanya termasuk bundanya yang dari panti asuhan,ia peluk wanita paruh baya itu dengan kasih sayang,ia sangat merindukan wanita ini.


"bunda gimana kabarnya?"tanya Amel.


"Alhamdulillah baik nduk"jawab sang bunda dan mencium kening anak asuhnya itu.


Amel pamit pergi menemui Ratna dan alvan untuk memberikan doa restu kepada keduanya.


"hai kak,,,,, samawa ya kak"jelas Amel dan memeluk Ratna.


Ratna menerima pelukan tsb,ia sejujurnya tidak mau menerima pelukan dari sang adik namun melihat tamu yang datang cukup banyak ia tidak mau hari pernikahan nya hancur gara gara Amel.


"ya"Jawab Ratna singkat.


Amel tersenyum dan menjabat tangan alvan, Alva tersenyum bisa memegang lembut tangan sang adik iparnya ini.


buru buru Amel pergi dan berniat menemui mertuanya yang tengah duduk di kursi sembari meminum jus,ia ingin membicarakan tentang Farhan.


"assalamualaikum mah,Amel mau bilang sesuatu"salam Amel dan mencium tangan mertuanya.


"waalaikumsalam,ada apa sayang sini duduk"tutur mama ayu mengajak menantunya berbincang.


"mah mas Farhan nggak izinkan Amel untuk kuliah lagi"ucap Amel menunduk lesu, padahal ia sangat berharap bisa mengejar cita citanya.


mama ayu yang mendengar ikut sedih,ia bisa merasakan Amel bersemangat dalam mengejar cita citanya.


mama ayu memikirkan cara agar Farhan bisa luluh dengan mengizinkan Amel lanjut kuliah lagi, tiba-tiba ide yang paling ampuh terpikirkan oleh mama ayu.


"ayo sayang kita ke butik"ajak mama ayu.


"ngapain mah ke butik?"tanya Amel bingung dengan sikap mertuanya.


"Udah ikut aja yuk"sembari menarik tangan Amel mengajak nya pergi kebutik. Amel hanya menuruti keinginan mertuanya.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy πŸ₯°πŸŽ‰

__ADS_1


__ADS_2